Dinikahi Miliader

Dinikahi Miliader
Melahirkan


__ADS_3

"Apa yang terjadi padaku?" Vella berusaha untuk mengingat, namun tetap tidak bisa. dimana ujung-ujungnya membuat kepalanya sakit.


"Seperti nya, ada seseorang yang ingin mencelakai dan melenyapkan mu dan bayimu, nak. karena banyaknya luka bekas penganiayaan ditubuh mu."


"Jadi keselamatan ku terancam, lalu siapa mereka yang tidak menginginkan aku?"


"Demi keselamatan mu, tinggallah bersama kami di negara ini, aku dan suamiku akan berjanji untuk melindungi mu dan bayimu nantinya."'


"Terimakasih bu, anda baik sekali."


"Ya, kami tidak mempunyai anak. mau kah kamu menjadi putri kami. nak?"


"Aku mau, bahkan sangat senang sekali dipertemukan dengan orang-orang baik seperti kalian, yang dengan senang hati mau menerima kehadiran ku sebagai anggota keluarga baru." jawab Vella dengan mata berkaca-kaca, karena tidak dapat mengingat masa lalunya sedikitpun.


"Karena kamu mengalami amnesia, bagaimana untuk sementara waktu, aku panggil kamu dengan sebutan nama Rosalina. apa kamu menyukainya?"


"Ya, nama yang bagus. aku suka." balas perempuan yang sudah berganti nama menjadi Rosalina itu, mengelus-elus perutnya.


"Mulai sekarang panggil kami berdua dengan sebutan mama dan papa ya!"

__ADS_1


"Iya mama, papa."


Setelah sembuh, Rosalina sudah di ijinkan untuk pulang kerumah keluarga barunya. namun berselang seminggu kemudian gadis itu kembali meringis kesakitan lagi.


"Rosalina sayang, kamu kenapa nak?"


"Perut ku sakiiit banget, ma."


Rosalina mulai merasakan sakit dan kontraksi diperut, keringat dingin membasahi tubuh dan wajah cantik nya.


"Seperti nya kamu akan melahirkan nak, kita harus kerumah sakit sekarang." Camelia ikut panik sambil membantu memapah tubuh Rosalina menuju mobil yang sudah disiapkan oleh papa angkatnya.


"Apa kamu sudah menyiapkan nama untuk bayimu?" tanya ibu angkatnya yang begitu menyayangi Rosalina dan bayinya mungil nya.


"Belum ma."


"Gimana jika nama bayimu, kita berinama dengan sebutan Revano?"


"Wah, nama yang bagus banget ma, aku setuju." Rosalina tidak pernah merasa puas menatap wajah anaknya yang masih tertidur pulas itu, yang membuatnya merasa nyaman dan bahagia.

__ADS_1


***


Ditempat lain, Alex kembali memeluk foto sang istri.


"Ravela ku sayang, apa kabarmu? aku sangat merindukan mu dan dan ingin sekali mencium wangi tubuh mu, memeluk mu sayang. sekarang adalah bulan dimana kamu seharusnya melahirkan anak kita..hu..hu..." tubuh Alex bergetar menahan isakan dan beban berat yang membuat nya tidak sanggup untuk menanggung nya lagi. namun keyakinan jika Ravela akan kembali lagi padanya, membuat Alex tetap bertahan untuk hidup.


"Aku harus mencari Ravela kembali, karena aku merasa dia benar-benar masih hidup. aku yakin Ravela isteriku diculik dan disembunyikan oleh seseorang." pikir Alex yang terlihat berantakan dan tidak terurus lagi.


Pagi nya, Melinda syok melihat kamar anak nya yang berantakan, dan Alex tergelak tidur diatas lantai.


"Kamu kenapa lagi nak?"


Melinda menangis sambil mengusap kepala Alex, yang tertidur pulas, tanpa peduli dimana posisi terbaring. perempuan paruh baya itu ikut hancur melihat Putra kebanggaan nya berubah drastis. berbagai cara dan pengobatan telah ditempuh demi kesehatan Alex agar kembali seperti sediakala kala, namun hasilnya sia-sia Alex masih menunggu istrinya kembali.


"Kamu pasti bermimpi tentang Ravela lagi nak, kasian kamu, karena Vella juga pasti menderita dialam sana jika tahu suami yang sangat dicintainya begitu menderita selepas kepergian nya." ucap Melinda sambil menangis sesenggukan.


Alexander, mendengar isakan kesedihan mami merasa bersalah dan kasihan melihat sang mami yang ikut menderita karena dirinya yang tidak pernah mau menerima kenyataan. serta ucapan mami yang mengatakan Ravela yang ikut menderita karena ketidak ihklasa nya melepas kepergian sang istri.


"Mami!"

__ADS_1


__ADS_2