Dinikahi Miliader

Dinikahi Miliader
Jangan harap bisa menyentuhku!!!


__ADS_3

Anabella merebahkan tubuh kecil nya perlahan di tepi ranjang, masuk ke dalam selimut. namun dia tidak bisa memejamkan mata, sedangkan Revan sudah tertidur pulas.


Tanpa sadar, sebelah tangan Anabella menyusuri lekuk wajah tampan Revan. yang merupakan cinta pertamanya, Anabella merasakan ketenangan yang luar bisa baginya, dia memejamkan mata perlahan dengan posisi tangan yang masih menyentuh wajah Revan. berkhayal bisa menggapai bahtera rumah tanga yang sakinah mawadah warahmah bersama Revan nantinya.


Tiba-tiba Revan membuka matanya, dia langsung terlonjak kaget seraya melindungi dirinya dengan selimut.


"Aaaahhk.....!!! Anabella apa yang kamu lakukan, apa kamu ingin memperkosaku jangan harap!!! gayamu saja yang sok alim tapi memiliki pikiran mesum." ucap Revan dengan nafas tersengal-sengal.


"Tid...tidak... tidak kak, aku tidak sengaja!" menjawab terbata-bata seraya menundukkan kepalanya.


Revan memperbaiki posisi letak guling, lalu melanjutkan tidurnya dengan membelakangi Anabella seraya tertawa culas dalam selimut, membayangkan wajah lucu Anabella yang sedang tertangkap basah karena terpesona oleh ketampanannya.


Anabella ikut mendengelamkan tubuhnya dalam selimut, dia sangat malu sekali, ingin rasanya bersembunyi ataupun menghilangkan diri ke lobang semut sekalipun, merutuki kecerobohannya barusan.


"Ya Tuhan, mau di taroh di mana wajahku nantinya..,, bodoh,.... bodoh, sekali kamu Anabella!!" memukul jidatnya pelan.


Sampai tengah malam Anabella masih belum bisa melupakan kejadian yang menurutnya sangat memalukan itu. sehingga dia berjalan menuju sofa merebahkan dirinya disana.

__ADS_1


"Aku merasa jauh lebih nyaman tidur disini." memejamkan matanya lalu tertidur pulas begitu saja.


Menjelang subuh Anabella terbagun, dia langsung menuju kamar mandi untuk berwudhu lalu sholat subuh, diliriknya Revan masih tertidur pulas.


"Kak...kak Revan baguuun! sholat subuh berjamaah yuk, bareng mommy dan Daddy." ajak Anabella, Revan yang biasanya menolak dan marah, langsung bagun begitu teringat jika kedua orang tuanya masih disini.


"Iya, kamu duluan kebawah nanti aku nyusul." ucap Revan, tidak lupa dia mandi dan keramas terlebih dahulu agar kedua orang tuanya benar-benar yakin jika semalam dia dan Anabella sudah melaksanakan sunah rasul, seperti yang mereka harapkan, sehingga Vella dan suaminya bisa segera pulang dengan nafas lega.


Selesai sholat berjamaah, Revan merasakan ketenangan yang kuat biasa, sesuatu yang sudah lama tidak dirasakanya lagi. sedangkan Anabella pergi ke dapur menyiapkan menu sarapan pagi untuk mereka.


"Anabella, mommy bantu ya."


"Tidak perlu sungkan, mommy senang sekali mendapatkan menantu seperti kamu, selain cantik, Soleha, kamu juga pintar masak."


"Ah mommy jangan berlebihan mujinya, ini juga sudah kebiasaan Anabella. karena dulu sering memperhatikan mommy memasak dan mengurus keperluan aku dan Daddy."


"Iya, ibu kamu adalah wanita yang sangat baik. dulu kami seringkali menghabiskan waktu bersama, terutama dalam hal masak memasak." ucap Vella teringat dia dan Elisa membuat kue untuk suami mereka masing-masing.

__ADS_1


"Mommy kangen masa-masa indah, Anabella bagaimana jika kita membuat kue seperti aku dan Elysa dulunya."


"Setuju banget mom, Anabella siapkan bahan-bahannya dulu ya."


"Iya sayang."'


Selesai dengan masakannya, dua istri cantik itu menata diatas meja.


"Revan, mas. ayo kita sarapan." teriak Vella.


"Wah...wah.... menunya enak-enak semua, pasti Anabella yang masak."


"Iya Daddy, resep dari mommy."


Revan ikut mencicipi masakan Anabella untuk yang pertama kalinya, dia mengakui jika masakan Anabella sangat enak. tanpa sadar Revan sempat nambah dua kali.


Anabella tersenyum senang, sarapan pagi kali ini terasa berbeda, penuh kehangatan sebuah keluarga, hal yang sudah lama tidak dirasakanya semenjak kedua orang tuanya meninggal. begitu juga dengan Ravela, dia seolah-olah merasakan kembali kehadiran sahabatnya Elisa, saat mencicipi masakan Anabella yang rasanya begitu mirip dengan masakan Elisa dulu.

__ADS_1


Selesai sarapan, Ravela dan Alex kembali pulang kerumahnya, Anabella dan Revan juga berangkat bekerja ke perusahaan mereka masing-masing.


__ADS_2