
Tanpa Elisa sadari, langkah kakinya sudah diikuti oleh David secara diam-diam. pria itu penasaran siapa sesungguhnya Elisa.
"Bukankah ini Villa milik Jeremi, apa hubungan mereka?" berbagai pertanyaan membuat David segera mencari tahu melalui orang-orang nya.
"Sekarang, aku membiayai jalan untuk membalas dendam padamu Jeremi." gumam David mengepalkan tangannya, bayangan beberapa tahun silam masih membekas, Jeremi tanpa perasaan telah menghancurkan perusahaan keluarga nya, hingga orang tua David depresi dan bunuh diri.
"Aku akan mendatangkan kembali Grace, teman kencan buta Jeremi di masa lalu.
ha...ha..."
Gracia langsung mendapat informasi tentang keberdaan Jeremi melalui David, wanita itu tersenyum senang, dia ingin membawa misi merebut pria itu kembali kedalam pelukannya.
Seorang gadis cantik super seksi, melangkah anggun memasuki perusahaan besar tempat Jeremi bekerja. kali ini dia sangat yakin jika Jeremi akan kembali kedalam pelukannya.
"Selama ini tidak ada seorang pun yang menolak pesona ku, baru kamu Jeremi yang hanya menikmati dan memanfaatkan tubuh ku saja. tapi hati dan cintamu kau berikan pada perempuan lain."
gerutu Gracia sambil memperbaiki penampilannya dihadapan Jeremy nantinya.
Diruangan kerjanya yang luas dan nyaman, Jeremi nampak sibuk dan fokus pada pekerjaan nya, dia semakin bersemangat ditambah lagi dengan istrinya yang tengah hamil.
Tok tok tok!
__ADS_1
"Masuk!"
"Tuan ada tamu untuk anda." ucap Jason.
"Tamu, siapa dia?"
"Nona Grace, teman masa kecil anda."
"Katakan jika aku sedang sibuk."
"Baik tuan."
Jeremi megusap kasar wajahnya, semenjak menikah dengan Elisa, dia ingin merubah gaya hidupnya yang dulu bebas menjadi pria yang lebih baik lagi, dengan mengubur semua masa lalu kelamnya. termasuk dalam urusan bisnis Jeremi tidak mempunyai ambisi seperti dulu lagi yang selalu menghalalkan segala cara, dia hanya ingin bekerja dengan cara benar.
"Hallo Jeremi, apa kabar?"
"Grace?"
"Ya, kenapa kamu berubah dan mengabaikan aku. apa sekarang kamu sudah memiliki wanita haru sebagai penghangat ranjang mu?" tersenyum Grace berjalan mendekati Jeremi.
"Bukan urusanmu mu, Grace."'
__ADS_1
"Jeremi, jangan seperti ini. aku masih sangat merindukan dan mencintai mu. please jangan tolak aku, aku tidak masalah meskipun hanya menjadi wanita yang ke-dua dihatimu, yang penting kita masih bisa bertemu dan bercinta seperti biasa." ucap Gracia dengan tatapan penuh gairah.
"Tidak! aku sudah menikah dan tidak mungkin aku menghianati istriku yang tengah hamil muda. lagian aku tidak pernah mencintai mu, Grace."
"Jahat kamu Jeremi!" Grace mengepalkan tangannya emosi.
"Jangan pernah dekati aku lagi Grace, hubungan kita sudah berakhir. masih ba hingga sejnyak pria diluaran sana yang belum menikah, mulailah berubah menjadi wanita baik-baik." ucap Jeremi.
"Tidak! aku hanya menginginkan mu dari dulu hingga sekarang, dan perasaan ku tidak pernah berubah."
Grace berbuat nekad, dia melepaskan sebagian pakainya lalu naik keatas pangkuan Jeremi, pria itu sontak terlonjak kaget dan mendorong tubuh Grace dengan penuh kemarahan.
"Jangan pernah sentuh aku Grace, kalau kamu masih nekad aku tidak segan-segan menyakiti dan mempermalukan diri mu sendiri." ucap Jeremi penuh penekanan, Grace terdiam nyalinya menciut melihat kemarahan Jeremi.
"Cepat tinggalkan ruangan kerja ku!"
"Ba... baiklah."
Jeremi melajukan mobilnya kembali pulang, memecah kegelapan malam. mood-nya memburuk setelah bertemu kembali dengan Grace. tidak jauh dari posisinya sebuah mobil silver keluaran terbaru telah mengikuti mobil Jeremi dari arah belakang.
"Aku harus mengikuti mobil Jeremi, aku ingin tahu perempuan seperti apa yang sudah membuat seorang pria seperti Jeremi bisa berubah dratis."
__ADS_1
Setelah hampir satu jam mutar-mutar, namun tidak ada tanda-tanda Jeremi akan memasuki sebuah perumahan ataupun apartemen.