
Kesibukan Alexander tidak jauh beda dengan Kenzo, demi bisinis baru mereka rela kerja lembur dengan semangat untuk membahagiakan anak istri mereka yang sama-sama tengah hamil besar.
"Semoga Natali tidak menunggu ku pulang." gumam Kenzo memasasuki rumah yang baru satu bulan ini mereka tempati, karena Natali tidak mau untuk kembali kerumah Kenzo yang dulu, karena setiap mengingat rumah itu trauma masa lalu atas sikap kasar Kenzo kembali melintas di benak Natali, sehingga demi kenyamanan sang istri tercinta, Kenzo membeli rumah yang jauh lebih nyaman dan tenang berharap cepat atau lambat Natali benar-benar sudah bisa melupakan masa lalu buruk nya.
Seorang pelayan wanita yang bernama Nita, langsung membukakan pintu masuk untuk Kenzo.
"Silahkan masuk tuan muda!"
"Mmmmhh."
Kenzo menjawab dengan gumaman, sambil melirik jam dipergelangan tangannya.
"Sudah jam setengah satu malam."
"Apa istri ku sudah makan malam, atau dia menunggu ku pulang?" tanya Kenzo tanpa melirik kearah pelayan yang terlihat ingin menggodanya.
"Sudah tuan." berusaha bersikap manja dengan tatapan penuh gairah.
Kenzo langsung menuju kamar pribadinya bersama Natali, dia tidak suka pada perempuan yang berusaha mendekati nya. Kenzo sangat membenci para wanita yang menyukai pria beristri.
Sampai dikamar, nampak Natali tidur sambil memeluk sebuah guling empuk. Kenzo memperhatikan wajah tenang dan deru nafasnya yang teratur, tangan Kenzo mengelus-elus perut Natali, senyum mengembang begitu bayi dalam perut itu bergerak seakan merespon sentuhan Daddy nya.
"Tidurlah anakku, semoga kamu tumbuh sehat diperut mommy." bisik Kenzo.
Merasa tubuhnya yang lengket karena seharian bekerja, Kenzo segera menuju kamar mandi dengan langkah pelan agar tidak membangunkan Natali yang tengah terbuai mimpi indah.
Kenzo mandi dengan air hangat, setelah merasa segar kembali dia keluar kamar. sambil mengeringkan rambut yang masih menetes sisa-sisa air bekas keramas nya barusan. aroma wangi sampho menyeruak membuat Natali perlahan membuka matanya.
__ADS_1
"Kenzo, kamu sudah pulang?"
"Ya, barusan."
"Kenapa tidak membangunkan aku?"
"Aku tidak tega sayang, melihat mu tidur dengan pulas nya." Kenzo tersenyum duduk disebelah Natali dengan hanya mengunakan boxer saja.
"Kenzo, apa kamu sudah makan malam?"
"Belum, sebenarnya aku ingin pulang cepat untuk makan malam berdua dengan mu, namun karena banyaknya pekerjaan yang menumpuk membuat ku melupakan perut ku sendiri." jawab Kenzo terkekeh.
"Seharusnya kamu lebih mengutamakan kesehatan." ucap Natali terlihat kawathir.
"Baiklah, lain kali aku tidak akan seperti ini lagi."
"Aku ingin menyiapkan makan malam untuk mu, kamu harus makan meskipun sudah terlambat untuk waktu makan malam nya."
"Baiklah, sayang. kamu temani aku makan ya."
"Tentu, suamiku.''
Kenzo sangat bahagia melihat perubahan sikap Natali, sangat lembut sesuai dengan istri idaman yang diharapkan nya selama ini.
"Nyonya, ada yang bisa saya bantu?" Nita tiba-tiba muncul dihadapan Natali yang hendak menuju dapur untuk memanaskan makanan.
"Nita, kamu belum tidur?"
__ADS_1
"Belum nyonya, silahkan duduk biar saya saja yang membantu memanas makanan ini, nyonya." ucap Nita. dadanya semakin deg-degan begitu melihat Kenzo turun dengan hanya mengenakan kaos oblong dan celana pendek.
"Tidak perlu, kamu silahkan masuk kamar. biar aku dan istriku saja disini." ucap Kenzo, membuat Nita menghentikan gerakannya menahan rasa kesal, niat hati untuk menarik perhatian Kenzo gagal total, pria itu benar-benar susah untuk di taklukan.
"Baiklah tuan."
Nita kembali masuk kedalam kamar nya, tangan nya mengepal kesal.
"Seumur hidup ku, baru kali ini aku mendapatkan penolakan." gumam Nita, karena sudah banyak majikan tempat nya bekerja bertekuk lutut pada pesona yang dimilikinya, namun hal itu tidak berlaku untuk Kenzo.
"Untuk kedepannya, aku lebih suka kamu yang melayani kebutuhan pribadi ku. atau bibi Ijah yang melakukan nya." ucap Kenzo menatap makanan yang tersaji dihadapannya.
"Kenapa, apa kamu tidak menyukai pelayan baru itu?"
"Ya, sepertinya dia mempunyai maksud tertentu. dan aku paling tidak suka." jawab Kenzo.
"Baiklah, sekarang kita makan dulu."
Natali membantu mengambilkan makanan ke piring Kenzo, setelah itu piring nya sendiri, mereka menikmati makan malam yang hangat sesekali saling suap-suapan. selesai makan Kenzo menatap Natali penuh gairah.
"Bagaimana jika menu selanjutnya, memakan mu, sayang."'
"Tidak!!!" jawab Natali malu-malu, sesungguhnya perlakuan manis yang ditujukan Kenzo setiap saat sudah mampu mengikis sedikit demi sedikit perbuatan buruk masa lalu hubungan mereka.
"Ayolah." bujuk Kenzo menarik tangan Natali menuju kamar mereka berdua, mengabaikan sepasang mata mengintip tidak suka akan kebahagiaan yang baru saja diperoleh pasangan muda ini.
***
__ADS_1