
Natali terbagun, dia syok saat teringat apa yang sudah terjadi antara dia dan Kenzo barusan, dengan tubuh polosnya yang masih terlilit selimut, Natali berusaha bangkit, namun tenaganya terasa sangat lemah, ditambah lagi dia belum makan apa-apa dari semalam.
"Anakku, kamu pasti kelaparan sayang. semua ini gara-gara pria bajingan itu, dia kembali saat kita akan memulai kehidupan yang baru, bahkan dia sudah berhasil menggauli ku lagi. oh tuhan kenapa aku bisa seceroboh ini dan terlena dengan sentuhan-sentuhan nya." Natali merutuki diri sendiri.
Natali mengusap perutnya, saat mendapatkan respon dari bayi yang dikandungnya yang bergerak aktif. aroma masakan yang menggugah selera dari arah dapur, membuat Natali merasa sangat lapar. perlahan dia menyeret langkah untuk membersihkan tubuh dan mengenakan pakaian tertutup.
"Istri ku, kamu pasti lapar. ayo kita makan karena aku sudah memasak menu spesial makanan kesukaan mu " ucap Kenzo tiba-tiba muncul dari balik pintu masuk. kedua bola mata mereka bertemu seolah-olah membisikkan kata-kata yang hanya mereka berdua yang paham.
"Aku tidak lapar!"
Natali berusaha untuk menjaga gengsi dan marahnya, namun tidak dengan perutnya yang berbunyi nyaring.
"Ayolah sayang, jika kamu tidak lapar tidak masalah. tapi bagaimana dengan bayi kita. dia butuh makan dan asupan nutrisi yang cukup." bujuk Kenzo.
Natali akhirnya menyerah, mengikuti langkah Kenzo menuju meja makan yang sudah tersaji beberapa makanan lezat. Kenzo membuka kursi untuk diduduki Natali.
"Perlu aku suapi?"
__ADS_1
"Tidak! aku bisa sendiri."
Natali yang sudah sangat lapar, makan dengan lahap nya. meminum vitamin dan susu hamil yang sudah disiapkan Kenzo. yang terus memperhatikan sang istri dengan perasaan bersalah.
"Bagaimana dengan masakan ku, apa kamu menyukainya?"
"Lumayan, sejak kapan seorang Kenzo yang sadis dan kejam bisa memasak seperti ini?" sindir Natali.
"Semenjak istri ku kabur." menjawab enteng.
"Natali, berapa usia kandungan mu?"
"Oya, ada satu pertanyaan lagi?"
"Apa?"
"Dimana kamu mendapatkan foto usang ini?" ucap Kenzo, memperlihatkan foto yang diambil Natali saat kabur kerumah kosong semalam.
__ADS_1
"Foto itu aku temukan dirumah kosong, lokasinya tidak jauh dari sini. kenapa kamu menanyakan hal itu?"
"Tidak baik, mengambil sesuatu yang bukan milik kita." ucap Kenzo.
"Ya, aku cuma iseng dan tanpa sadar melakukan nya, baiklah aku akan mengembalikannya." Natali sempat bergidik melihat tatapan tajam Kenzo.
"Natali, banyak hal yang tidak kamu ketahui tentang foto itu?"
"Apa maksudmu Kenzo, apa kamu mengenali mereka?" tunjuk Natali pada foto yang masih dipegang Kenzo.
"Ya, dua puluh dua tahun lalu. kejadian memilukan telah terjadi pada keluarga ini, coba kamu perhatikan anak laki-laki itu, dia adalah diriku sendiri, Natali." ucap Kenzo.
Refleks Natali menjatuhkan sendok makan yang dipegangnya, Natali kaget dan ingin mendengar penjelasan lebih dari Kenzo. entah kenapa Natali begitu tertarik dengan perjalanan hidup suaminya, dia yakin masa kelam Kenzo lah yang membuat nya berubah menjadi pria yang kejam dan bersikap aneh.
"Baiklah, kamu istri ku. sudah sepantasnya kamu mengetahui tentang sisi gelap kehidupan suamimu." ucap Kenzo. yang memulai cerita perjalanan hidup nya yang keras pada Natali, termasuk pencarian nya selama ini terhadap adik kandungnya yang bermana Ravela.
Semula Natali sempat berfikir, jika Ravela adik Kenzo adalah orang yang sama dengan wanita yang sudah merebut Alex dari sisinya, namun seketika Natali menepis pikiran nya itu.
__ADS_1
"Mungkin saja nama mereka kebetulan mirip." gumam Natali.