
Alexander memeluk Ravela yang masih merentangkan tangannya, ibarat mereka sedang menempuh perjalanan disebuah kapal pesiar termewah seperti Titanic.
"Sangat romantis, benar-benar pasangan yang serasi."
Pelayan Villa, yang tengah menyiapkan menu makanan dan minuman yang menjadi ciri khas daerah itu. tersenyum melihat kemesraan yang ditujukan mereka berdua.
"Maaf mas, apa boleh saya bantu memfoto Anda dengan posisi seperti ini, agar momen bahagia mas dan mbaknya bisa dilihat anak cucunya kelak." ucap pelayan tersebut memberikan ide yang cemerlang.
"Ide yang bagus." seru Alex.
Alex merogoh ponsel nya dan memberikan pada pelayan laki-laki tersebut, lalu kembali ke posisi mereka semula.
"Okey siap, satu.... dua...tiga, Cekidot." ucap pelayan itu, yang membuat pasangan ini yang semula sudah siap, menjadi tertawa lepas mendengar perkataan nya.
__ADS_1
Namun justru, momen seperti itu yang membuat kesan foto mereka terlihat sangat romantis dan penuh kebahagiaan. Ravela sangat senang setelah melihat hasil foto mereka berdua. Ravela langsung mengapload ke media sosial nya. dan langsung menjadi trend topik pembicaraan para sahabat-sahabat nya, tidak terkecuali Sena yang selalu mencari tahu tentang perkembangan kehidupan Ravela.
"Ternyata mereka berlibur di Villa yang tidak terlalu jauh dari tempat persembunyian ku selama ini. kesempatan bagiku untuk membalas rasa sakit hatiku, kamu harus hancur dan tidak boleh bahagia Vella, ha....ha...." Sena yang sudah terganggu kejiwaannya mulai mencari cara untuk mencelakai Vella yang merupakan target utamanya.
Sena mengunakan penutup wajah, keberaniannya semakin meningkat begitu melihat tidak adanya penjagaan khusus yang biasanya selalu mengikuti Vella. sepertinya Alex terlalu percaya diri jika mereka akan aman-aman saja.
"Sayang, kita makan dulu ya."
Alexander membimbing tangan Ravela, menuju hidangan lezat dan menggugah selera yang barusan disiapkan pelayan. dengan mesra dan penuh perhatian Alex menyuapi lopster panggang kemulut sang istri.
"Kok semalaman, ngak mau ingat kondisi ku yang lagi hamil. satu ronde saja karena besoknya aku udah ngak sabaran lagi pengen lihat penyu bertelur secara langsung." ucap nya polos, laku melanjutkan makannya.
"Ngapain lihat telur penyu, mending lihat telur ku saja." Alex kembali menggoda Vella dengan mengigit kecil daun telinga nya. sehingga membuat perempuan itu berteriak karena kaget dengan tingkah konyol suaminya yang seringkali tidak mengenal tempat.
__ADS_1
"Ya bedalah, telur penyu terlihat lebih nyata dan warnanya putih." balas Vella sewot.
"Punyaku juga putih, kembar lagi hidup!" Alex tidak mau kalah.
"Ihss, dasar mesum yang sudah mendarah daging."
"Tapi kamu suka kan?"
Pasangan ini terus bercanda gurau, sesekali berdebat untuk hal-hal yang tidak penting. udara sejuk yang berembus kencang membuat Ravela mulai kedinginan dan menguap beberapa kali.
"Sayang, kamu sudah ngantuk?"
"Ya."
__ADS_1
Alex mengendong tubuh sang istri menuju kamar, pria itu tidak ingin memaksakan kehendaknya melihat istrinya yang mulai kecapean. Alex memijid pelan kedua kaki vella, agar istri nya kembali merasa nyaman. tidak lama deru nafas Vella mulai teratur yang menandakan jika dia sudah tertidur pulas.
Alex menyelimuti sang istri hingga batas dada, lalu dia ikut merebahkan tubuhnya diselimut dan bantal yang sama, tidur sambil berpelukan dengan mengenyampingkan keinginan nya yang kuat untuk bercinta malam ini.