
"Suamiku, kamu lupa ya. kalau kita akan jalan-jalan dengan sepeda motor bukanya mobil." ucap Ravela mengingatkan Alex.
"Apa?"
"Naik motor berduaan." ulang Ravela seraya memperagakan.
"OOO... baiklah."
Alex memerintahkan pengawal menyiapkan Moge koleksi pribadinya, dan beberapa orang pengawal yang juga mengunakan Moge untuk mengikuti mereka dibelakang. seperti konvoi sebuah komunitas.
"Bagaimana, kamu puaskan sekarang." tanya Alex saat semua persiapan sudah matang.
"Suamiku, bukan jalan-jalan seperti ini yang aku inginkan. tapi ala-ala rakyat jelata, seperti naik angkot ataupun motor sederhana tanpa ada iring-iringan konvoi seperti ini, bagaimana jika kita pinjam motor pak satpam saja." ucap Ravela antusias, karena menurutnya hanya motor pak satpam lah yang paling sederhana dibandingkan dengan yang lainnya.
"Oke, asalkan itu bisa membuat mu senang." ucap Alex menyetujui. meskipun dia lebih suka naik mobil agar istri cantik nya tidak terkena paparan sinar matahari langsung. seperti halnya Natali dulunya, yang begitu takut riasan kecantikan akan luntur.
Setelah pengawal mengecek kelayakan motor yang akan mereka gunakan, pasangan ini pun dipersilahkan untuk mengendarai motor tersebut.
"Pegangan yang kuat." ucap Alex sebelum melaju berbaur dengan kendaraan lainya.
"Iya suamiku."
Ravela melingkari pinggang Alex dengan kedua tangannya, dia sangat menikmati udara bebas menyentuh kulitnya. begitu juga dengan Alex, sudah sangat lama dia tidak mengendarai motor ditemani wanita yang dicintainya.
"Sekarang kamu ingin kemana?"
"Bagaimana jika tempat pertama yang kita kunjungi, adalah pantai pasir putih. aku ingin menikmati udara pantai dan menginjakan kakiku langsung di atas pasirnya."
"Oke."
Tidak lama, Alex mengentikan sepeda motor ditepian pantai yang terbentang luas. Ravela tersenyum melihat keindahan alam di hadapannya.
__ADS_1
"Ayo sayang, aku akan menemanimu mengelilingi pantai ini." mereka berjalan saling berangkulan, banyak perempuan cantik berbikini yang berusaha menarik perhatian Alex, namun dia tidak tergoda sama sekali. cara berpakaian Ravela yang sopan jauh lebih menarik dibandingkan mereka.
"Deru ombak ini terdengar sangat indah, tipuan angin yang segar dan menenangkan. suasana alam yang membuat ku tiba-tiba merindukan kampung halaman kita." ucap Vella menyandarkan kepalanya di dada bidang Alex.
"Bersabarlah, kita akan segera kembali."
"Suamiku, disana seperti ada pasar rakyat. bagaimana jika kita berjalan kesana. aku yakin seorang Alexander belum pernah pergi ketempat seperti itu?" tantang Ravela.
"Hari ini milik mu istri ku, aku akan menuruti semua keinginan mu."
Alex memacu motor nya dengan kecepatan sedang, namun dia meminta Vella agar semakin mengeratkan pelukannya.
"Ayo suamiku, kita sudah sampai."
Setelah memarkir motor, Ravela mengandeng mesra sebelah tangan Alex, memasuki pasar rakyat yang ramai pengunjung. meskipun begitu Ravela melihat beberapa orang pengawal Alex tetap mengawasi mereka dari kejauhan.
"Tidak masalah bagiku jika jalan-jalan kami tetap diikuti, yang penting mereka tidak menganggu kesenangan kami." bathin Vella.
Ravela memperhatikan banyak sekali pernak-pernik khas buatan masyarakat setempat, dia dan Alex mulai memilihnya.
"Suamiku, ingat tema kencan kita. disini kita cuma rakyat biasa yang tidak bermodalkan banyak uang. jadi beli barang-barang nya cuma satu-satu saja, jika perlu yang paling murah unik dan menarik." jawab Ravela.
"Aku beli yang ini."
"Sebentar nona, kami akan membungkus nya."
Setelah membayar, melanjutkan jalan-jalan yang membuat Alex banyak menemukan hal baru yang belum pernah dia temui secara langsung di kehidupan nyata nya.
"Sayang, kita makan di kaki lima itu ya!"
"Jangan, nanti tidak higienis dan kamu bisa sakiiit." tolak Alex.
__ADS_1
"Dulu aku seringkali makan ditempat seperti itu, rasanya sangat nikmat dan lezat. sampai saat ini aku masih sehat bugar."
"Ya ..ya..." jawab Alex pasrah ketika Vella menarik tangan nya memasuki tempat yang hampir penuh oleh pengunjung, berhubung sudah masuk jam makan siang.
"Selamat datang tuan dan nyonya, silahkan masuk. kami sudah menyediakan menu seafood yang rasanya tentu tidak akan mengecewakan." ucap pelayan.
Mereka menunjuk meja dan kursi yang masih tersisa untuk pasangan ini, Ravela menarik tangan Alex yang terlihat masih ragu untuk memasukinya.
"Sekarang keluarkan menu andalan kalian, aku ingin mencicipi nya satu persatu." ucap Vella bersemangat.
Seperempat menit menunggu, pelayan datang dengan membawa banyak makanan yang hampir memenuhi meja makan dihadapan mereka berdua.
"Kamu yakin menghabiskan semuanya?" tanya Alex seakan tak percaya.
"Tentu, karena ini semua makanan kesukaan ku." jawab Vella santai, saat akan memulai makanya. beberapa pengamen datang menyanyinya lagu andalan mereka yang membuat suasana semakin ramai.
"Suamiku, bagaimana rasa makanannya?"
"Enak." jawab Alex memakan makanan dipiring nya, sesekali dia menyuapi Ravela, muka gadis itu bersemu merah karena apa yang dia inginkan selama ini terwujud.
"Kamu senang?"
"Tentu, suamiku."
Ravela memberikan senyum termanis nya untuk Alex, sambil menganggukkan kepalanya.
"Mengemaskan sekali istri ku." mencubit kedua pipi Ravela
"Sakiiit sayang."
"Sorry aku kelepasan."
__ADS_1
"Suamiku, apa kamu meminta para pengawal mu untuk mengikuti kita kemanapun?"
"Biarkan saja mereka, yang penting hari ini kita bisa bersenang-senang berdua." ucap Alex seraya membantu Vella untuk menghabiskan jus buah nya.