
"Dulu Alex mencintai ku, begitu juga sebaliknya. namun sekarang semua sudah berubah semenjak kedatangan Ravela. bahkan Alex sekarang menganggap ku sebagai penggaggu hubungan dengan Vella. aku tidak dianggap lagi Hick...hick...Aku harus segera pulang, dengan penerbangan pertama pagi ini." gumam Natali mulai berkemas-kemas, bahkan dia tidak memberitahu perihal kepulangannya yang mendesak pada Jeremi.
Natalie memesan tiket penerbangan no satu via online, beruntung dia bisa mendapatkan dengan mudah sesuai keinginannya.
Natali melangkah angkuh dengan kaca mata hitam, rambut tergerai lepas. hingga tanpa sadar penampilan Natali membuat seorang pria gagal fokus hingga dia tiba-tiba menabrak tubuh nya dari arah samping. membuat gadis itu oleng kehilangan keseimbangannya.
"Brungg!"
"Eh, kalau jalan punya mata ngak sih!" umpat Natali kesal.
"Eh, maaf...maaf aku tidak sengaja. kamu baik-baik saja kan, cantik?"
Pria tampan itu segera menarik tangan Natali, hingga dia tidak jadi jatuh kelantai. Natali yang semula sangat marah, berubah menjadi melunak dan terpana akan ketampanan pria dihadapannya.
"Oh my God, aku kenapa? apa ini yang dinamakan jatuh cinta pada pandangan pertama? tidak mungkin aku hanya mencintai Alex seorang dan tidak akan pernah tergantikan." ucap Natali meyakinkan perasaan nya sendiri, namun pesona pria baru ditemuinya ini benar-benar menarik perhatian.
"Oya kita belum berkenalan, nama ku Kenzo."
"Natalie."
"Apa kamu ingin ke indonesia juga?"
"Ya!"
"Wah, berarti kita mempunyai tujuan yang sama." ucap Kenzo.
"Apa kamu sendirian?" tanya Natali.
"Ya, kebetulan aku blasteran Indonesia-Inggris. aku ingin mengunjungi makam ibuku di tanah kelahiran nya." jawab Kenzo tersenyum lepas merasa ada kecocokan dengan Natali. meskipun mereka baru mengenal.
Kenzo dan Natali berjalan beriringan, ada rasa nyaman bersama Kenzo. sehingga dia mulai berfikir jika Kenzo bisa menjadi pelarian sementara, sampai misinya untuk mendapatkan Alex berhasil.
__ADS_1
"Tidak ada Alex, Kenzo pun jadi." bathin Natali tersenyum senang.
"Kamu dalam rangka apa ada di negara ini?"
"Menikmati liburan seorang diri." jawab Natali.
"Apa kamu tidak memiliki teman dekat, seorang kekasih misalnya?"
"Aku sedang patah hati, kekasih yang aku cintai memilih menikahi perempuan selingkuhan nya, dimana tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan diriku." ucap Natali percaya diri dengan pandangan berubah sendu.
"Hanya pria bodoh, yang berani berpaling dari gadis secantik kamu." ucap Kenzo yang membuat Natali seakan terbang melayang.
"Benarkah?"
"Ya!"
"Kenzo, apa kamu sudah menikah atau memiliki kekasih?"
"Sudah punya anak?"
"Belum."
Sepanjang perjalanan, dilewati Natali dan Kenzo asyik dengan obrolan seru mereka, hingga Natali terlupa dengan tujuan kepulangannya yang mendadak.
Sampai di Indonesia, Natali sudah dijemput oleh seorang sopir pribadi, sebelum berpisah Natali dan Kenzo saling tukar no ponsel dan kartu nama. agar hubungan mereka tidak terputus begitu saja.
"Semoga kita dipertemukan kembali, Natali."
Kenzo melambaikan tangannya, melepas kepergian Natali yang terlebih dahulu pergi meninggalkan nya. setelah itu Kenzo langsung menuju apartemennya.
