Dinikahi Miliader

Dinikahi Miliader
Aku ingin melihatmu cemburu


__ADS_3

"Sepertinya kamu sangat sibuk, sehingga mengabaikan ku?" ucap Alex menarik ujung rambut Vella lalu memainkan nya.


"Aku diminta mami untuk ikut berpartisipasi, dalam acara besar butik nantinya." jawab Vella kembali fokus pada layar ponselnya.


"Memangnya, mami meminta mu untuk mengerjakan apa?"


"Menyediakan beranekaragam bunga untuk memperindah ruangan, mami juga memberi pilihan bunga-bunga yang sesuai dengan seleraku sendiri, mami memang baik banget." ucap Vella tersenyum bangga.


"Bisa aku bantu?"


"Boleh."


"Aku tahu tempat penyedia bunga-bunga bagus dan segar." Alex membuka sebuah link, tidak lama muncul beraneka ragam bunga segar sesuai keinginan Vella.


"Wah bagus-bagus banget, mami pasti suka."


"Aku sudah membantu mu, apa imbalan nya." ucap Alex yang sudah nyosor duluan.


"Suamiku, membantu istri itu adalah ibadah, jadi kenapa harus ada imbalan." Vella memiringkan badannya, agar bibir Alex tidak menyentuh lehernya.


"Melayani kebutuhan suami juga ibadah." Alex tidak mau kalah, terus berusaha mencumbui Vella, yang tengahnya memesan bunga-bunga dalam jumlah banyak, lalu mengirimkan ke butik mami. yang disambut suka cita oleh mami.


Suasana pagi ini sangat cerah dan hangat, hari ini Alex akan menghadiri launching produk pakaian yang dikeluarkan oleh sang mami Melinda, yang akan diperagakan oleh salah seorang model berkelas, yang membuat Alex bernafas lega ternyata bukan istri tercinta lah yang dipilih mami seperti ancaman nya semula.


Alex mengandeng mesra tangan sang istri memasuki tempat acara, mami Melinda menyambut hangat kedatangan anak dan menantunya. memperkenalkan mereka sebagai pasangan yang harmonis.


Grace model cantik yang dipilih mami tersenyum begitu melihat Alex kembali, dia berusaha tampil secantik mungkin untuk menarik perhatian Alex.


"Pria tampan itu, Astaga aku tidak pernah membayangkan akan bertemu dengan nya kembali. meskipun awalnya sangat memalukan bagiku sewaktu di restoran Jepang. karena terlalu percaya diri jika dia tengah tersenyum kearah ku, padahal tidak. tapi siapa wanita cantik yang duduk disebelahnya?" gumam Grace penasaran, begitu Ravela pergi bersama Melinda. Grace langsung berjalan mendekat.


"Hallo, bolehkah aku temani?"

__ADS_1


Alex sama sekali tidak memperdulikan penampilan Grace, baginya tidak ada wanita cantik dan seksi selain Ravela. sehingga dia fokus pada inti acara dan kata sambutan yang diberikan oleh mami nya dari pada penampilan para model-model yang berlengang lenggok di atas catwalk.


"Tuan muda, sepertinya salah satu model yang dipilih oleh nyonya Melinda, tengah berusaha menarik perhatian mu." bisik asisten Rani.


"Sudah abaikan saja dia." jawab Alex cuek.


"Menurut saya ini kesempatan untuk membuat nona muda kesal dan cemburu, paling tidak kita bisa mengetahui isi hatinya." ucap Rani tersenyum memperhatikan Vella yang tengah berbincang dengan Melinda.


"Apa ini aman untuk hubungan kami kedepanya? dengan membuat Vella cemburu dan marah padaku?"


"Tentu, kita lihat apa reaksi nona muda jika anda dekat dengan perempuan lain selain Natali." ucap Rani meyakinkan.


