
Alexander, mendengar isakan kesedihan mami merasa bersalah dan kasihan melihat sang mami yang ikut menderita karena dirinya yang tidak pernah mau menerima kenyataan. serta ucapan mami yang mengatakan Ravela yang ikut menderita karena ketidak ihklasanya.
"Mami!"
"Kamu sudah bagun, nak."
"Maafkan aku, mi. bagaimanapun aku harus bangkit dan kuat menerima kenyataan ini, kasihan mami dan juga istriku Ravela. aku tidak ingin dia dan anakku juga bersedih disurga melihat ku seperti ini, aku janji akan berubah seperti dulu lagi, mi." Alex menyentuh tangan mami yang masih menangis memeluk tubuhnya.
"Benarkah nak, mami senang dan bahagia sekali mendengarnya." jawab Melinda dengan mata berbinar-binar bahagia. seakan tidak percaya dengan perkataan yang terlontar dari mulut anaknya.
"Ya mi, Alex akan bangkit kembali demi mami dan Ravela. agar dia tenang menungguku disurga nanti." ucap Alex yang mempunyai semangat hidup lagi.
"Alhamdulillah, terimakasih ya Allah,. anakku sudah kembali seperti dulu lagi, Alexander ku kembali bangkit." Melinda menangis sejadi-jadinya saking bahagianya.
"Buktikanlah nak, jika kamu sekarang sudah benar-benar sembuh dan sudah bisa menerima kenyataan."
__ADS_1
"Baik mi,"
Alex benar-benar membuktikan kata-katanya, pria itu mulai rutin melakukan pengobatan, makan teratur. bahkan dia juga mau memperbaiki penampilannya kembali. bulu-bulu halus yang tumbuh disekitar wajah Alex, sudah dicukur dan terlihat rapi. meskipun begitu Alex menolak dan enggan untuk memotong rambut panjangnya.
Entah bisikan dari mana, yang jelas Alex masih berharap Ravela kembali lagi untuk nya. dan rambut panjang nya itu akan menjadi saksi dari kesedihan yang selama ini dia rasakan saat mereka dipertemukan kembali nantinya. meskipun terkadang Alexander merasa mustahil itu akan terwujud.
"Duh, tampan nya anak mami."
"Bagaimana kabarnya perusahaan kita sekarang mi." ucap Alex yang sudah rapi dengan stelan pakaian kantornya.
"Perusahaan kita, untuk sementara sampai kamu kembali seperti sekarang ini. diambil alih oleh asisten dan orang-orang kepercayaan kita dan opa dulu." terang Melinda.
"Tentu, mami yakin kamu tidak akan mengecewakan mami, nak."
***
__ADS_1
Kehadiran Revano kecil, membuat kebahagiaan Rosalina dan keluarga barunya semakin lengkap. semakin hari bayi nya tumbuh sehat dan sangat mengemaskan mencuri perhatian semua orang dengan wajah tampan nya.
"Rosalina, papa sudah mulai tua dan sering sakit-sakitan. maukah kamu menggantikan posisi papa untuk mengurus perusahaan kita?"
"Mau banget pa, tapi bagaimana dengan anakku, Revano?"
"Beri kami kepercayaan dan kesempatan, untuk mengurus cucu kami dihari tua ini."
"Tentu, karena mama dan papa lah kekuarga yang aku miliki saat ini." ucap Rosalina penuh haru.
"Besok kamu sudah bisa bekerja, asisten Jack akan membantu mengajarkan banyak hal tentang mengelola perusahaan padamu."
Besok nya dengan bersemangat, Rosalina mulai belajar mengurus perusahaan, bahkan dia diberikan seorang guru les khusus agar dia semakin mahir dan fasih dalam mengucapkan bahasa asing. diperusahaan Rosalina mampu menyesuaikan dirinya dengan cepat, banyak karyawan perusahaannya yang menyukai sifat dan keramahan yang dimiliki wanita berwajah ayu tersebut.
Dalam tidurnya, Rosalina seringkali bermimpi tentang seorang pria tampan yang selalu memeluknya dan bersikap posesif. mereka kejar kejaran di tepi pantai hingga menikmati indahnya menelusuri danau. bayangan itu semakin lama semakin nyata. hingga Rosalina terbangun dari tidurnya sambil memegang bagian kepala nya yang terasa sangat sakit.
__ADS_1
"Apa pria itu adalah suami ku, tapi kenapa wajah nya terlihat samar? sehingga aku tidak bisa mengingat wajahnya dengan jelas." bathin Rosalina yang masih belum bisa mengigat keluarga dan ayah kandung dari Revano, putra nya. tapi dia akan tetap berusaha untuk mencari jati diri nya yang sesungguhnya.
***