Dinikahi Miliader

Dinikahi Miliader
Melepas rindu


__ADS_3

"Sayang, bagunlah kita sudah sampai." ucap Alex mengusap lembut lengan sang istri.


Vella membuka perlahan matanya, senyum mengembang begitu melihat mami sudah berdiri dihalaman yang luas, sambil merentangkan kedua tangannya. didampingi para pelayan rumah untuk menyambut kedatangannya.


"Mami, aku merindukanmu." ucap Vella.


"Mami juga sayang, bagaimana dengan kondisi mu, nak?"


"Udah mendingan sih mi, meskipun morningsixnes yang Vella rasakan masih berlangsung."


"Vella, yang sabar ya nak, mami yakin kamu pasti bisa melewati semua ini. semangat lah demi bayimu."


"Iya mami." jawab Vella tersenyum.


"Ayo kita langsung masuk kedalam rumah, kamu langsung istrahat saja di kamar. jika butuh sesuatu panggil saja mami, suami mu atau pelayan." ucap mami menuntut langkah Vella, sedangkan Alex hanya melonggos mengikuti dari belakang. melihat mami yang sudah berubah mengabaikan dirinya.


Vella merebahkan tubuhnya di ranjang, Alex ikut berbaring sambil menatap wajahnya.


"Sayang, apa kamu menginginkan sesuatu. pijatan lembut misalnya."


"Tidak, tapi kalau minum jus buah naga boleh juga. tapi aku ingin kamu yang membuat nya suamiku, bukan pelayan. kamu tidak keberatan kan sayang?" ucap Vella merajuk dengan ekspresi Imut nya.


"Baiklah, tunggu sebentar ya."


Malamnya, mereka lewati tidur pulas sambil berpelukan dan berbagi udara dan selimut yang sama. rasa lelah setelah perjalanan jauh terobati setelah bagun tidur, saat Vella menggeliat Alex malah semakin mengeratkan pelukannya.


"Sayang, aku masih ngantuk. kita lanjutkan lagi tidur nya ya." pinta Alex yang masih sangat ngantuk, namun dia tidak bisa tanpa Vella dalam pelukannya.


"Baiklah, tapi longgarkan pelukan mu. aku kesulitan untuk bernafas."

__ADS_1


Tanpa terasa mereka ketiduran lagi, hingga mentari pagi sudah bersinar terang. menghangatkan seluruh isi bumi. Alex membuka matanya seraya tersenyum memperhatikan wajah ayu dan polos istri nya yang terlihat semakin mengemaskan jika sedang kesal ataupun marah.


Vella membuka matanya, dia sempat kaget karena wajah Alex yang begitu dekat dihadapan nya. hanya berjarak beberapa centi saja.


"Selamat pagi, menjelang siang istri ku yang manis."


"Apa, siang?"


Vella menatap arah jendela kaca, suara burung saling berkicauan dan cahaya yang sangat terang. membuat mata nya silau.


"Suamiku, kita ketiduran."


"Ngak papa, mungkin ini efek karena kita kecapean habis perjalanan jauh. ayo mandi kita harus segera sarapan." ajak Alex.


"Apa kamu tidak pergi kekantor."


"Tidak!"


"Sayang, keringkan rambut ku juga." duduk disebelah sang istri.


"Pakai ini saja gimana?" ucap Vella mengangkat hairdryer yang dipegangnya.


"Tidak, aku ingin kamu mengunakan handuk."


Vella mengikuti kemauan suaminya, setelah itu mereka berpakaian santai menuju balkon. disana akan lebih terasa tenang dan nyaman digunakan untuk menikmati sarapan. Alex meminta pelayan mengantarkan dan menyiapkan sarapan untuk mereka disana.


Tidak lama, pelayan datang membawa troli berisi makanan, buah-buahan dan susu hamil. mereka lalu menata diatas meja dengan rapi.


"Silahkan tuan, nona."

__ADS_1


"Terimakasih."


Vella tersenyum senang, melihat diatas meja sudah tersedia menu kesukaan nya. susu hamil dan beberapa vitamin untuk dia minum agar membantu mengurangi rasa mual dan pusing yang terkadang masih dirasakannya.


"Ayo makan, aku yakin kamu dan bayi kita sudah kelaparan sekarang!" Ucap Alex menarik Vella untuk duduk disebelahnya.


"Ya, sepertinya morning sickness yang aku rasakan juga sudah mulai berkurang."


"Kalau begitu, makanlah sesuka hatimu. termasuk buah-buahan segar agar nutrisi untuk mu dan bayi kita terpenuhi."


Mereka menikmati sarapan, setelah selesai Alex membuka layar ponselnya memeriksa beberapa email masuk dari asistennya.


"Suamiku, apa kita akan dikamar saja?"


"Ya, aku ingin menghabiskan waktu seharian ini dengan berduan dalam kamar bersama mu, sayang." ucap Alex tersenyum mesum, lalu kembali menatap layar ponsel yang dipegangnya. tidak lama setelah itu Alex menarik Vella untuk naik keatas pangkuannya.


"Sayang, kamu masih ingat pesan dokter kan?"


"Ya, aku akan hati-hati demi bayiku." ucap Alex mulai mencium bibir manis Vella yang habis meminum jus buah. mengangkat tubuh istri kesayangan menuju kamar.


"Aaagghh..."


Vella mendesah begitu Alex menggigit lembut dan memainkan area sensitif nya dengan lidah dan hisapan, bahasa tubuh Ravela yang tidak bisa dia kendalikan setiap mendapatkan rangsangan dari sang suami, yang begitu tahu letak titik-titik sensitif nya.


"Panggil namaku, sayang."


"Alex...x!!! aku .."


"Sayang, tahan dulu. aku masih ingin bermain-main dengan tubuh indah mu yang sudah menjadi candu bagiku." bisik Alex.

__ADS_1


***


__ADS_2