Dinikahi Miliader

Dinikahi Miliader
Jangan bawa ibuku


__ADS_3

Dua puluh lima tahun silam, Kenzo kecil sangat bahagia dengan ibu dan ayah yang sangat mencintai nya. dia juga mempunyai seorang adik perempuan yang sangat cantik dan imut.


Setiap sore hari, mereka menghabiskan waktu bersama. gelak tawa ibu dan adiknya memenuhi setiap sudut ruangan, Kenzo sangat senang melihat ibu dan adiknya yang menari-nari untuk menyalurkan hobi mengikuti alunan musik, namun mereka akan langsung berpura-pura sibuk jika melihat kedatangan ayah yang pulang secara tiba-tiba, apalagi jika dalam kondisi mabuk.


Seiring berjalannya waktu, sang ayah yang suka mabuk-mabukan semakin menunjukan perubahan nya, ayah yang sering menyakiti dan memukul sang ibu dihadapan ke-dua Anak-anaknya semakin menjadi-jadi, Vella yang masih berumur tiga tahun sering menagis dan berteriak ketakutan dalam pelukannya.


"Jangan pukul ibu... hentikan!"


Kenzo kecil mulai berani melawan, meskipun harus dia yang akan menjadi target amukan selanjutnya. dia rela asalkan ibunya tidak disakiti lagi.


Puncak kemarahan Kenzo pun semakin menjadi, ketika ayah dan perempuan selingkuhan nya ingin menguasai rumah untuk dijadikan tempat bordir, ibu Kenzo menolak keras, sehingga ayah dengan orang-orang suruhannya tega menfitnah mengatakan jika sang ibu sudah gila, lalu mengirimkan seorang petugas rumah sakit jiwa untuk membawa sang ibu pergi meninggalkan rumah.


"Aku tidak gila, kalian tidak bisa membawaku seperti ini... Kenzo....Kenzo...tolong mama, nak." teriak ibu diringi tangisannya tidak ingin dipisahkan dengan ke-dua Anak-anaknya yang masih kecil-kecil.


Mereka tidak mendengarkan teriakan ibu, karena mereka sudah dibayar oleh wanita selingkuhan ayahnya.


"Jangan bawa mama..., kalian semua jahat. lepaskan mamaku!" Kenzo berusaha menghentikan mereka, namun tenaganya kalah banyak. sehingga ibunya berhasil dimasukkan kedalam mobil.


"Mama!"


"Mama!"


Kenzo terus berlari dan berlari mengejar mobil yang membawa ibunya, hingga dia terjatuh dan kakinya berdarah. namun dia tidak peduli.


"Jangan bawa mamaku... Hick...hick...awas kalian aku akan membalas nya." teriak Kenzo.

__ADS_1


"Kenzo anakku, tolong jaga dan lindung adikmu, Vella." teriak ibu, sebelum mobil yang membawanya menghilang dari pandangan.


"Aku akan mencari ibu, menuntut keadilan untuk nya." ucap Kenzo.


Kenzo melanjutkan kembali untuk mencari sang ibu namun usahanya gagal, hingga larut malam dia kembali pulang kerumah dengan hati yang hancur. kesedihan Kenzo belum berakhir, saat mendapati sang ayah yang tengah memadu kasih dengan selingkuhannya dikamar milik sang mama.


"Vella, dimana adikku? apa mereka juga sudah menyembunyikan nya?"


Kenzo semakin panik ketika kamar Vella kosong, sudah tidak nampak keberadaan adik perempuan yang begitu disayanginya.


"Awas kalian berdua!"


Kenzo berjalan menuju kamar ayahnya, langkah Kenzo terhenti mendengar percakapan mereka yang semakin membuat dada memanas.


"Sayang, kamu hebat sudah membuat semua orang percaya jika istri mu itu gangguan jiwa, ha...ha...aku benar-benar puas, rumah yang letaknya sangat strategis ini akan membawa keuntungan yang besar untuk kita berdua." ucap perempuan selingkuhan ayah.


"Kamu takut pada anakmu?"


"Tidak, aku tidak ingin dia mengadu pada orang-orang tentang keberdaan mu disini, sebelum misi kita berhasil. kamu harus bersabar sayang."


"Baiklah, tapi kamu harus berjanji untuk menyingkirkan Kenzo juga setelah misi kita berhasil, ngomong-ngomong mana anak perempuan mu?"


"Aku sudah menitipkannya terlebih dahulu pada majikan ku dulu, dia menyukai Vella karena dia sangat patuh dan cantik. untuk dijadikan anak angkatnya."


"Bagus lah, sekarang kita tinggal menyingkirkan Kenzo saja.'' ucap perempuan selingkuhan.

__ADS_1


"Tidak perlu disingkirkan, Kenzo bisa membantu mu. dia anak yang rajin."


"Baiklah, aku akan menjadikannya pelayan. yang diberi makan jika sudah bekerja."


"Terserah kamu sayang."


Mereka saling berpelukan dan berciuman sebelum berpisah, mereka tidak melihat keberadaan Kenzo. yang bersembunyi menyaksikan perbuatan tak senonoh dan jahat yang telah mereka lakukan.


"Aku akan menghabisi mu, ayah!!!"


Kemarahan Kenzo tidak mampu dia kendalikan, meskipun masih dibawah umur, namun tidak menyurutkan keberaniannya, Kenzo mengambil sebuah pisau tajam lalu menyembunyikan di balik punggungnya, berjalan menghadap sang ayah yang baru saja melepas kekasihnya pergi meninggalkan rumah.


"Kenzo! kenapa baru pulang larut malam begini?" tanya sang ayah dengan tatapan tajam.


"Biadab kamu!" teriak Kenzo penuh kemarahan dan dendam yang membara.


Kenzo maju, menghunuskan pisau ke perut sang ayah, yang tidak ada persiapan sama sekali, dia tidak menduga Kenzo akan tega melakukan nya. pria paruh baya itu tersungkur jatuh kelantai dengan tatapan melotot menahan sakit. berusaha menggapai anaknya dengan tubuh yang sudah dipenuhi darah.


"Clepp!!!"


"Aaaahh ggghh..." tubuh ayah ambruk seraya menahan sakiiit.


"Kenzo! anakku!"


"Aku bukan anakmu, mana adik Perempuan ku kamu sembunyikan, ayo jawab?"

__ADS_1


"Dia...dia...ada be...ber"


Belum sempat menjawab, sang ayah sudah menutup matanya. Kenzo sangat frustasi. malam itu dia pergi meninggalkan kampung halamannya, dengan dua tujuan. mencari keberadaan sang ibu dan adik perempuannya.


__ADS_2