Dinikahi Miliader

Dinikahi Miliader
Tidak bisa mengingat


__ADS_3

Mami Melinda terdiam pasrah, usahanya untuk membujuk dan membawa Alex kembali pulang kembali gagal. anak kesayangannya masih bersikeras untuk tetap bertahan sampai Ravela benar-benar ditemukan. mau tidak mau maminya terpaksa menemani Alex tinggal ditempat itu, sampai masuk bulan ketiga. namun yang ditunggu-tunggu tidak pernah kembali.


"Alexander, anakku. mau sampai kapan kamu akan larut dalam kesedihan ini, nak. bukan kamu saja yang hancur. tapi mami, Kenzo dan semua orang yang menyayangi mu dan Vella, tapi kita harus bagaimana lagi, selain ikhlas dan sabar nak hick...hick." ucap Melinda, Alex mengabaikan ucap sang mami, dia larut dengan pikiran nya sendiri sambil memeluk foto sang istri tercinta.


Sedangkan perusahaan besar Alex, terpaksa diambil alih oleh asisten dan orang-orang kepercayaan nya, sampai Alex benar-benar siap menerima kenyataan dan mau kembali bekerja seperti semula.


Penampilan Alex sudah tidak terawat lagi, bulu-bulu halus sekitar wajah nya sudah mulai tumbuh. dengan rambut yang sudah mulai memanjang. setiap hari dihabiskan Alex dengan meminum minuman keras dan mabuk, untuk menghibur diri nya. setelah itu dia akan bisa tertidur dan melupakan Ravela untuk sementara waktu.


Melinda ikut hancur melihat anak satu-satunya yang menjadi kebanggaan nya selama ini, sekarang sudah seperti mayat hidup dengan tubuh yang semakin mengurus. mami akirnya mengambil keputusan untuk membawa paksa Alex keluar negeri agar dia juga bisa mendapatkan pengobatan terbaik.


***


Disebuah rumah sakit ternama di di sebuah negara, seorang gadis cantik baru tersadar dari komanya selama satu setengah bulan.

__ADS_1


"Dimanakah aku?"


Ceklek pintu terbuka, nampak seorang laki-laki berpakaian putih ditemani dua orang perawat wanita dibelakangnya. berjalan mendekat lalu memeriksa kondisi gadis itu.


"Nona jangan terlalu banyak gerak dan berfikir keras, mengingat Nona saat ini tengah mengandung." ucap dokter.


"Apa dokter saya mengandung?" ulang Ravela mengusap perutnya yang sudah membesar.


"Iya Nona, kandunganmu sudah masuk bulan ke sembilan. kondisi nya sangat baik dan kuat, mengingat kecelakaan yang menimpa mu. mungkin seminggu lagi sudah waktunya kamu melahirkan seorang bayi laki-laki kedunia ini." ucap salah seorang perawat.


"Tenangkan dirimu nona, saat ini kamu tengah mengalami amnesia. kedua orang tua Nona sebentar lagi sampai."


"Orang tuaku?"

__ADS_1


"Ya, mereka lah yang berusaha mengupayakan pengobatan terbaik untuk nona di rumah sakit besar ini."


Tidak lama, sepasang suami-istri masuk keruangan perawatan Ravela, mereka tersenyum lembut mendekati gadis yang menatap bingung kearahnya.


"Apa, amnesia?" sepasang suami-istri itu saling pandang.


"Nona, ke-dua orang tua Anda telah datang. kalau begitu kami pergi dulu, karena kondisi Nona sudah stabil kembali, ingat pesan kami untuk selalu menjaga kondisi kehamilanmu. mengenai ingatan mu yang belum pulih, sebaiknya jangan terlalu dipaksakan dulu untuk mengingat. karena itu bisa membahayakan dirimu dan janin. termasuk sel-sel saraf kepala mu." terang dokter


"Nak, bagaimana kondisimu sekarang,?" tanya seorang perempuan seumuran mami Melinda menatap penuh kasih.


"Aku baik-baik saja ibu, apakah kalian berdua orang tua kandung ku?"


"Tidak nak, kami menemukan mu dalam keadaan kritis. maafkan kami yang tanpa meminta izin dan sepengetahuanmu. kami telah membawamu jauh kesalah satu negara tetangga ini. agar mendapatkan pengobatan terbaik untuk mu dan bayi yang tengah kamu kandung, karena kami tidak menemukan identitas apapun tentang keluarga mu yang sesungguhnya, tapi kami berjanji setelah kamu sembuh kita akan kembali ke negara asal mu, nak." terang wanita tersebut.

__ADS_1


"Apa yang terjadi padaku?" Vella berusaha untuk mengingat tapi semua terlihat buram dan samar, yang membuat kepalanya kembali sakit, sehingga dia memilih untuk tidur dan melupakan sejenak beban pikirannya.


__ADS_2