"Tuan Alex, nona Ravela maafkan aku jika mengusulkan ide gila ini. saya juga sudah capek melihat kalian berdua yang masih mempertahankan ego masing-masing, jika kalian saling cemburu dan akhirnya mengakui perasaan pasti kehidupan kalian akan jauh lebih damai dan indah." gumam Rani tersenyum simpul.


Grace memberanikan dirinya kembali bertanya, berusaha mengukir senyum termanis. menyingkirkan rasa malu yang sudah dulu ubun-ubun.


"Hay, nggak nyangka ya kita dipertemukan kembali. kenalkan nama ku Grace."


"Alex."


"Bolehkah aku duduk disebelah mu?" ucap Grace, yang langsung duduk tanpa mendengar jawaban dari mulut Alex terlebih dahulu.


"Tidak!"


"Maaf, tapi aku sudah terlanjur mendudukinya." jawab Grace dengan wajah malu.


"Kamu terlalu berani untuk mendekati ku, apa kamu tahu siapa aku?"


"Tuan, kamu pasti salah satu tamu kehormatan di acara ini!" jawab Grace.


"Aku adalah anak desainer Melinda, sekaligus pemilik butik mewah penyelenggara acara besar ini. dan perempuan cantik yang berdiri disebelah nya itu adalah istri ku." ucap Alex.

__ADS_1


"Ma... maafkan saya tuan, saya tidak tahu jika anda sudah menikah." jawab Grace tertunduk malu.


Di tempat nya, Ravela yang tengah berbincang dengan Melinda, melirik kearah kursi yang diduduki Alex dengan tatapan murung, apalagi model cantik yang duduk disebelah Alex jauh lebih seksi dibandingkan dengan dirinya. Vella teringat kembali akan status pernikahan mereka dulu.


"Aku harus bisa memposisikan diri atas status pernikahan ku, tapi kenapa hati ini sakit dan merasa terkhianati saat melihat Alex ngobrol-ngobrol dengan perempuan lain." bara api cemburu membuat Vella bad mood seiring dengan perubahan wajah nya yang terlihat kesal.


"Tahan dirimu Vella, kamu tidak boleh terlihat marah apalagi cemburu dihadapan Alex dan semua orang." Vella berusaha tersenyum namun tidak bisa.


Melihat perubahan wajah Vella, asisten Rani membisikkan sesuatu ketelinga Alex, yang ampuh membuat nya tersenyum senang.


Alex bangkit dari kursinya, berjalan menuju Ravela dan sang mami yang masih asyik ngobrol-ngobrol dengan para tamu lainnya.


"Ayo kita pulang duluan!" ajak Alex.


Vella mengangguk pelan, setelah minta izin pada mami. mereka meninggalkan pesta yang belum usai begitu saja, sedangkan Grace merasa sangat terhina, ditolak kehadirannya untuk yang kedua kalinya oleh Alex, dia mengepalkan tangannya kesal dengan wajah tertunduk malu.


Sepanjang perjalanan Vella lebih banyak diam, pandangan tertuju pada luar jendela kaca. dia begitu enggan menjawab pertanyaan Alex, apalagi bersitatap.


"Kenapa diam, kamu tidak sedang panas dalam kan?" Alex mencoba menggoda Vella, lalu meraih jemarinya mencium hangat.


"Mmmmhh."


Vella pura-pura menguap dan memejamkan mata, seolah-olah dia sedang ngantuk berat, dia malas meladeni Alex.


"Setelah berduaan dengan model cantik, sekarang kamu juga berusaha menggodaku. dasar buaya kamu Alex." umpat Vella dalam hatinya.


"Bagaimana menurutmu hasil rancangan mami? aku membayangkan kamu pasti akan terlihat jauh lebih seksi jika mengenakannya, tapi hanya berdua dengan ku?" ucap Alex.


"Bukankah, kamu sudah cukup puas melihat para model-model cantik itu." ucap Vella spontan.


"Tidak, aku sama sekali tidak memperhatikan mereka. tapi kamu!"

__ADS_1


"Aku tidak butuh diperhatikan."


__ADS_2