
"Vella, mulai sekarang. kamu tidak perlu canggung terhadap mami, karena mami akan menjadi sahabat sekaligus orang tua bagimu, nak."
"Iya mami."
"Maafkan sikap mami yang dulu, karena belum mengenal siapa kamu yang sesungguhnya. Alex beruntung mendapatkan istri seperti mu, Ravela."
"Aku, juga sangat berterimakasih pada mami. karena sudah menyayangi dan menerima Vella apa adanya." jawab Vella tulus.
"Vella, mami menyayangi mu sama seperti mami menyayangi Alex. mami harap hubungan kalian tetap langgeng sampai akhir hayat."
"Tapi mi, diantara aku dan mas Alex sudah ada kesepakatan. bahkan dia tidak mencintai ku." Jawab Vella tertunduk berusaha menyembunyikan perasaannya.
"Kesepakatan itu tidak penting, sayang. bahkan mami sangat yakin jika sesungguhnya Alex sangat mencintaimu. tapi dia masih terlalu genggsi dan mengedepankan ego untuk mengakui perasaannya yang sebenarnya. Vella bersabar dan yakinlah semua akan indah pada waktunya, nak. percayalah pada perkataan mami." ucap Melinda.
"Ya mi, Vella akan bersabar."
"Vella, semenjak kedatangan mu. Alex sudah menunjukkan perubahan besar dalam hidup nya. bahkan dia sudah bisa bersikap lebih manusiawi lagi terhadap siapapun. kamu mampu mencairkan bongkahan es yang sudah lama membeku."
Tok! tok! tok!
Obrolan mereka terhenti, seorang pelayan perempuan masuk. mendorong troli berisi makanan dan minuman segar, lalu menyuguhi pada Ravela dan Melinda.
"Silahkan nona, nyonya besar."
"Terimakasih." ucap Vella pada pelayan tersebut.
__ADS_1
Setelah menikmati makan dan minum, Vella dan Melinda keluar meninggalkan butik. berhubungan sudah sangat sore dan Alex juga sudah pulang dari kantor. semua mata para pengunjung terarah pada Ravela, perempuan cantik melangkah anggun disamping sang owner, mereka terlihat akrab berjalan meninggalkan butik menuju mobil mewah yang sudah dibukakan pintu nya oleh seorang sopir pribadi yang langsung menunduk hormat menyambut kedatangan mereka, Vella terlihat layaknya seorang sosialita yang sudah habis belanja gila-gilaan.
***
Dirumah Alex menunggu kedatangan sang istri dan mami dengan tidak sabaran, dia juga mendatangkan Rani asisten sekaligus akan menjadi sopir pribadi buat Ravela nantinya, Alex ingin mengawasi Vella, dari Jeremi, Natali termasuk keinginan gila Mami untuk menjadikan Vella sebagai model peluncuran produk bikini di butik nya.
Sampai dirumah, Alex langsung menghampiri Vella. dua orang pelayan sibuk menurunkan dan membawa masuk tas berisi pakaian dari butik.
"Kalian susun yang rapi di lemari khusus pakaian Vella, ya." perintah Melinda pada pelayan.
"Baik nyonya."
"Mami, kenapa membawa istri ku sampai sore begini." ucap Alex melirik jam dipergelangan tangannya.
"Alex, kamu kenapa berubah posesif sekarang. lagian kami tidak setiap hari menghabiskan waktu bersama." jawab mami.
"Tapi kamu tidak diminta untuk pemotretan kan?" bisik Alex.
"Untuk saat ini belum, ngak tau kedepannya."
"Pokoknya tidak boleh." ucap Alex, sedangkan mami mengulum senyum melihat anaknya yang mulai bucin pada istrinya.
"Sudah-sudah, Vella pasti capek kamu interogasi terus. ayo masuk." Melinda mengajak semua masuk kedalam rumah, asisten Rani yang baru datang menghampiri mereka, menundukkan kepalanya hormat.
"Selamat sore nona muda, nyonya." sapa Rani.
__ADS_1
"Rani, siapa yang meminta mu datang?" tanya Melinda.
"Tuan Alex nyonya, dengan penerbangan khusus."
"Ya mi, Alex ingin Vella memiliki seorang sopir pribadi dan asisten khusus. ini demi kenyamanan nya." ucap Alex.
"Ha...ha..., ini alasan mu saja Alex, kamu ingin mengawasi istri mu dua puluh empat jam kan? ayo ngaku." tantang mami menunjuk kearah Alex.
"Mami sok tahu, aku hanya ingin menjalankan tanggungjawab ku sebagai suami, sesuai pesan opa. tidak lebih." Alex kembali bersikap cuek untuk menyembunyikan perasaannya yang hampir ketahuan.
"Sekarang aku ingin mandi, cepat siapkan air hangat." ucap Alex berjalan lebih dahulu menuju kamar, yang diikuti Vella dari belakang.
"Kamu bersenang-senang dengan mami, membiarkan aku menunggu dirumah. kamu harus dihukum." ucap Alex seraya membuka satu persatu kancing bajunya.
"Hukum, memangnya apa kesalahan ku." Vella tidak terima.
"Kamu berani membantah ku, apa kamu mau kakakmu dan mama Arini kesayangan mu aku jebloskan ke penjara atas perbuatan mereka tempo hari" ancam Alex.
"Tidak, baiklah aku siap dihukum suamiku." Vella kembali berubah menjadi manis dan imut, seraya mengatupkan kedua tangannya. berharap Alex tidak serius dengan ucapannya barusan.
Alex tersenyum senang, dia berjalan semakin mendekati Vella, yang kelagapan dan memejamkan mata mencari jalan yang lebih aman untuk menghindari tatapan dan senyuman mesum Alex.
"Muaaacch..."
Ciuman lembut melayang dikedua pipi Vella, terus ke bibir dan leher jenjangnya. membuat wajah Vella merah merona menahan detak jantung dan debaran aneh yang mengalir dan menghangatkan dada.
__ADS_1
"Temani aku mandi." bisik Alex disela-sela ciumannya.
"Apa?"