
"Ma, pa. izinkan aku untuk tetap tinggal sementara waktu dengan kalian. sampai ingatanku benar-benar pulih." ucap Ravela menatap kedua orang tua angkatnya.
"Tentu sayang, ini rumahmu nak. dan kamu bebas tinggal disini kapanpun kamu mau. kamu berdua begitu senang dengan permintaan mu ini, tapi bagaimana dengan suami mu?" ucap Camelia.
"Dia pasti setuju ma, karena aku masih butuh waktu untuk menerima ini semua."
Alex tidak bisa berbuat banyak, apalagi memaksa Ravela dan anaknya tetap ikut tinggal dengan nya dirumah besar mereka dulu, dia mencoba memahami dan bersabar sampai istri nya benar-benar dinyatakan sembuh dan mampu mengingat masa lalunya kembali, dia tidak ingin memaksakan kehendak.
Saat perjalanan pulang, Alex teringat Kenzo. dia memutar arah laju kendaraannya menuju kediaman sang kakak iparnya, dia sudah tidak sabaran lagi untuk memberitahukan tentang keberdaan Ravela.
"Bagaimanapun kondisi Ravela saat ini, kak Kenzo harus tahu kebenaran. jika adiknya masih hidup, dia pasti sangat bahagia dengan kabar ini." bathin Alex.
Begitu sampai dikediaman Kenzo, Alex disambut senyum ramah dan hangat sepasang suami-istri yang akan menyambut kehadiran anak ke-dua mereka, Kenzo bahagia melihat perubahan adik iparnya tersebut.
"Alexander, apa kabarmu dek. sudah sangat lama kamu tidak berkunjung kerumah ini, kakak senang sekali melihat perubahan mu yang sekarang." sapa Kenzo.
__ADS_1
"Iya kak, karena sekarang aku merasa jauh lebih baik lagi. bahkan sangat bahagia." balas Alex tersenyum sumringah. membuat Kenzo merasa penasaran karena perubahan dratis Alex.
"Ya, memang seharusnya kita seperti ini. belajar sabar dan Ikhlas menerima takdir hidup. aku yakin Vella pasti ikut bangga melihat perubahan mu di alam sana."
"Kak, kedatangan ku kesini untuk meluruskan dan menjelaskan sesuatu yang berhubungan dengan istri ku, Ravela." jawab Alex.
"Apa maksudmu, Alex?"
"Ravela, masih hidup kak!"
DEGH!!!
Alex tersenyum, lalu mulai menjelaskan dengan suasana hati yang tenang. pertemuan pertamanya dengan Revan dan perempuan yang bernama Calista, yang merupakan Ravela yang tengah amnesia. termasuk sepasang suami-istri yang begitu berjasa telah menyelamatkan nyawa Ravela.
Kenzo mendengarkan cerita Alex dengan seksama, termasuk foto dan hasil tes DNA miliki Alex dan Revan. sehingga dia percaya jika saat ini adik iparnya itu berbicara sungguh-sungguh dan dalam kondisi sadar.
__ADS_1
"Alhamdulillah, kakak sangat bahagia mendengar penjelasan mu, Alex. bahkan kakak sudah tidak sabar untuk segera bertemu dengan Ravela. adik kesayangan ku." ucap Kenzo dengan mata berkaca-kaca, begitu juga dengan Natali yang ikut terharu.
"Kita tidak bisa memaksa ataupun meminta Vella mengingat masa lalunya dengan cepat, kak. karena bisa membahayakan dirinya termasuk beberapa sel saraf di kepalanya akan ikut rusak."
"Lalu kita harus bagaimana?"
"Dokter akan terus memberikan pengobatan, termasuk terapi. selain itu aku akan mencari rumah sakit terbaik yang bisa membantu Vella." ucap Alex.
"Kakak akan mendukung apapun rencana mu, Alex."
"Terimakasih, kak."
"Jadi, mayat perempuan yang ditemukan tim SAR adalah Sena?"
"Iya kak."
__ADS_1
"Semoga setelah ini, kita semua bisa hidup damai tanpa ada yang saling menyakiti ataupun permusuhan."
"Amiiin."