
Tangan Jeremi mengusap lembut lekuk wajah Elisa, gadis itu memejamkan mata meresapi perlakuan manis dari Jeremi, yang seketika membuat nya terlena dan melupakan kejadian buruk yang pernah dua alami dalam ruangan yang sama.
Ciuman Jeremi semakin lama semakin dalam, tanpa Elisa sadari tubuhnya sudah berada dalam pangkuan pria itu. beberapa kancing baju atasannya yang mulai terbuka. tangan itu menyusup masuk kedalam, mencari dan memainkan area yang paling sensitif dari tubuh Elisa.
"Ahhh...Jeremi, hentikan." desah Elisa berusaha menepis tangan Jeremi. pria itu tidak menghiraukan penolakan Elisa yang terlihat setengah-setengah, dia terus memperdalam cumbuanya.
"Hati-hati ada baby kita di dalam.''
"Ya sayang, aku akan memperlakukan mu dengan penuh kelembutan."
"Aku takut, ada yang melihat kita dengan posisi seperti ini."
"Ini ruangan kerjaku, tidak ada yang berani masuk tanpa seizin ku."
Elisa mulai terbuai dan terhanyut dengan kelembutan Jeremi, hingga mereka bercinta untuk yang kedua kalinya diruang dan soda yang sama.
***
Elisa terbagun dan melirik sekeliling kamar yang tidak dia kenali. rambutnya yang sudah acak-acakan dengan kondisi tubuh tanpa sehelai benangpun, hanya ditutupi selimut tebal. Elisa baru menyadari jika barusan dia habis bercinta dengan Jeremi hingga kelelahan dan tertidur begitu saja. semenjak hamil Elisa merasa tubuhnya sangat mudah lelah dan ngantuk.
__ADS_1
Kruukk... kruukk
"Aku sangat lapar sekali, tapi mana Jeremi?"
Susah payah Elisa berusaha duduk dan menyeret langkah menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya, setelah berpakaian rapi gadis itu keluar dari kamar yang ada diruangan Jeremi, tempat yang sengaja didesain khusus digunakan Jeremi sebagai tempat istrahat.
"Ohh, sudah bangun ya!" ucap Jeremi yang sedang duduk dimeja kerja nya sambil menutup berkas dia berjalan menghampiri Elisa.
"Aku lapar."
"Duduklah, sebentar lagi makan siangnya akan sampai." ucap Jeremi membibing Elisa menuju sofa. tidak lama pintu ruangan diketuk dari luar.
Tok tok tok!
"Tuan, kami mengantarkan makan siang anda."'
"Mmmmhh."
Dua orang OG masuk sambil membawa troli berisi makanan dan minuman, termasuk susu hamil untuk Elisa. mereka menata disebuah meja khusus untuk pasangan ini menikmati makan siangnya. setelah selesai menata hidangan dua OG tersebut pamit.
__ADS_1
"Silahkan tuan, nyonya muda."
"Terimakasih." ucap Elisa merasa sungkan diperlakukan bak seorang putri baik dirumah besar Jeremi maupun ditempat kerjanya.
"Kamu harus makan yang banyak, agar bayi kita sehat dan nutrisi nya terpenuhi." ucap Jeremi menyodorkan berbagai macam makanan yang membuat selera makan Elisa meningkat.
"Kenapa kamu tersenyum menatap ku?" Elisa menjadi salah tingkah karena Jeremi terus menatapnya, mengabaikan makanannya sendiri.
"Aku sangat senang, hari ini terasa begitu spesial bagiku. karena makan siangnya ditemani istri tercinta." ucap Jeremi menatap gemes wajah mungil Elisa, sedangkan yang ditatap langsung bersemu merah. Elisa menjadi salah tingkah dan serba salah.
"Uhuck... uhuck."
"Hati-hati!"
Jeremi dengan sigap membantu mengusap punggung Elisa, karena gadis itu terbatuk-batuk karena ucapannya barusan.
"Tumben pria ini berubah menjadi romantis, ada apa dengan nya?" bathin Elisa kembali melanjutkan makan nya.
"Apa yang kamu rasakan, apa kehamilan mu mengalami masalah?"
__ADS_1
"Tidak, meskipun pada awalnya aku sempat merasakan morningsickness. namun sekarang sudah jauh lebih baik."
"Syukurlah, berarti anakku cukup pengertian dengan kondisi ibu nya." ucap Jeremi tersenyum lepas, yang seketika membuat Elisa berbunga-bunga namun gadis itu kembali menepis perasaan nya.