
"Anak kita memiki mata indah dan bibir yang mungil, sama seperti dirimu sayang." ucap Kenzo menyerahkan bayinya kedalam gendongan Natali.
"Tentu saja, anak siapa dulu." jawab Natali tersenyum bahagia.
Bayi mungil itu, diajarkan untuk mengenali ****** susu ibunya sedini mungkin. belaian lembut membuat naluri keibuan Natali mendekap bayinya penuh kasih sayang, setelah itu dia pun dipindahkan keruangan inap kelas VVIP.
"Selamat ya sayang, kamu sudah melahirkan cucu pertama untuk kami. semoga dengan kehadiran bayi ini akan membuat hidup kita menjadi lebih baik lagi, bahkan Kenzo juga sudah benar-benar berubah dan menjadi suami yang baik untuk mu." ucap kedua orang tua Natali.
"Iya ma, aku harap kebahagiaan ini kekal selamanya."
Seorang perawat wanita masuk kedalam ruangan, sambil menyapa ramah. membawa alat untuk pemeriksaan awal di pagi hari.
"Selamat pagi nyonya Natali."
"Pagi juga suster"
"Kondisi ibu dan bayi sangat baik, Dokter mengatakan jika hari ini nyonya Natali sudah diperbolehkan untuk pulang ke rumah."
"Benarkah sust, aku sangat senang sekali."
__ADS_1
"Saya bantu buka selang infus nya ya, nyonya." ucap suster.
"Ya silahkan."
Dirumah Kenzo sudah menyiapkan pesta kecil, dan sebuah kamar yang sudah disulap dengan berbagai karakter anak cowok. dia sudah tidak sabaran lagi membawa buah cinta mereka pulang kerumah, begitu semua persiapan selesai, Kenzo langsung kembali menuju rumah sakit untuk menjemput sang istri tercinta.
****
Ditempat lain seorang pria tampan, dirundung kekecewaan dan merasa kesepian. dua wanita cantik Ravela dan Natali, yang selama ini dekat dengan nya sudah bahagia dengan pasangan mereka masing-masing, terutama semenjak menikah Natali tidak pernah menghubungi Jeremi lagi, begitu juga dengan Vella yang sudah hamil besar, sehingga jurang pemisah dan harapan untuk mendapatkan wanita pujaannya semakin jauh.
Jeremi yang semula periang dan lebih sering menjalani kehidupan nya menjadi seorang aktor, mulai berubah. dia mulai sering menghabiskan waktu dengan minum-minuman ataupun menyibukkan dirinya dikantor sampai larut malam untuk mengusir kegundahannya, sesuatu yang bertolak belakang dengan kebiasaannya selama ini.
Diluar ruangan, seorang gadis cantik yang berprofesi sebagai sekretaris belum genap satu minggu dipindahkan dari kantor cabang kekantor pusat. harus dipaksa kerja lembur, dia terlihat ragu untuk memasuki ruangan sang Presdir untuk mengantarkan berkas kerjasama. namun karena tuntutan pekerjaan membuatnya mau tidak mau akhirnya mengetuk pintu bertepatan dengan suara botol yang dibanting keras kelantai.
DEG!!
Perempuan cantik yang bernama Elisa, terlonjak kaget, namun terlambat untuk mengindar Jeremi sudah melihat kedatangan nya yang berdiri ketakutan didepan pintu.
"Ravela? kamu datang sayang!"
__ADS_1
Jeremi tersenyum, dia segera mengunci pintu otomatis agar gadis dihadapannya tidak bisa melarikan diri. dengan sekali hentakan gadis yang tengah ketakutan itu berhasil dihempaskan Jeremi di atas sofa.
"Jangan tuan, tolong lepaskan aku!"
"Melepaskan dirimu dan hidup bahagia bersama Alex? tidak! kamu harus menjadi milikku malam ini."
Jeremy langsung menindih tubuhnya dari atas, tanpa memberi kesempatan untuk gadis itu berontak ataupun berkata-kata karena tubuhnya sudah terkunci, ciumannya makin lama makin dalam, ditambah lagi tenaga Jeremi jauh lebih kuat dari tangan mungil yang terus-menerus meronta-ronta mendorong tubuh nya.
"Jangan! tolong lepaskan aku!"
Elisa yang ingin berteriak, namun suara nya tidak bisa keluar karena Jeremi terus menciumi nya dengan kasar, ditambah lagi ruangan itu kedap suara.
"Berteriak lah sekencang-kencangnya sayang, tidak akan ada yang mendengarkan suaramu. apalagi orang yang akan datang untuk menolong dirimu ha....ha...." Jeremi kembali menciumi Elisa dengan brutal, tanpa memperdulikan Air mata yang membasahi wajah cantiknya, bahkan dia semakin tertantang untuk menaklukkan gadis dihadapannya.
Sebelah tangan Jeremi menarik paksa pakaian Elisa, hingga robek tidak berbentuk lagi. memberikan tanda kissmark dibagian leher dan dada dengan penuh kemarahan, dia ingin Vella sadar bagaimana rasa sakitnya saat cinta ditolak dan diabaikan.
"Jangan!!! tolong sakiiit tuan, jangan lecehkan saya."
Elisa tidak mampu berkata-kata lagi saat sesuatu yang keras dan panjang memasukinya, merobek bagian yang selama ini begitu dijaganya dengan sangat baik. dunianya seketika hancur dalam sekejap. gadis itu akirnya terkulai lemas tidak berdaya dan rasa putus asa karena teriakan dan usahanya sia-sia belaka, tidak ada satupun yang datang untuk menyelamatkannya dirinya, pandangan Elisa mulai memudar seiring dengan kesadaran nya yang hilang.
__ADS_1
***