
Matahari bersinar dengan sangat cerahnya, Ravela masih meringkuk tidur dalam dekapan hangat Alex. perlahan gadis itu membuka mata, seraya menatap kegunaan wajah tampan yang masih tertidur pulas di hadapannya.
"Kamu pernah bilang tidak menyukai ku, tapi menikmati bercinta dengan ku setiap saat."
Tangan Vella terangkat, menelusuri Alis tebal dan bibir Alex dengan sangat lembut. kemudian tangannya melukiskan sebuah tanda dengan kata love you, yang kemudian membuat Vella tersenyum lalu menutup mulutnya.
"Astaga, apa yang sedang aku pikirkan. tidak mungkin aku telah jatuh cinta pada pria arogan ini." gumam Vella dengan ekspresi masih menutup mulutnya. disaat yang bersamaan Alex membuka mata.
"Apa yang kamu pikirkan, sehingga ekspresi mu berubah seperti ini?" ucap Alex yang membuat Vella bertambah kaget menoleh kearah nya.
"Suamiku, sejak kapan kamu bagun?" tanya Vella, dan berharap Alex tidak mengetahui tindakan beraninya barusan.
"Sejak kamu tersenyum, menyentuh bibirku dengan begitu bernafsu nya. hingga menggambar bentuk belahan hati dengan kata-kata Love you." jawab Alex tersenyum lepas, sedangkan Vella menundukkan kepalanya dengan wajah memerah. dia tidak menyadari jika tindakan nya barusan diketahui oleh Alex yang sebenarnya hanya berpura-pura tidur saja. deru nafas Alex berhembus mengenai leher Ravela yang membuatnya merasa geli.
"Suamiku, aku tidak sengaja melakukannya. jangan terlalu dipikirkan." ucap Vella dengan wajah memelas.
"Sekarang jawab pertanyaan ku, kenapa kamu mengelus-elus pelan bibir ku. jangan bangkit kan gairah ku pagi ini, beri waktu untukku istirahat beberapa menit lagi, setelah itu aku akan mengabulkan keinginan mu untuk bercinta sepuas-puasnya." bisik Alex kembali memejamkan mata seraya memeluk erat tubuh Vella.
"Suamiku, kenapa dalam pikiran mu hanya bercinta dan bercinta saja. sedangkan kita sudah tidak termasuk dalam periode musim kawin. kita sudah lama menikah." balas Vella menahan rasa kesalnya namun tidak berani untuk melawan. dia mulai terbiasa dengan sikap dominan Alex.
__ADS_1
"Bagiku, sampai kapanpun tidak ada batasan dalam bercinta. jadi aku tidak peduli apakah itu musim hujan, musim kawin atau sebagainya."
"Suamiku, lepaskan dulu pelukan mu. aku kesulitan untuk bernafas." pinta Vella karena Alex semakin mengeratkan pelukannya.
"Kamu mau kemana?"
"Aku ingin mandi, setelah itu sarapan. aku lapar." Vella mengelus-elus perut nya dengan tampang memelas. membuat Alex merasa bersalah pada isteri Imut nya.
"Baiklah, kita akan sarapan bersama." Alex ikutan bangkit menyusul Vella menuju kamar mandi.
"Suamiku, aku ingin mandi sendiri."
Vella menarik gagang pintu, karena dia sudah membaca gelagat mesum yang terpancar dari senyuman Alex. namun terlambat bagi Vella untuk mengelak, sekarang Alex sudah mengunci pergerakannya. melepaskan pengait pakaian Vella, tidak butuh waktu lama mereka berdua sudah sama-sama polos. Alex kembali melakukan tugas sebagai suami, yang dianggapnya sebagai tugas paling mulia.
Siangnya, Alex sengaja mengajak Vella berjalan-jalan menikmati indahnya pantai, memasuki sebuah restoran mewah yang menyediakan beraneka macam makanan olahan seafood, karena dia mengetahui jika Vella menyukai jenis makanan tersebut.
Hari ini Alex ingin menyenangkan hati Vella, semenjak menikah mereka belum pernah menikmati liburan apalagi makan berduaan ditempat-tempat yang romantis.
"Suamiku, sepertinya kamu sangat hafal dengan suasana restoran ini. apakah kamu sudah pernah kesini!"
__ADS_1
"Ya!"
Alex menjawab singkat, Vella memperhatikan ekspresi gusar yang tiba-tiba membuat Alex lebih banyak diam. namun Alex tersenyum lebar ketika melihat Vella yang ikut-ikutan diam, seperti tengah memikirkan sesuatu.
"Apa kamu ingin tahu, dengan siapa aku sering mengunjungi tempat ini!"
"Aku sudah menduganya, pasti perempuan beruntung itu Natali, ya kan?" tanya Vella, tapi Alex tidak mengabaikan jawabannya, malah tangan pria itu mengusap lembut bibir Vella. dengan ibu jarinya yang terdapat bekas leleh es krim, lalu Alex menjilati jarinya tersebut.
"Sekarang, aku hanya ingin menikmati hari-hari yang indah bersamamu, jangan pikirkan yang lain. apa kamu tidak merasa kasihan pada suami mu yang sudah bekerja keras siang malam untuk memuaskan mu diranjang, apa semua itu belum cukup bukti?" ucap Alex dengan tatapan mesum kearah bibir dan lehernya Vella yang terlihat sangat menggoda. sedangkan Vella merasa malu dengan ucapan Alex yang terkesan begitu vulgar.
"Suamiku, apa kamu tidak mempunyai malu dengan ucapan seperti ini di depan umum." bisik Vella.
"Tidak!"
Dengan beraninya Alex ******* dalam bibir Vella, yang langsung memukul-mukul punggung Alex agar ciumannya terlepas. dimana aksi nekad Alex membuat para pengunjung restoran dan pelayan ikut tersenyum dan terhanyut oleh kemesraan mereka berdua.
"Aku ingin makan, perut ku sudah sangat lapar." ucap Vella duduk ajak menjarak.
"Kamu pikir aku juga tidak lapar, tenagaku terkuras habis olehmu yang hanya bisa mengerang dan mendesah terus, tanpa peduli padaku yang bercucuran keringat membasahi bumi." ucap Alex lebai, karena dia semakin tergoda setiap melihat wajah kesal dan imut sang istri.
__ADS_1