Dinikahi Miliader

Dinikahi Miliader
Natalie melahirkan


__ADS_3

"Aduuuuuh sakiiit.!"


Pagi yang cerah ini, Natali tiba-tiba mulai merasakan kontraksi ringan diperutnya. namun semakin lama semakin terasa. keringat dingin membasahi wajah cantiknya yang meringis kesakitan.


"Mana ponsel ku, aku harus menghubungi Kenzo."


"Ini! nyonya muda." ucap pelayan segera memberikan ponsel ketangan Natali, perempuan cantik itu segera menghubungi Kenzo, seraya mengelus-elus perut nya yang terkadang terasa mulas.


"Natali, ada apa sayang?"


"Kenzo, sepertinya aku akan melahirkan bayi kita, cepat pulang karena aku terus menerus kontraksi." adu Natali.


"Baiklah sayang, aku akan segera pulang. minta beberapa pelayan untuk terus berada disamping mu." ucap Kenzo kawathir dan panik menjadi satu.


"Baiklah suamiku."'


Kenzo langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju rumah, beberapa hari ini Kenzo lebih sering melakukan pekerjaan nya dirumah saja, takut sewaktu-waktu Natali membutuhkan nya dirinya, namun karena Natali semalam meyakinkannya jika dia baik-baik saja, membuat Kenzo datang keperusahaan meskipun rencananya cuma setengah hari, tapi baru dua jam apa yang dikawatirkan Kenzo menjadi kenyataan.


"Sayang, kamu tidak apa-apa?" ucap Kenzo begitu sampai dirumah, dia melihat Natali meringis kesakitan di sofa. dia memeriksa kedua paha Natali, takut jika anaknya sudah nongol duluan sebelum sampai dirumah sakit.

__ADS_1


"Cepat, kita harus kerumah sakit!"


"I..iya sayang."


Kenzo segera membantu mengendong tubuh istri mungil nya memasuki mobil, menuju rumah sakit terbaik di kota ini. sepanjang perjalanan Natali tidak henti-hentinya meringis kesakitan.


"Kenzo, aaaahh.... aaaahh... perut ku!"


"Bertahan lah sayang, sebentar lagi kita akan segera sampai dirumah sakit." bujuk Kenzo serata merapikan anak rambut Natali yang berantakan.


"Aku tidak tahan lagi, ini sangat sakiiit."


Natali memegangi perutnya yang tiba-tiba kram, cairan bening mengalir diantara kedua belah pahanya. membuat Kenzo semakin panik, namun dia tidak boleh kehilangan akal dan terus membujuk Natali dengan kata-kata lembut, meskipun dia ikut merasakan sakit dan meringis ketika tangan dan kuku-kuku sang istri melukai tangannya hingga berdarah. namun Kenzo tidak peduli, karena Natali jauh lebih sakit berjuang demi anak mereka.


"Semoga anak dan cucu kita, tidak kenapa-napa ya pa?"


"Ya ma, Natali adalah wanita yang kuat. dia pasti bisa melewati semua ini." kedua orang tua Natali saling menguatkan, meskipun wajah khawatir tidak dapat mereka sembunyikan.


Kenzo berjalan mondar-mandir didepan pintu ruangan bersalin, tidak lama seorang perawat wanita datang menghampiri pria dengan jambang halus diseputaran wajahnya itu. seketika perawat terpana akan ketampanan Kenzo.

__ADS_1


"Tuan, apa anda suami dari nyonya Natali?"


"Ya, betul sust."'


"Apa anda bersedia, masuk dan menemani nyonya Natali dalam proses melahirkan normalnya?" tanya perawat memastikan.


"Bersedia sus."


Kenzo ikut masuk dan langsung menghampiri Natali yang terlihat lemas, namun masih memaksakan senyuman saat melihat kedatangan Kenzo.


"Kenzo."'


"Ya Natali, jangan takut karena aku akan selalu disisi mu." bisik Kenzo mengelus rambut sang istri, yang membalas dengan senyuman, seakan mendapatkan kekuatan luar biasa.


"Nyonya Natali, tolong dengar instruksi dan aba-aba dari saya..satu...dua ..tiga..." ucap dokter memulai membantu Natali proses melahirkan.


Sedangkan Kenzo dengan setia berdiri disamping Natali, sambil membantu memegangi tangannya. melihat sang istri berjuang keras melahirkan anak pertama nya membuat Kenzo tidak tega, namun dia juga tidak tahu harus bagaimana caranya membantu sang istri yang terus mengejan.


Selang setengah jam, terdengar suara tangisan bayi mungil berjenis kelamin laki-laki mengisi sudut ruangan, Kenzo tidak mampu menahan haru melihat putra penerusnya telah terkahir.

__ADS_1


"Selamat nyonya Natali dan tuan Kenzo, anak Anda terlahir sehat dan tidak kurang apapun. dia berjenis kelamin laki-laki." ucap dokter menyerahkan bagi mungil itu kedalam gendongan Kenzo.


"Alhamdulillah, putraku yang tampan." ucap Kenzo menatap Natali sambil tersenyum. Natali terus memperhatikan interaksi Kenzo dan putranya yang membuat nya ikut terharu merasakan kebahagiaan yang luar biasa.


__ADS_2