
Pagi yang cerah, matahari bersinar menghangatkan seluruh isi bumi. Vella dan Alex berjalan menuju sebuah gajebo yang terletak di taman yang dikelilingi air mancur dan kolam ikan dengan air yang sangat jernih.
"Kita akan menikmati sarapan disini!"
"Ide yang bagus, aku merasa seperti tengah berada di sebuah negeri dongeng yang indah. dikelilingi para dayang." ucap Vella, dimana tingkat halu nya muncul. Alex tersenyum menanggapi ucapan Vella.
"Selama pagi tuan, nona muda. kami sudah menyiapkan sarapan untuk anda berdua." ucap kepala pelayan.
Di sebuah meja khusus, nampak pelayan sibuk menata makanan khas untuk tuan dan nona muda mereka, yang ingin sarapan dikelilingi pemandangan alam bebas, suara burung-burung yang saling berkicau membuat hati Vella menghangat seketika.
"Silahkan nona, tuan."
"Terimakasih."
Setelah pelayan pergi, kini tinggal Alex dan Vella yang menatap hidangan yang menggugah selera.
"Suamiku, sudah sangat lama aku merindukan makanan ini khas negara kita." ucap Vella mengambil potongan pecel ayam dan juga soto Padang.
"Makanlah sepuas mu, sayang."
Vella mencuci tangan, karena dia lebih suka makan mengunakan tangannya secara langsung, namun tidak dengan Alex. dia langsung mual meskipun itu baru suapan pertama.
"Wuuuaaak..."
Alex segera berlari menuju westafel, rasanya dia ingin memuntahkan seluruh isi perutnya. keringat dingin membasahi wajah tampan Alex, Vella yang kwuatir melihat kondisi suaminya, segera menyusul, meskipun dia juga merasakan hal yang sama, namun tidak separah Alex.
__ADS_1
"Sayang, kamu kenapa?"
Vella mengusap lembut punggung Alex ketika pria itu kembali ingin muntah, mengambil tissue untuk mengelap wajah suaminya.
"Tubuh ku lemas dan mual-mual, gara-gara mencium aroma bawang goreng barusan." jawab Alex menyandarkan tubuhnya dipangkuan Vella, hal ini bisa membuat nya merasa jauh lebih rileks.
"Kok bisa?"
"Entahlah aku juga bingung." balas Alex.
"Aku juga mual dan pusing, tapi masih bisa untuk dikendalikan." jawab Vella yang mengusap tenggorakan dan perutnya.
"Suamiku, kenapa kita merasakan hal yang sama ya?"
Alex menyandarkan kepalanya di bahu Ravela, dengan begini rasanya jauh lebih nyaman.
"Apa masih mau lanjut makan?"
"Tidak, aku ingin istrahat dikamar saja. biar asisten ku memesan makanan dari luar saja, menyiapkan menu yang lain, tanpa bawang dan aroma yang menyengat seperti barusan."
"Baiklah."
Mereka kembali kekamar untuk istrahat, menghubungi Tim kesehatan untuk memeriksa makanan yang baru saja mereka konsumsi, takut gejala yang mereka berdua rasakan akibat keracunan makanan, dua orang koki dan tiga pelayan villa diamankan. mereka ketakutan karena merasa tidak bersalah dan memasak sesuai dengan standar kebersihan.
"Makanan ini sehat, dan tidak terbukti mengandung penyakit ataupun tercampur dengan bahan-bahan yang berbahaya lainnya." terang tim kesehatan setelah melakukan pemeriksaan menyeluruh, tapi Alex terlihat tidak puas dengan hasil pemeriksaan mereka.
__ADS_1
"Tapi kenapa kami merasa mual dan pusing?" gumam Vella, sedangkan Alex menghubungi dokter terbaik.
"Tuan, sepertinya istri anda sedang hamil muda. ini sudah hal yang lumrah terjadi pada pasangan. dimana sang istri mengalami morning sickness, sehingga terkadang suaminya ikut merasakan hal yang sama." terang dokter.
"Apa Hamil?"
Kedua bola mata Alex berbinar-binar bahagia, merangkul Ravela kedalam pelukannya.
"Aku tidak puas dengan ucapan kalian, cepat datangkan seorang dokter ahli kandungan ketempat ini." perintah Alex menuntun Ravela memasuki kamar.
"Baiklah tuan muda."
Sampai dikamar, Vella yang mual-mual ingin muntah, sedangkan Alex merasa kondisi tubuhnya sudah membaik setelah mencium aroma tubuh Vella, namun tidak dengan bawang goreng, sehingga Alex meminta para koki untuk menyingkirkan bawang disetiap masakannya.
"Istrahat lah, kamu terlihat lemas dan pucat." bujuk Alex menyelimuti Vella. tidak lama pintu kamar mereka diketuk dari luar.
"Masuk!"
Setelah mendengar perintah masuk dari Alex, seorang dokter perempuan dan seorang perawat masuk sambil membawa peralatan medis ditangan nya.
Dokter memakai teleskop lalu menempelkan di dada Vella, setelah itu memeriksa denyut nadinya. Alex terus memperhatikan tanpa terlewatkan sedikitpun.
"Tuan, sebaiknya nona muda harus dirawat dirumah sakit agar kondisi nya jauh lebih baik." ucap dokter.
"Baiklah, siapkan mobil."
__ADS_1