
Alex membimbing Ravela berjalan dengan santai, tanpa mengunakan alas kaki. tapi kaca mata hitam agar Vella bisa leluasa mengedarkan pandangannya. sesekali gadis itu memasukkan tanganya kedalam air danau sambil memainkan air tersebut, mencipratkannya kewajah Alex. yang kadang dibalas dengan hal yang sama mereka tertawa bahagia.
"Hati-hati sayang."
Vella langsung berlari di hamparan pasir berwarna putih bersih dan sangat terawat, yang membentang luas sejauh mata memandang. Ravela tersenyum sambil merentangkan kedua tangannya. rambut panjang Vella tergerai indah diterpa angin yang berhembus kencang menerpa kulit wajah yang berseri-seri menikmati hembusan angin.
Alex merekam semua aksi istri Imut kesayangan nya, rasanya dia tidak pernah puas dengan hanya memperhatikan kebahagiaan Ravela. sehingga mengabadikan setiap moment indah itu, yang akan dilihat anak cucu mereka suatu saat. pikir Alex menyimpan kembali hasil rekamannya.
"Sayangku, tunggu! jangan berjalan cepat seperti itu, ingat kondisi mu lagi hamil." teriak Alex mengejar sang istri yang begitu bersemangat.
"Nah ketangkap kan." Alex memeluk tubuh Vella dari belakang sambil tertawa puas.
Alex mengeratkan genggaman tangannya, agar Vella berjalan lebih pelan-pelan lagi. tanpa terasa cukup lama mereka berada di tepian pantai hingga sore menjelang.
"Sayang kita makan dulu ya, sedari tadi cacing diperut ku sudah pada demo minta segera diisi." Vella menyerah, menarik tangan Alex agar menyudahi main istana pasirnya yang hampir jadi.
"Oke istriku sayang."
Makanan ini terasa sangat nikmat, Alex begitu perhatian dan memperlakukan sang istri bak seorang putri dihatinya. dengan telaten dia mengupasi kulit udang laut, lalu menyuapi kemulut Vella.
__ADS_1
Tanpa mereka sadari, bahaya tengah mengintai, tidak jauh dari posisi mereka ada sepasang mata yang akan menyerang, sambil mencari-cari waktu yang tepat.
"Kamu harus mati ditangan ku, Vella. setelah sekian tahun aku memendamnya." Sena mengepalkan tangannya geram.
"Sayang, aku ketoilet bentar ya." ucap Vella berdiri ingin mencari toilet wanita direstoran itu.
"Perlu aku temani?" Alex tidak ingin lepas sedikitpun dari sang istri tercinta.
"Ngak usah suamiku, masak ketoilet wanita saja masih dibuntuti." ucap Vella menggelengkan kepalanya sambil tertawa, dia mersa lucu dengan tingkah perhatian dan posesif suami yang tiada habisnya.
"Ya udah jangan lama-lama ya." ucap Alex sambil memperhatikan punggung Vella yang mulai menjauh.
"Maaf mas, toilet wanita dimana ya?"
"Dibagian belakang restoran ini, mas."
"Oke, terimakasih."
Tanpa pikir panjang lagi, Alex langsung mencari keberadaan sang istri, nampak toilet wanita yang terlihat kosong. Alex mulai panik dan bertanya pada salah seorang wanita yang ditemui nya.
__ADS_1
"Mbak lihat istri saya ngak, ini fotonya. tadi dia masuk ketoilet tapi sekarang dia menghilang dan bum keluar juga?" tanya Alex berusaha menyingkirkan pikiran buruknya.
"Tidak mas, aku tidak melihat siapa pun masuk ketoilet ini sedari tadi." jawabnya.
"Apa restoran ini memiliki toilet lain, selain yang ini." tunjuk Alex memastikan.
"Tidak Tuan, cuma ini satu-satunya."
"Astaghfirullah istri ku, kamu dimana sayang?" Alex mengusap kasar wajahnya yang panik.
"Tolong bawa aku keruangan cctv?" suara Alex terdengar sudah mengeras.
"Mohon maaf sekali Tuan, cctv restoran ini masih dalam perbaikan." ucap manajer Restoran yang datang menghampiri Alex. Alex yang sudah tersulut emosi, menarik baju sang manager.
"Restoran macam apa ini, sekarang istriku menghilang. cepat kalian cari sebelum aku menuntut tempat ini." bentak Alex penuh penekanan.
Sepasang mata yang menggunakan penutup wajah dan kepala itu tersenyum, karena dia sudah berhasil menangkap wanita buruannya selama ini, lalu membawa tubuh Ravela yang tidak sadarkan diri dengan mengunakan sampan menuju tempat yang sangat jauh.
"Aku pastikan, jika suamimu tidak akan pernah menemukan mu lagi ha..ha....." tertawa puas terdengar sangat mengerikan.
__ADS_1