
Tamparan keras melayang dikedua belah pipi Ravela, membuatnya meringis kesakitan dengan sudut bibir yang mengalir darah segar.
"Kalau aku tidak bisa memiliki Alexander dan hidup kaya raya seperti seorang ratu, maka aku juga tidak akan membiarkanmu untuk mendapatkan semuanya." terang Sena yang sudah dibutakan mata hati nya oleh nafsu, dendam dan rasa iri dengki.
"Jangan sakiti aku, kak, aku mohon lepaskan aku hu...hu...aku berjanji akan meninggalkan suamiku dan kehidupan ku yang sekarang, asalkan kakak mau melepaskan aku." ucap Vella disela-sela Isak tangisannya.
"Ha....ha...., kamu pikir aku akan percaya begitu saja. tidak aku tidak akan luluh dengan ocehan dan air matamu itu." bentak Sena. sambil mendorong tubuh Vella hingga jatuh terlentang ditanah.
"Tolong aku, kak."
"Ternyata menculik lalat sepertimu, sangat lah mudah. tidak sesulit yang aku bayangkan sebelumnya ha..ha...ha....." ucap Sena tertawa puas penuh dengan kemenangan.
__ADS_1
Sementara ditempat lain, Alexander seperti orang gila, dia terus mencari keberadaan sang istri tercinta, pihak kepolisian setempat dan Tim SAR sudah bekerja sama untuk menemukan Ravela. meskipun semua orang mengatakan kemungkinan kecil untuk wanita hamil itu bisa selamat. tapi mereka akan tetap berusaha memberikan bantuan khusus untuk menemukan dan mengindentifikasi nya.
Mereka berpencar mencari-cari dan menelusuri setiap pulau kecil yang terhubung satu sama lainnya, termasuk jalan-jalan kecil yang mungkin saja dilaluinya, namun hasil nya tetap nihil.
"Sayang, kamu dimana?"
Alex merasa sebagaian hidupnya ikut pergi, sering menghilang nya Ravela. tubuhnya melorot dilantai seakan-akan dia tidak mempunyai tenaga dan semangat hidup lagi. dia memeluk baju Ravela yang tertinggal dikamar tidur mereka, mengirup aroma wangi farfum dan aroma tubuh Ravela yang masih melekat dipakainya tersebut.
Kenzo dan sang istri, yang mendengar kabar duka yang menimpa adik perempuan satu-satunya sangat terpukul vdan bersedih, dia langsung menyusul datang menemui Alex untuk membantu proses pencarian, begitu juga dengan mami Melinda dan Arini yang terus-menerus menagis memikirkan kondisi Ravela saat ini. semua orang-orang terdekat ikut berdatangan ke lokasi, memberikan semangat dan motivasi pada Alex ajar tetap kuat dan sabar. tak terkecuali Elisa, Jeremi dan Nick. mereka semua sangat sedih dan syok begitu mendengar Ravela tiba-tiba menghilang , apalagi mami yang sangat menyayangi Vella sama seperti anak kandungnya sendiri.
"Alex anakku, kamu yang kuat ya." teriak mami begitu melihat Alex yang tertunduk lesu dan tidak bertenaga untuk mengangkat kepalanya lagi. matanya sembab karena kebanyakan menagis dan dan terus mencari tanpa bisa tidur barang sedikit pun.
__ADS_1
"Mami.... Ravela, mi. mereka belum juga menemukan istriku hu...hu... aku takut terjadi sesuatu pada istri dan calon anakku, mi."
Alex menumpahkan kesedihan dan rasa kehilangan nya dalam pelukan hangat ibu kandungnya, yang baru datang.
"Alex, kamu tidak boleh lemah seperti ini nak. kalau kamu mau Ravela kembali kita harus kuat dan ikut dalam pencarian nya." bujuk mami berusaha menguatkan sang anak, meskipun dia sendiri sangat rapuh.
"Iya mi, aku akan ikut mencari sampai istriku ditemukan dengan selamat." ucap Alex melirik ke arah Kenzo, yang juga sudah bersiap ikut melakukan pencarian dan menyelam menelusuri bawah danau berharap bisa menemukan Ravela dimana pun keberadaan nya.
"Aku tidak yakin, jika istriku Ravela tercebur ke danau. karena dia menghilang setelah kami berada direstoran hendak makan siang berdua. di pamit hanya ingin ketoilet sebentar, aku sangat yakin jika istriku menjadi korban penculikan." terang Alex pada pihak keamanan.
"Untuk sementara Restoran ini ditutup sampai kasus ini selesai, dan pencarian terus dilanjutkan." ucap kepolisian dan timsar.
__ADS_1