
Kenzo menarik paksa sebelah tangan Natali, hingga dia terhempas ke sisi ranjang, belum sempat gadis itu bangkit Kenzo sudah menindih tubuh nya dari atas lalu mengikat ke-dua tangannya. merobek paksa pakaian yang masih tersisa ditubuh Natali.
"Lepaskan aku Kenzo, aku mohon Hick... Hick." Natali berteriak disela Isak tangisnya, namun hal itu justru membuat Kenzo lebih bersemangat mengerayangi tubuh nya yang tidak berdaya.
Kecupan Kenzo makin lama makin liar, membuat tubuh Natali beberapa kali bergetar hebat dan area sensitif nya berdeyut-denyut setiap menerima serangan dan sentuhan Kenzo.
"Kamu menyukai permainan ini, isteri ku? baiklah aku akan membawa mu terbang ke awan biru. aku ingin membuktikan jika suami mu ini adalah Pria yang paling hebat di ranjang, sehingga kamu tidak akan memikirkan laki-laki lain." bisik Kenzo tersenyum sinis.
Beberapa gaya dilakukan Kenzo dengan tangan Natali yang masih terikat, teriakan Natali semakin kencang saat Kenzo memaksa memasukinya dari jalan belakang.
"Kamu benar-benar bajingan, Kenzo. aku jijik padamu." umpat Natali namun Kenzo tidak menghiraukan malah dia semakin mempercepat gerakannya.
Kenzo tersenyum puas, setelah itu dia melepaskan ikatan tangan Natali yang terlihat sudah tidak berdaya. wajah cantik Natali terlihat kusut dan kacau balau. Natali yang lemah tidak bisa mengeluarkan suara lagi, selain mengumpat perbuatan Kenzo dalam hatinya.
***
Pagi harinya, Natali membuka mata yang terasa berat. seluruh tubuhnya sangat sakit seolah-olah habis digebukin, ditambah lagi rasa mual dan pusing membuatnya tidak mampu untuk bagun. Pelayan wanita yang membantu membersihkan tubuh Natali menjadi khawatir, sehingga dia langsung menghubungi Kenzo.
"Hallo, ada apa kalian menghubungi ku?"
__ADS_1
"Tuan, tubuh nyonya muda sangat panas, sepertinya dia tengah sakit." ucap pelayan.
"Apa? Natali sakit, cepat panggil kan seorang dokter untuk memeriksa kondisi nya." ucap Kenzo, terbesit rasa cemas karena terlalu keras terhadap wanita yang sudah dinikahi nya itu.
"Sudah tuan, dokter bilang nyonya harus dirawat dirumah sakit. karena kondisinya semakin melemah. bahkan beberapa hari ini nyonya tidak makan sama sekali."
"Kalau begitu, cepat kalian bawa dia."
"Ya tuan muda."
Kenzo memperhatikan melalui rekaman cctv yang terhubung dengan ponselnya, nampak pelayan memapah tubuh Natali yang lemah menuju mobil.
"Aku harus memastikan secara langsung, jangan-jangan ini cuma akal-akalan Natali agar bisa lepas dariku." umpat Kenzo, meskipun begitu rasa cemas tidak bisa lepas dari pikirannya.
Dirumah sakit, kondisi Natali semakin membaik setelah dipasang infus. dia memejamkan mata namun pikirannya masih teringat perbuatan Kenzo yang kejam dan tanpa perasaan. seketika tangannya mengepal penuh kebencian.
"Aku akan membuat kamu menyesali perbuatan sadis dan kejam mu ini seumur hidup, Kenzo." umpat Natali. kondisi Natali yang labil membuatnya nekat, tanpa pikir panjang di mengambil sebuah pisau buah yang terdapat disamping meja perawatan nya, lalu menyembunyikan dibawah bantal.
"Aku akan menghabisi mu Kenzo, tidak peduli dengan nyawaku sendiri yang akan menjadi taruhannya." gumam Natali.
__ADS_1
Kenzo mempercepat langkah kakinya memasuki koridor rumah sakit, dia langsung menuju ruang dokter untuk memastikan lebih lanjut tentang kondisi Natali.
"Silahkan masuk, tuan Kenzo." ucap dokter tersenyum ramah.
"Terimakasih." Kenzo duduk dikursi saling berhadapan dengan dokter.
"Bagaimana dengan kondisi istri saya dok?"
"Istri Anda tengah hamil, bahkan sudah masuk bulan ke-dua." ucap dokter memberikan sebuah kertas berisi hasil pemeriksaan nya.
"Natali hamil, anakku?"
Tangan Kenzo bergetar memperhatikan kertas tersebut, hati dan jiwanya yang selama ini hampa seakan menghangat kembali begitu mendengar kabar bahagia tersebut.
"Saran saya, tolong dijaga dan diperhatikan sekali suasana hati nyonya Natali, karena saya melihat dia seperti tertekan sehingga membuat emosi nya tidak stabil, bisa saja dia akan lepas kendali yang berakibat hiruk terhadap kehamilannya." ucap Dokter.
"Baik, dokter."
Setelah mendengar penjelasan dari dokter, terbesit rasa khawatir dan penyesalan di hati Kenzo, langkah nya terayun pelan memasuki ruangan perawatan Natali, nampak gadis itu tengah memejamkan mata begitu mengetahui kedatangan Kenzo.
__ADS_1