Dinikahi Miliader

Dinikahi Miliader
Sumpah Elisa


__ADS_3

Dalam sebuah mobil yang meluncur membelah jalanan yang sepi, perdebatan antara Elysa dan Jeremi masih berlangsung.


"Tuan, apalagi yang Anda inginkan dariku. bukankah aku tidak pernah menuntutmu, lalu cara damai apa lagi yang anda inginkan?" tanya Elisa berusaha memberanikan dirinya diantara rasa takut, jika sewaktu-waktu Jeremi akan kembali mengulangi perbuatan yang melecehkan dirinya.


"Santai saja, kamu tidak perlu takut lagi padaku. karena aku tidak akan mengulangi perbuatan dan kesalahan ku. karena bagiku sangat mudah untuk mendapatkan gadis seperti mu." ucap Jeremi tersenyum simpul, membuat rasa benci yang dirasakan Elisa berkali-kali lipat saat mendengar Jeremi masih mampu tersenyum seakan tanpa dosa.


"Bagi Anda menghancurkan hidup dan kehormatan seseorang wanita sudah biasa, tapi tidak bagiku. semenjak kegadisanku kau rampas. masa depan dan duniaku sudah hancur. aku merasa tidak pantas untuk pria manapun lagi." ucap Elisa dengan air mata bercucuran.


"Seharusnya kamu beruntung, karena aku masih berniat baik untuk berdamai dan memberikan kompensasi."

__ADS_1


"Anda memang pria brengsek, selalu mengukur segala sesuatu dengan uang. aku bersumpah dan berharap hidup mu akan ketiban sial terus menerus, jika perlu tidak satupun wanita yang menerima kehadiran mu lagi, meskipun hidup mu bergelimang harta." teriak Elisa.


Jeremi menepikan mobilnya, tubuhnya seketika membeku mendengar penuturan Elysa. ada rasa penyesalan dan ketakutan setekah mendengar kutukan dari mulut Elisa, sehingga bibir Jeremi terkatub diam tidak mampu untuk berkata-kata lagi.


"Turunkan aku disini, dan jangan pernah muncul lagi dihadapan ku." ucap Elisa, sambil membuka pintu mobil berlari keluar, dia ingin pergi sejauh mungkin dari Jeremi uang tiba-tiba tersadar, namun terlambat Elisa sudah menghilang lagi dari pandangannya.


"Aku kasih merasakan bagaimana hangat tubuh dan manis bibirmu, Elisa. tapi kata-kata mu sangat kotor. bersiaplah karena kamu sudah masuk kedalam perangkap ku." ucap Jeremi yang semakin tertantang dengan sikap yang ditunjukkan Elisa.


Elisa berhasil bersembunyi dari kejaran Jeremi. setelah melihat situasi dan kondisi jalanan yang sepi, Elisa perlahan keluar dari persembunyiannya. mengehentikan ojek untuk mengantarkannya langsung pulang kerumah yang ditempatinya seorang diri, sedangkan kedua orang tuanya masih menetap tinggal diluar kota, kampung halaman Elisa.

__ADS_1


Semalaman Jeremi tidak bisa memejamkan matanya, pikirannya masih menerawang teringat kata-kata Elisa, lalu mengaitkan dengan berbagai kejadian buruk yang mulai menghampiri, termasuk beberapa proyek kerjasama Jeremi yang gagal, bahkan banyak investor yang menarik hubungan kerjasama bisnis mereka secara tiba-tiba..


"Oh my God, apa perkataan gadis itu mulai berlaku pada ku. dasar perempuan aneh, biasanya seorang perempuan akan menagis histeris dan meminta pertanggungjawaban, tapi dia malah menghindari ku dan tidak perduli apapun, termasuk jika dia hamil anakku nantinya." ucap Jeremi gusar berjalan mondar-mandir didepan pintu kamar.


"Apa yang harus aku lakukan? untuk membuang kutukan dan kesialan ini, tidak mungkin aku mandi kembang tujuh rupa ataupun mengemis-ngemis berharap maaf dari gadis itu lagi? mau ditaruh dimana mukaku sebagai seorang yang berkuasa." bathin Jeremi diantara rasa takut dan gengsinya. bahkan beberapa hari ini pria tampan ini tidak meninggalkan rumah, masih berfikir untuk mencari solusi dan jalan keluar dari permasalahan yang dihadapinya.


"Ya, aku harus menemukan tempat tinggal gadis itu, untuk meminta maaf. karena hanya itu jalan satu-satunya, mungkin ini kesempatan untuk merubah hidupku menjadi lebih baik lagi."


***

__ADS_1


__ADS_2