
"Vella, mana suamimu Alex. kenapa dia begitu tega membiarkan kamu sendirian ditempat rawan kejahatan seperti ini?"
"Alex sedang sibuk, ini terjadi karena keteledoran ku sendiri." Jawab Vella.
"Baiklah, sekarang aku akan mengantarkan kamu pulang kerumah atau ketempat lain yang kamu inginkan." jawab Jeremi memberi pilihan.
"Oke, thanks. aku sudah menikah dan tentunya aku akan pulang kerumah suamiku."
Vella tidak mempunyai pilihan selain kembali pulang kerumah besar suaminya, niatnya untuk meninggalkan Alex, terpaksa dia tunda. karena Vella yakin saat ini, Alex sendirilah yang akan menguguat cerai dirinya, sehingga dia tidak perlu repot-repot pergi dan akan kehilangan semuanya termasuk kompensasi atas kesepakatan mereka dulunya.
"Jika Alex yang menceraikan aku, tentunya aku akan mendapatkan hak ku selama menjadi istrinya. selepas itu aku akan membuka usaha untuk menghidupi diriku sendiri. tanpa tergantung pada siapapun lagi, termasuk mama Arini dan kak Sena. tapi kenapa hatiku begitu sakiiit.., meskipun dari semula aku sudah berusaha agar tidak terbawa perasaan." bathin Vella sementara itu ponsel dalam tas Vella terus bergetar.
"Vella, kenapa tidak diangkat?"
"Biarkan saja, ini dari seseorang yang tidak penting." balas Vella, tidak ingin Jeremi mengetahui permasalahan nya lebih jauh lagi dengan Alex.
Mobil Jeremi berhenti di gerbang utama rumah mewah, Vella segera turun.
"Terimakasih Jeremi, maaf sudah merepotkan dirimu."
"Tidak Vella, aku justru bahagia bisa membantu mu. ingat! hubungi aku jika kamu membutuhkan sesuatu. aku akan selalu ada untuk mu." ucap Jeremi.
"Oke."
__ADS_1
Vella melangkah masuk, sampai dikamar dia memperhatikan terus layar ponselnya. panggilan masuk dari Alex, yang saat ini begitu mengkhawatirkan keberdaan nya.
"Angkat telpon ku!" pop up masuk dilayar ponsel Vella, namun gadis itu tidak ingin membalas nya.
"Alex, berbahagia lah dengan kekasih mu. untuk apa masih memikirkan aku." umpat Vella kesal namun terdengar oleh mami Melinda, dia berjalan mendekati Ravela.
"Ada apa nak?"
"Ngak kok mi."
"Jangan bohong, pasti sudah terjadi sesuatu pada kalian berdua. mana Alex? tadi mami melihat kalian pergi dari rumah dengan wajah ceria dan bergandengan mesra, tapi sekarang kamu pulang seorang diri?" tanya mami menatap intens kedua bola mata Vella yang memerah.
"Katakan lah nak, sapa tahu mami bisa membantu mu." bujuk mami.
"Baiklah nak, mami akan menunggu sampai kamu benar-benar siap untuk cerita." ucap mami Melinda bijak.
Sampai dikamar Vella tidak bisa menahan butiran air matanya, dia duduk menyendiri di sofa balkon yang menghadap taman belakang. suasana yang tenang dan nyaman membuat suasana hati Vella sedikit membaik, hembusan angin membuat rambut panjang nya tergerai lepas.
"Aaagghh.."
Ravela menguap beberapa kali, merebahkan tubuhnya di sofa empuk yang terdapat disana. memejamkan mata perlahan seiring dengan hembusan nya nafasnya yang teratur. Vella tertidur dengan nyaman nya tanpa ada yang mengetahui keberadaan nya disini.
Natali menghentakkan kakinya kesal, Alex mengabaikan dan meninggalkan dirinya begitu saja. Pria tampan memacunya terus kecepatan mobilnya meninggalkan restoran, keberdaan Ravela jauh lebih penting dari segalanya.
__ADS_1
"Ya Tuhan lindungilah istri ku yang polos, mudah-mudahan dia tidak kenapa-napa." bathin Alex takut Ravela pergi ketempat yang rawan begal dan kejahatan lainnya dan masuk perangkap kejahatan orang-orang yang tidak bertanggungjawab.
"Bagaimana ini, jika aku menanyakan keberadaan Vella pada mami, dia pasti bakal marah besar. sial..." Alex memukul-mukul stir kemudi mobil nya.
Alex melajukan mobilnya menuju rumah, dengan wajah kusut dan lesu dia melangkah masuk, meskipun kemungkinan kecil Ravela saat ini ada dirumah, tapi tidak ada salahnya Alex memastikan sendiri keberdaan sang istri.
Sampai di dalam, Melinda langsung menghadang langkah Alex.
"Mami sudah menduga, pasti sudah terjadi sesuatu pada kalian berdua?" ucap mami menatap kesal kearah Alex, yang menurutnya sebagai pria yang paling bersalah.
"Iya mi, Natali tiba-tiba datang dan merusak segalanya." ucap Alex terlihat gusar.
"Natalie lagi, kenapa sih dia ada dimana-mana. apa dia mengikuti mu?"
"Bisa jadi mi, dia tidak terima aku memutuskan hubungan kami begitu saja." jawab Alex meremas kasar rambut nya.
"Kamu benar-benar keterlaluan Alex, tidak bisakah kamu bersikap lebih tegas lagi perempuan itu. tolong hargai perasaan istri mu." ucap mami.
"Iya mi, Alex ingin segera bertemu Vella dan menjelaskan semuanya. apa mami melihat nya pulang kerumah?" tanya Alex.
"Kamu temukan sendiri istri mu, buat suasana hatinya kembali membaik agar dia bisa segera melahirkan cucu untuk mami." Jawab mami kesal tanpa memberitahu jika Vella sudah pulang kerumah duluan.
"Baiklah mi."
__ADS_1
Alex segera berjalan menuju lantai dua kamar tidur mereka, dia yakin jika Vela pasti sudah pulang dan sedang menyendiri dalam kamar.