
"Sayang, sekarang jadwal mu untuk kontrol kan?"
"Iya, jika kamu sibuk, aku bisa pergi bersama Rani." jawab Vella.
"Tidak, aku selalu mempunyai waktu untuk mu. bersiaplah aku akan mengantarkan mu."
"Baiklah."
Pasangan ini langsung menuju rumah sakit, setelah melakukan pemeriksaan. dokter menyatakan jika kondisi kesehatan Ravela sudah semakin membaik, diapun memberikan resep obat dan beberapa vitamin untuk diminum.
"Sayang, sebelum pulang kita makan-makan duku di restoran ini." ajak Alex.
"Ya, aku juga sangat merindukan masakan di restoran ini. yang kebetulan sangat cocok dengan seleraku." jawab Vella antusias, mengikuti langkah sang suami yang tengah membimbing dirinya.
Alex dan Ravela duduk saling berhadapan, sehingga pria itu bisa menatap wajah cantik Vella sepuasnya.
"Sayang, kamu kenapa terus menatap ku. seolah-olah kita hari bertemu saja." jawab Vella mengalihkan perhatian kearah lain.
"Sayang, kehadiran mu sudah membawa perubahan besar dalam hidupku. aku tidak bisa membayangkan bagaimana aku jika tanpa kamu disisiku." hawa. Alex meremas jemari tangan Ravela.
"Suamiku, aku juga selalu berdoa agar kita bisa bersama selama nya dan menghabiskan hari tua dengan anak dan cucu kita kelak." jawab Vella.
"Amiiin."
__ADS_1
"Satu lagi, doa yang harus kamu panjat kan."
"Apa itu?"
"Aku ingin setelah kamu melahirkan, kita masih bisa meluangkan waktu untuk berduaan saja. layaknya bulan madu kedua." jawab Alex yang membuat Vella melonggos kesal.
"Satu saja belum lahir, kamu malah memikirkan untuk membuat anak kedua dan selanjutnya. emangnya aku kucing tetangga yang selalu melahirkan tanpa jeda." Vella mengerucutkan bibirnya kesal.
"Ya, aku ingin mempunyai banyak anak dengan mu, bukan madu ditempat yang dingin. agar aku bisa memeluk mu dan mencetak Alex junior setiap waktu." sambil tersenyum puas melihat wajah ditekuk sang istri.
"Dasar suami mesum level sepuluh." umpat Vella, lalu mengambil buku menu untuk memesan makanan. dia tidak ingin meladeni suaminya yang selalu mempunyai ide untuk membuatnya kesal.
Tidak lama pesanan mereka datang, mereka langsung menikmati tanpa banyak suara lagi, mengingat waktu sudah terlewat untuk jam makan siang yang seharusnya.
"Sayang, kamu mengantuk?"
"Ya, mungkin efek dari kekenyangan."
"Tidak baik tidur setelah makan, tahanlah untuk beberapa saat. paling tidak sampai rumah." Alex segera membayar makanan mereka, lalu mengajak Vella kembali pulang.
Sepanjang perjalanan Alex sengaja mengajak ngobrol sang istri, setelah beberapa saat tidak mendapat jawaban, Alex melirik kearah samping. nampak Vella sudah tertidur pulas.
"Yah, yang diajak ngobrol udah tidur."
__ADS_1
Alex akhirnya menambah laju kecepatan mobilnya untuk segera sampai dirumah, setelah mobil berhenti diteras utama, Alex turun namun dia tidak tega membangunkan Vella yang tengah asyik dengan mimpi indahnya. sehingga mau tidak mau Alex mengendong tubuh Vella menuju kamar mereka.
"Aku harus kembali kekantor, karena semua peserta rapat sudah menunggu kedatangan ku." Alex menutup pintu kamar perlahan tidak ingin mengaggu tidur sang istri.
Sore harinya, Vella terbagun dia meraba-raba kasur disebelah nya. mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan dengan mata yang sedikit terbuka.
"Mana suamiku?"
Vella Bagun dengan perlahan, dia berjalan keluar kamar.
"Nyonya anda mau kemana?"
"Rani, apa kamu melihat suami ku?"
"Tuan muda Alex kembali ke kantor, setelah mengantarkan nyonya kekamar." jawab asisten Rani.
"Alex selalu sibuk, terhadang aku merasa kasihan dan tidak tega. tapi mau gimana lagi, karena Alex seorang pekerja keras yang handal."
"Ya nyonya, bahkan sesibuk apapun. tuan muda selalu menyempatkan waktu untuk nyonya." jawab Rani.
"Aku merasa perempuan paling beruntung, karena mendapat kan suami seperti Alexander." ucap Vella tersenyum bahagia, dia kembali masuk kedalam kamar untuk mandi dan bersih-bersih, dia ingin terlihat segar saat suaminya pulang kerja.
***
__ADS_1