Dinikahi Miliader

Dinikahi Miliader
Momen indah seorang ibu


__ADS_3

Sampai dikantor, Alex langsung menuju ruangan rapat. semua wajah terlihat tegang. siap dengan laporan bulanan mereka masing-masing, termasuk mempertanggungjawabkan dihadapan Alexander nantinya. yang biasanya tidak pernah mentolerir kesalahan sekecil apapun.


Selama rapat berlangsung, terdapat beberapa kesalahan. dimana mereka sudah tidak berani untuk mengangkat kepalanya ketakutan akan kemarahan Alex yang tidak segan-segan memutasi ketempat paling jauh dengan beberapa sanksinya yang harus mereka jalani.


Alex terlihat tenang, tubuh nya diperusahaan tapi pikiran nya tertuju pada Vella, dan monent indah saat merasakan tendangan bayi nya dalam perut Vella yang terasa sangat mengemaskan.


Hanya wajah asisten Rey yang terlihat kesal seakan ingin memaki-maki dan terlihat sudah siap memberikan hukuman atas kesalahan tersebut, selain orang kepercayaan Alex. Rey juga diberikan tugas untuk menghukum dan mengadili setiap kesalahan karena keteledoran dan kelalaian karyawan.


"Ada apa dengan Presdir kita?"


Sebagian peserta rapat terlihat penasaran dengan sikap tuan Alexander, yang tiba-tiba tersenyum lalu meninggalkan ruangan rapat begitu saja. namun ada juga diantara mereka yang menarik nafas lega, berharap dengan suasana hati Alex yang membaik maka hukuman atas kesalahan mereka pun bisa ditolerir.


"Rey, kamu ambil alih rapat ini. setelah selesai segera laporkan padaku." ucap Alex menuju ruangan kerjanya sendiri. dia tidak berminat untuk meneruskan rapat mengingat konsentrasi nya sudah buyar semenjak pagi.

__ADS_1


Hari ini, Vella sengaja tidak ikut ke butik mami Melinda, dia ingin menikmati duduk di taman seraya membaca novel romantis yang baru saja dibelinya secara online.


Kicauan burung yang saling bersahutan, dan kupu-kupu dengan warnanya yang indah berterbangan dari satu bunga ke bunga yang lain. sedangkan para pelayan sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing.


Vella mengentikan bacaannya, ketika merasakan pergerakan bayinya yang semakin aktif. senyum mengembang dibibir nya mersakan indahnya melewati masa-masa kehamilan yang mungkin tidak sembarangan wanita yang bisa merasakannya.


Tidak lama, seorang pelayan menghampiri Vella, membawa makanan, vitamin dan jus buah kesukaan nyonya muda mereka.


"Baiklah, terimakasih." jawab Vella tersenyum ramah.


***


Ditempat lain, Kenzo sedang membibing istri nya Natalie yang sudah Hamil besar memasuki ruangan dokter. kehamilan Natali sudah masuk bulan ke delapan, satu bulan lebih dahulu dibandingkan dengan kehamilan Ravela.

__ADS_1


"Hati-hati sayang!" bisik Kenzo membantu Natali berbaring diranjang pemeriksaan dokter. berdasarkan hasil USG anak Natali diperkirakan berjenis kelamin perempuan.


"Semoga anak kita secantik kamu, sayang." bisik Kenzo, membuat Natali tersenyum bahagia.


"Bagaimana dengan kondisi kehamilan istri ku, dokter?" tanya Kenzo dengan tatapan mengembun saat melihat bayinya dilayar monitor, dokter tersenyum sambil melanjutkan USG.


"Kondisi kehamilan nyonya Natali, sangat baik dan memuaskan. begitu juga dengan grafis pertambahan berat badan nya juga stabil, termasuk asupan makanan dan gizinya terjaganya dengan sangat baik." terang dokter membuat Kenzo dan Natali saling pandang laku tersenyum senang.


"Anakku, tumbuh sehat ya diperut bunda. kami orang tua mu sangat menyayangi dan menanti-nantikan kehadiran mu." bathin Natali yang kemudian tersenyum saat merasakan tendangan kuat dari dalam perutnya. seakan bayinya ikut beraksi dengan apa yang diucapkan ibunya.


"Dokter, bagaimana frekuensi berhubungan yang aman. mengingat kehamilan istri ku yang semakin membesar?" tanya Kenzo yang membuat Natali tertunduk malu.


"Tidak masalah, semakin sering semakin baik. tapi tetap harus hati-hati." jawab Dokter yang membuat Kenzo merasa lega.

__ADS_1


__ADS_2