Dinikahi Miliader

Dinikahi Miliader
Terulang kembali


__ADS_3

Malam ini, Jeremi tidak bisa memejamkan matanya, hasratnya selalu muncul jika membayangkan wajah cantik Elisa, apalagi dia sudah pernah merasakan hangatnya tubuh gadis itu.


"Aaahh sial, aku semakin bergairah dan berambisi untuk mendapatkan Elisa lagi. bagaimanapun caranya!" gumam Jeremi pergi meninggalkan rumah.


Tanpa pikir panjang lagi, Jeremi melajukan mobilnya menuju kediaman Elisa. dengan kecerdikan yang dimilikinya, sangat mudah bagi pria tampan itu untuk membobol kunci rumah dan berhasil masuk tanpa ada yang curiga akan aksi dan kenekatan nya.


Ceklek!!!


Elisa yang tengah tertidur pulas, kaget begitu pintu kamar nya dibuka tiba-tiba. kedua bola matanya membulat sempurna begitu melihat kemunculan Jeremi diantara pencahayaan yang temaram. pria yang sudah merampas keperawanan nya.


"Kamu? kenapa ada dirumah ku?"


Tubuh Elysa menggigil ketakutan, dia mundur perlahan sambil menyilang kedua tangannya di dada berusaha melindungi dirinya. seketika rasa takut membuat tubuh Elisa bergetar.

__ADS_1


"Ya, aku sangat merindukanmu malam ini, cantik. aku ingin kembali mengulangi malam panas yang pernah kita lalui berdua dalam keadaan sadar tanpa pengaruh minuman." Jeremi menyeringai seperti singa yang siap menerkam mangsanya yang tidak berdaya.


"Jangan.... jangan mendekat, jika tidak aku akan berteriak sekencang-kencangnya." ancam Elisa berusaha melindungi diri dari cengkraman Jeremi yang ingin menangkap tubuh mungilnya.


"Berteriak lah, jika kamu berani agar semua orang melihat kita berdua, hal itu sama saja mempermalukan dirimu sendiri. sedangkan aku sangat menyukai tantangan ha..ha.., bahkan aku juga memiki banyak foto-foto tentang percintaan kita malam itu, apa kamu ingin foto itu tersebar luas." ancam Jeremi membuat Elisa tercekat tidak berdaya.


"Kamu benar-benar bajingan! aku benci kamu.... benci!" teriak Elisa penuh kemarahan.


Posisi tubuh Jeremi dan Elysa tanpa jeda, meskipun meronta-ronta namun tenaga Elysa kalah banyak oleh Jeremi. pria itu sudah dibutakan oleh nafsu, tubuh Jeremi sudah dikuasai syetan sehingga tidak ada rasa belas kasih melihat air mata dan permohonan Elisa.


"Tolong, jangan lakukan lagi padaku. cukup sudah kamu melecehkan aku Jeremi." ucap Elisa memejamkan mata menahan perih dihati dan yang bercampur *******.


"Setelah kejadian malam itu, aku menjadi terobsesi dan tergila-gila pada tubuh indah mu, sehingga aku tidak menginginkan yang lainnya." tangan Jeremi mulai menari pakaian Elisa hingga memperlihatkan bentuk buah dadanya yang indah, gadis itu terus menagis sambil menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Hentikan tangisanmu, karena justru membuatku semakin tertantang!"


"Aku mohon, kasihanilah aku."


"Tidak, aku tidak bisa menghentikan nya lagi, tubuhmu terlalu nikmat dibandingkan para wanita yang pernah dekat dengan ku."


Diluar hujan semakin deras, begitu juga dengan Jeremi yang tengah mengerayangi tubuh polos Elisa, gadis itu hanya bisa pasrah memejamkan matanya, dia tidak ingin melihat wajah Jeremi yang membuat nya bertambah benci dan jijik.


Hingga akhirnya, mereka mengeluarkan pelepasan bersamaan. Jeremi ambruk ditubuh Elisa, keringat membasahi tubuh polos keduanya.


"Katakan, pertanggungjawaban seperti apa yang kamu inginkan dariku?" ucap Jeremi setelah dia menguasai kesadarannya kembali.


"Aku hanya ingin, kamu tidak pernah muncul lagi dihadapan ku." ucap Elisa penuh kebencian.

__ADS_1


"Jika itu yang kamu minta, aku tidak akan pernah mengabulkan nya, mulai sekarang jadilah wanita ku dengan segala fasilitas mewah yang akan aku berikan padamu."


"Maaf tuan, aku tidak butuh hartamu!" jawab Elysa memalingkan wajahnya.


__ADS_2