Dinikahi Miliader

Dinikahi Miliader
Arini berterus terang


__ADS_3

"Mama, mau kemana?"


"Bukan urusanmu Sena, sebaiknya kamu tetap dirumah saja."


"Mama kok gitu sih, mentang-mentang Ravela sudah kaya sekarang. jadi mama lebih berpihak padanya." gerutu Sena.


"Sebaiknya kamu diam Sena, karena kamu hanya bisa mengacaukan keadaan." balas Arini lalu meninggalkan rumah begitu saja.


Arini ini ingin mengunjungi kediaman Alex, dengan membawa misi khusus dari Kenzo. begitu sampai Arini langsung disambut senyum dan pelukan hangat dari Ravela.


"Mama!"


"Ravela, sayang bagaimana dengan keadaan mu nak." sapa Arini menatap sayang anak angkatnya, sambil menatap perut Ravela yang semakin membesar.


"Alhamdulillah, aku sehat-sehat ma."

__ADS_1


"Syukurlah, mama senang mendengar nya. Oya mana Alex suamimu?" tanya Arini mengedarkan pandangannya.


"Alex sedang keluar kota, ma. ada pekerjaan yang tidak bisa diwakilkan." ucap Vella membawa Arini menuju teras yang menghadap ke taman.


Ada keraguan di hati Arini untuk berterus-terang pada Ravela, mengingat kondisi anak angkatnya. yang tengah hamil. dia takut Ravela akan syok dan berakibat fatal pada kandungan nya, namun dorongan yang kuat dari dalam hatinya serta janjinya pada Kenzo membuat Arini akhirnya buka suara.


"Vella, sebenarnya mama mempunyai tujuan tertentu datang kesini. mama harap kamu siap mendengarkan apapun yang mama jelaskan nantinya." ucap Arini sambil mengeluarkan sebuah foto usang dari dalam tas nya.


"Katakan lah ma, memangnya ada apa?" Vella mengerutkan keningnya penasaran.


"Apa maksud mama?"


"Dulu, papa membawa kamu masuk kedalam keluarga kami. saat itu kamu masih sangat kecil dan imut-imut, mama juga tidak mau tahu dan menyelidiki kehidupan mu sebelumnya. bagi kami kehadiran mu sudah menjadi anugrah terbesar sehingga tidak peduli akan asal-usul dan masa lalu keluarga mu." Arini mengehentikan ucapan nya, pikiran wanita paruh baya itu berputar-putar pada masa dulu, dimana saat kedatangan Vella dalam keluarganya dan kasih sayang yang penuh dari suaminya sehingga membuat Sena selaku anak kandung sering merasa iri dengki terhadap gadis kecil itu, merasa perhatian kedua orang tuanya direbut.


"Ma, langsung saja pada topik pembicaraan. aku semakin bingung ma."

__ADS_1


"Vella, kemaren ada seseorang yang bernama Kenzo datang kerumah. dia mengatakan jika dia adalah saudara laki-laki mu, yang kehilangan adik perempuan semenjak dua puluh satu tahun silam, dan ciri-ciri yang disebutkan sama persis denganmu, nak. termasuk tanda lahir yang kamu miliki. bahkan dia juga membawa foto masa kecil mu." ucap Arini sungguh-sungguh.


"Saudara laki-laki ku?"


"Ya, nak. bahkan dia juga menitip kan sebuah foto keluarga, coba perhatikan gadis dalam gendongan wanita ini, sama persis dirimu waktu masih kecil dan datang kerumah kami, laki-laki yang berdiri disebelah perempuan yang seperti ibumu ini adalah Kenzo saudara laki-laki mu." ucap Arini memperjelas.


Pandangan Vella tertuju pada wanita dalam foto, ada rasa rindu yang sulit dilukiskan. Vella merasa pernah merasakan belaian lembut kasih sayang nya, seakan bayangan yang terlihat sangat samar mengantarkan pada masa lalunya indah.


"Ibu?"


Suara Vella tertahan, butiran bening membasahi wajah cantiknya. kemudian pasangan Vella beralih pada sosok anak laki-laki yang sama persis dengan anak laki-laki yang seringkali muncul dalam mimpi-mimpi nya.


"Anak laki-laki ini?"


Tiba-tiba Vella merasa kepalanya sangat sakit, pandangannya mulai gelap.

__ADS_1


"Vella, kamu kenapa nak?"


__ADS_2