Dinikahi Miliader

Dinikahi Miliader
Dua sahabat


__ADS_3

"Elisa, aku sangat membutuhkan mu, setiap hari, setiap saat, bahkan setiap detik. kamu adalah sosok istri yang sempurna yang aku cari-cari selama ini. apa kamu tega membiarkan suamimu yang tengah sakit tidur sendirian." bisik Jeremi dengan tampang memelas lalu terbatuk-batuk, sehingga Elisa mengalah karena tidak tega, bagaimana pun Jeremi sudah menjadi suami sah nya.


"Jeremi benar, meskipun hubungan kami diawali dengan kesalahan. tapi bukan berarti Jeremi akan melakukan kesalahan selama nya, bagaimana pun kami berdua sudah terikat pernikahan yang sah." bathin Elysa, rasa ngantuk yang teramat berat membuat nya langsung tertidur dalam selimut dan tempat tidur yang sama.


"Sangat cantik dan keras kepala, tapi hal ini yang membuat ku semakin jatuh cinta pada mu, Elisa." ucap Jeremi puas memandangi wajah Elisa yang tertidur dengan damainya.


Perlahan Jeremi menggeser posisi tidur, tangan kekarnya mulai melingkar indah dipinggang Elisa, gadis itupun merebahkan kepalanya di dada bidang Jeremi. tidur sambil berpelukan hingga pagi menjelang.


***


Matahari pagi, menyambut seorang bidadari cantik yang melangkah menuju teras balkon. Ravela merentangkan kedua tangannya menikmati udara segar yang berhembus begitu sejuk dan sangat nyaman.


"Sayang, ayok turun untuk sarapan." ajak Alex yang sudah terlihat rapi dengan stelan pakaian kantornya.


Ravela tersenyum membalas tatapan suaminya, setelah itu mereka menuruni anak tangga sambil bergandengan tangan menuju ruang makan.


Vella membantu mengambilkan makanan kepiring Alex, mereka memulai sarapan dengan diam.

__ADS_1


"Suamiku, hari ini Elisa akan berkunjung kesini. kami ingin membuat kue-kue, untuk mengusir kebosanan dirumah."


"Boleh, kamu bebas melakukan apapun dirumah ini sayang. asalkan itu tidak membahayakan kandungan mu." ucap Alex.


"Terimakasih suamiku, semoga nanti kamu menyukai kue hasil buatan tangan ku sendiri."


"Apasih dari dari kamu yang tidak aku sukai, bahkan aku sangat menikmati setiap inci bagian tubuh mu, sayang." Alex tersenyum mesum menatap sang istri yang menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Ternyata penyakit mesum mu sudah mendarah daging, dan tidak bisa disembuhkan."


Tidak lama setelah kepergian Alex ketempat kerja, Elisa datang diantar oleh seorang sopir khusus yang sengaja diperkerjakan Jeremi untuk mengantarkan kemanapun Elisa ingin pergi.


"Ravela!"


"Elisa, akirnya kamu datang juga. ayo aku sudah tidak sabaran lagi untuk membuat kue dengan mu."


"Ayo."

__ADS_1


Dua sahabat ini langsung berjalan menuju dapur, dimana sudah tersedia semua jenis bahan-bahan untuk membuat kue yang mereka butuhkan. sesekali dua sahabat ini saling bercanda dan main tepung, sehingga membuat dapur yang semula rapi dan bersih menjadi berantakan.


Dua jam berkutat di dapur, tiga macam aneka kue berhasil mereka selesaikan dengan baik, aroma wangi kue tercium begitu menggoda.


"Ravela, aku senang banget. dengan begini aku merasa hati dan pikiran ku menjadi plong, seakan tidak ada permasalahan lagi dalam hidupku."


"Memang seharusnya begitu Elysa, sudah waktunya kamu kembali bangkit. aku yakin kamu akan bisa hamil dalam waktu dekat, karena wanita yang pernah keguguran akan sangat mudah untuk kembali hamil." ucap Ravela.


"Mudah-mudahan, aku akan belajar menerima dan memaafkan Jeremi, dengan memberikan nya kesempatan kedua." Jawan Elysa.


"Ini toples untuk mu, kita harus memberikan kue-kue hasil buatan kita untuk suami masing-masing." jawab Vella.


"Apa Jeremi akan menyukainya?"


"Pasti, seorang pria jika sudah mencintai istrinya. dia akan menyukai apapun dan menerima kekurangan dan kelebihan istri nya. percayalah."


Dengan semangat dua sahabat ini mulai memasukan kue-kue buatan mereka kedalam toples masing-masing, untuk dibawa kekantor suaminya.

__ADS_1


__ADS_2