Dinikahi Miliader

Dinikahi Miliader
Apakah dia mencintaiku


__ADS_3

Vella berusaha mencerna kata-kata Rani barusan, benarkah Alex mencintainya. kalau dipikir-pikir Alex dapat dikatakan pria yang sempurna untuk menjadi suami, bahkan Vella selalu berusaha menepis perasaan dan debaran jantung yang terus berpacu setiap berduaan ataupun dikala Alex menyentuhnya.


Vella larut dalam lamunannya, sehingga dia tidak mengayadri jika Alex sudah berdiri dihadapannya saat ini.


"Kamu kenapa senyum-senyum sendiri, sedang berpikiran mesum ya. atau teringat keperkasaan ku semalam?" goda Alex yang membuat Vella terlonjak kaget, sekaligus merasa malu karena Alex bisa membaca pikiran nya.


"Tidak!"


"Kalau tidak kenapa wajahmu sampai memerah seperti ini, jujurlah aku tidak akan pernah menolak jika kamu ingin kita melakukan nya lagi." Alex semakin senang menggoda Vella.


"Suamiku, aku malu dengan ucapan mu. bagaimana jika ada pelayan yang mendengar."


"Aku tidak peduli, dirumah ini akulah rajanya dan kamu ratu nya."


"Kamu selalu berkata tidak dan jangan, sesuatu yang berbanding terbalik dengan bahasa tubuh mu. lihatlah sekarang kamu bahkan ingin mencium ku." goda Alex ketika Vella memonyongkan bibirnya cemberut.


***


Ditempat lain, Natali mulai putus asa setelah mendengar keterangan dari Jeremi, jika hati dan cinta Alex sudah berpaling dan bukan untuk dirinya lagi.


"Aku menyesal telah pergi meninggalkan mu, aku terlalu yakin jika cinta Alex tidak akan pernah berpaling dariku. ternyata aku salah Hick... Hick."


"Aku benci kamu, Ravela!'

__ADS_1


"Prank!"


"Prank!"


Natali kehilangan kendali, sehingga melemparkan semua beda yang ada dihadapannya, termasuk peralatan makeup mahal yang selalu mendukung penampilan nya sehingga tetap terlihat cantik. semua berserakan dilantai.


"Hick...hick...


Ke-dua tangan Natali mengepal, tubuh nya bergetar menahan emosi dan kekalahan. apalagi teringat bagaimana Alex memperlakukan Vella dengan sangat baik.


"Brengsek!!"


Natali melempar ponselnya ke kaca meja riasnya, hingga kaca itu pecah berserakan. orang tua dan pelayan yang mendengar keributan dari arah asal kamar Natali segera berlari dengan panik, menggedor-gedor pintu kamar tersebut.


"Tok!tok!tok!"


Tidak terdengar jawaban, namun suara benda-benda yang dilemparkan semakin keras. mau tidak mau kamar Natali dibuka paksa. nampak gadis itu tertunduk menagis dilantai dengan penampilan yang sudah berantakan, termasuk seluruh isi kamarnya.


"Aku hancur ma, Alex tidak mencintai ku lagi. dia sudah menikah dan memilih perempuan kampungan itu dibandingkan aku hick...hick."


"Sudahlah nak, kendalikan dirimu." balas sang mama ikut prihatin, tapi dia tidak bisa berjalan mendekati Natali dengan leluasa takut kaki nya terluka, karena banyak pecahan kaca yang berserakan dilantai, sehingga para pelayan harus bekerja keras terlebih dahulu.


Mama meraih tangan Natali, menarik kedalam pelukannya. berharap emosi anaknya kembali mereda.

__ADS_1


"Alex, aku hanya mau Alex kembali seperti dulu, ma."


"Natali, jangan jatuhkan harga diri mu seperti ini, nak. masih banyak pria lain yang mengharapkan cinta mu, terutama Jeremi." bujuk sang mama, karena Jeremi dan Alex sama-sama pria tajir yang memiliki pesona.


"Aku hanya ingin Alex, bukan Pria lain."


"Natali, coba kamu buka sedikit hatimu untuk Jeremi."


"Tidak ma, Jeremi tidak jauh beda dengan Alex. sepertinya dia juga sudah memiliki perempuan lain dihatinya. dia hanya mengganggap ku sebagai sahabat tidak lebih." tutur Natali merasa kehilangan dua pria yang dulu sama-sama memujanya.


"Kalau begitu pertahankan salah satu dari mereka, atau kamu bisa cari pria lain yang jauh lebih kaya. mama yakin kamu bisa mendapatkan nya dengan mudah." bujuk mama yang begitu percaya diri akan kecantikan sang putri.


"Sudahlah ma, saat ini aku ingin sendiri. mama tolong tinggalkan kamarku." teriak Natali yang semakin kesal, karena dipikiran mama hanya kekayaan, tanpa peduli perasaan dan cinta nya yang masih belum berubah untuk Alex seorang.


"Mama hanya ingin yang terbaik untukmu, nak."


Natali yang kesal, mengambil tas dan kunci mobilnya, mengabaikan teriakan sang mama yang kawathir melihatnya pergi dalam keadaan marah.


"Natali, kamu mau kemana nak?"


Natali tidak menjawab, dia langsung menyalakan mobil melaju membelah jalanan tanpa tujuan yang jelas, air mata tidak berhenti membasahi wajah nya.


Hati dan pikirannya hanya tertuju pada Alex, sehingga tanpa sadar, malam ini Natali membelokkan mobilnya menuju kediaman Alex. Natali yang nekad, tidak perduli harus berdebat panjang lebar dengan para pengawal yang berjaga didepan pintu gerbang utama, yang terpenting malam ini dia bisa bertemu dengan Alex.

__ADS_1


Dikamar, Alex baru saja ingin memulai percintaan panasnya dengan Ravela. tangannya tidak mau diam menelusuri lekuk tubuh Vella, yang terus menggeliat kegelian. sedangkan bibir Alex terus mencium bibir dan leher jenjang Vella, sorot mata sayu dan ekspresi Vella yang selalu mengigit bibir bawahnya, membuat Alex semakin terbakar gairah.


"Alex tidak pernah mengatakan cinta padaku, tapi ini apa maksudnya? mengajakku memadu kasih hampir setiap malam. Alex sikap mu benar-benar tidak bisa dimengerti." batin Vella memejamkan mata, berusaha untuk tidak mengeluarkan desahannya.


__ADS_2