Dinikahi Miliader

Dinikahi Miliader
Kakak laki-laki ku


__ADS_3

Alex yang tengah sibuk, merasa jika perasaan nya selalu gelisah dan tidak fokus. pikirannya selalu tertuju pada Ravela.


"Kenapa aku teringat terus pada isteri ku, apa terjadi sesuatu padanya? aaaahh tidak biasanya aku gelisah seperti ini." Alexander segera mengambil ponselnya namun benda itu tidak menyala.


"Aah sial, aku lupa mencarger nya."


"Rey, berikan ponsel mu."


"ini tuan."


Alex segera menghubungi no ponsel sang istri tercinta, namun dia mendengar bukan suara Ravela yang mengangkat panggilan nya melainkan mami Melinda.


"Mami mana istri ku?" ucap Alex penasaran bercampur khawatir.


"Kami sedang dirumah sakit, tapi kamu tidak perlu cemas kondisi Vella sudah membaik sekarang." terang Melinda.

__ADS_1


"Apa? memangnya Vella kenapa mi dan kenapa dia harus masuk kerumah sakit?"


"Vella tiba-tiba pingsan, sekarang dia sudah mendapatkan penanganan khusus dari dokter. kondisi Vella dan bayinya sekarang sudah stabil kembali."


"Baiklah, aku segera pulang dengan penerbangan khusus hari ini." ucap Alex menutup begitu saja panggilan nya.


Dua jam berselang, Alex yang baru saja datang dengan langkah kaki dominan, dia segera menuju ruangan perawatan sang istri. semua mata tertuju pada Alexander yang tampan, bulu-bulu halus disekitar rahang, dengan postur tubuh yang profesional membuat setiap wanita terpesona dan menambakan memiki suami seperti dirinya.


"Tuan Kenzo, anda disini juga?" sapa Alex kaget melihat rekan bisnisnya, lalu melangkah masuk keruangan Ravela.


Alex segera melangkah masuk, nampak Ravela terbaring lemah dengan selang infus ditanganya. bibir Vella berusaha memaksakan senyuman, namun Alex bisa melihat jika isterinya tengah memikirkan sesuatu.


"Sayang, maafkan aku yang tidak bisa selalu ada untukmu." ucap Alex menciumi Ravela begitu sampai.


"Aku ngak kenapa-napa, kok sayang." ucap Vella meyakinkan suaminya.

__ADS_1


"Ngak kenapa-napa bagaimana bisa dirawat dan pingsan, terus kehamilan mu bagaimana? apa terjadi sesuatu?" tanya Alex.


"Syukurlah bayi kita tidak kenapa-napa suamiku, dia sangat kuat sama seperti ku." jawab Vella pelan sambil memejamkan matanya, mencoba mengalihkan pikirannya tentang seorang Pria yang mengaku sebagai saudara laki-laki nya.


"Terus, apa yang membuat mu pingsan?" tanya Alex mengelus-elus lembut tangan Ravela.


"Suamiku, kamu tahu kan jika aku sering bermimpi tentang sosok anak laki-laki yang terkadang muncul dalam bawah sadar ku. sekarang aku sudah mendapatkan jawaban tentang siapa dia yang sebenarnya." ucap Vella.


"Ssstt.... sayang, jangan paksakan dirimu untuk berbicara dan berfikir keras dulu. kamu tidak boleh stres lagi dan masih butuh banyak istrahat." Alex meletakkan jari telunjuk nya dibibir Ravela sambil menggelengkan kepalanya pelan, saat istri nya itu masih ingin melanjutkan ucapannya.


"Baiklah."


Ravela akhirnya menganggukan kepalanya pasrah, memejamkan matanya yang terasa sangat berat akibat obat yang baru saja diminumnya. dalam hitungan menit sudah terdengar dengkuran halus dari sudut bibir Vella, Alex menatap wajah tenang dan teduh sang istri. merapikan anak rambutnya Alex tersenyum bahagia bisa mendampingi sang istri kala dia membutuhkannya, sesekali tangan Alex mengelus sayang perut Vella, beberapa kali Alex bisa merasakan pergerakan bayinya, membuat senyuman nya mengembang bahagia.


"Anakku, kamu yang sehat dan kuat ya diperut bunda. apapun terjadi kamu tidak boleh lemah, nak." ucap Alex laku mencium hangat perut sang istri kembali tanpa peduli dengan keberadaan Kenzo diluar ruangan.

__ADS_1


__ADS_2