***
__ADS_1
Malam ini, Alex sedang menikmati makan malam romantis bersama Ravela. dibawah cahaya bulan dan bintang, serta lilin-lilin kecil yang ikut memberi penerangan menambah keindahan suasana. seakan Alex ingin menunjukkan betapa dia menyayangi Ravela, meskipun hal itu tidak terungkap dibibir nya. Alex juga ingin merubah pemikiran Vella tentang hubungannya dengan Natali, dengan perlakuan manisnya berharap kejadian kemaren sudah terlupakan oleh Ravela.
"Suamiku, seperti aku harus sering-sering ikut mami ke butik. sekalian belajar bisinis. ini juga atas permintaan mami." ucap Vella seraya memasukkan potongan steak daging sapi kemulut nya.
"Kamu tidak perlu bekerja, hidup mu sudah terjamin selama menjadi nyonya Alexander. hapus keinginan mu untuk menjadi model murahan itu." ucap Alex tegas.
"Tapi aku bosan dirumah, bersama mami aku seakan menemukan suasana baru. dan belum tentu juga mami akan memilihku sebagai model nya, lagian aku juga tidak suka berpakaian seksi selain kamu yang memaksaku." jawab Vella mencoba meyakinkan.
"Apa pun alasannya aku tidak setuju, kamu bisa hubungi aku kapanpun, apalagi jika itu berhubungan dengan aktivitas diatas ranjang, maka aku akan lebih senang hati lagi melayanimu. jadi jangan gunakan mami sebagai alasan, sekali tidak tetap tidak." ucap Alex panjang lebar, menatap manik bola mata hitam Ravela yang menurut nya sudah mulai keras kepala. sedangkan yang ditatap menghentikan makan nya.
"Habiskan makanan mu."
"Aku sudah kenyang."
Vella bangkit, namun tangannya ditarik oleh Alex. dalam hitungan detik Vella sudah berada dalam gendongannya menuju kamar, membiarkan hidangan makan malam dimeja begitu saja.
"Lepaskan aku!"
"Tidak, sebelum kamu menyerah dan patuh pada perkataan ku."
Tubuh Vella sudah terbaring di kasur, Alex dengan buas mulai mencumbu nya. sehingga dia hanya bisa mengeliat agar bisa terlepas dari cengkraman Alex.
"Kita berdua harus bekerja keras, agar kamu cepat-cepat hamil. sehingga kamu memiliki kesibukan setiap hari dirumah ini. jika perlu aku akan mencetak dua pasang junior kembar untuk mu." bisik Alex. yang membuat mata Vella membulat sempurna membayangkan akan melahirkan empat anak kembar.
Mulut Ravela berkata tidak, jangan. namun tidak sesuai dengan bahasa tubuhnya. dia terlihat menikmati setiap sentuhan yang diberikan Alex.
Paginya Vella terbagun lebih awal dia langsung menuju kamar mandi, menikmati berendam dengan air hangat, namun tiba-tiba dia terlonjak kaget begitu Alex masuk diam-diam dan memeluknya dari arah belakang.
"Kenapa tidak membangunkan aku, agar kita bisa mandi bareng." bisik Alex.
"Tudur mu sangat pulas suamiku, aku tidak tega membangunkan mu."
__ADS_1
Alex kembali bergairah setelah melihat tubuh polos Vella, mereka mengulangi satu ronde lagi di pagi hari, hingga Vella menyerah. mereka mandi dan saling menyabuni tubuh masing-masing, setelah selesai mereka berpakaian rapi menuju meja makan, mengisi perut yang sudah sama-sama kelaparan karena tenaga mereka yang sudah terkuras untuk saling memuaskan satu sama lain. melihat rambut pasangan ini yang basah setiap pagi, mami mengulum senyum bahagia, berharap Alex junior akan segera terlahir.