
Kali ini, Alex lebih berani dan terang-terangan berkunjung setiap saat kekantor Rosalina, dia juga meminta semua orang untuk memanggil sang istri dengan nama aslinya, Ravela.
"Selamat siang sayang!" sapa Alex dengan senyum ramah nya, mengagetkan Vella yang tengah sibuk.
"Kamu datang lagi?"
"Memangnya ada yang salah, jika seorang suami mendatangi tempat kerja istrinya. apalagi sekarang kita sudah terikat sebuah kerjasama bisnis." ucap Alex yang membuat Vella terdiam.
Alex duduk dengan posisi yang begitu dekat, menarik dagu Vella dan melayangkan kecupan di bibir yang penuh gairah. Setelah sekian lama sekarang dia kembali mersakan manis bibir tersebut. Lagi-lagi Vella merutuki dirinya dalam hati, karena tidak mampu menolak bahkan bahasa tubuhnya sangat menikmati sentuhan Alex.
"Jangan terlalu dekat, pelukan mu membuatku kesulitan untuk bernafas." mendorong Alex, dan menyingkirkan tangannya, namun Alex tidak kehabisan akal, dia menarik tubuh Vella lalu mendudukkan dipangkuan nya.
"Bagaimana sayang, apa kamu masih kesulitan untuk bernafas?" tersenyum, penyakit mesum Alex yang sudah lama terpendam kembali bergelora begitu bertemu dengan pasangan halalnya.
"Berhentilah bersikap sok romantis, dan menyentuhku seenaknya. karena otak kecil ku belum mampu untuk mencerna dan mengingat semuanya." wajah Vella memerah karena kesal.
"Kalau begitu, beri aku waktu untuk membantu mu mengingat semua nya kembali. sekarang ikut aku kerumah dan kamar kita yang menyimpan begitu banyak kenangan manis. dimana setiap malam, siang, sore kita selaku bercinta." mengedipkan matanya.
__ADS_1
"What's, sesering itukah? tanpa mengenal waktu?" tanya Ravela seakan tidak percaya memiliki suami yang hobinya bercocok tanam.
"Ya, bahkan hampir setiap waktu kita habiskan dengan bercinta. sayang apa kamu lupa jika kamu yang sering berinisiatif untuk meminta jatah duluan padaku."
"Aku tidak percaya sedikit pun kata-kata mu, dari wajah dan ekspresi senyumanmu itu. sudah terlihat jelas jika kamu adalah pria paling mesum yang pernah aku kenal."
"Betul sekali sayang, dan kamu sangat menyukai kehebatan ku diatas ranjang. jika perlu kita akan mengulangi nya lagi." Alex kembali mengecup bibir Ravela, setelah itu menarik tangan sang istri keluar dari kantor tanpa mendengarkan penolakan dan luapan kekesalan Ravela, semua menatap kemesraan pasangan ini dengan jiwa meronta-ronta.
"Satu hal yang paling aku sukai, kamu masih bersikap seperti dulu, kita seringkali berdebat untuk hal yang tidak penting. dan menolakku padahal kamu sangat menyukai dan menikmati setiap sentuhan dariku." bisik Alex membuat wajah Ravela memerah malu.
"Pasangan serasi."
"Ya, nona Ravela sangat cantik dan suaminya juga sangat tampan, semoga mereka tidak terpisah lagi." doa tulus mengalir dari orang-orang yang sudah mendengar cerita kehidupan mereka.
Alex melajukan mobilnya, namun seketika dia teringat akan keberadaan anaknya, Revano. sehingga dia berkeinginan untuk mengajak serta anaknya untuk pulang dan bertemu dengan mami Melinda.
"Mami pasti senang, melihat kehadiran mu dan Revano dirumah."
__ADS_1
"Mami?"
"Ya, dia mami ku seorang mertua yang sangat menyayangi mu. dan jangan lupa Kenzo. kakak kandungmu yang begitu terpukul begitu mengetahui kamu menghilang. bahkan Kenzo harus beberapa kali mengikuti perawatan mental dan fisiknya di rumah sakit."
"Separah itukah, ternyata banyak orang-orang yang menyayangiku. tapi kenapa masih ada yang ingin membuatku dan anak yang aku kandung saat itu celaka?" berbagai pertanyaan berkecamuk dipikiran Ravela.
"Sena, dia adalah dalang di balik semua ini."
"Sena?" siapa dia?"
"Kakak angkat mu, dia selalu iri dan tidak ingin melihatmu bahagia. Sena juga terkena penyakit mental yang buruk yang dia pendam sendiri, sehingga tidak ada yang tahu ataupun membantunya untuk penyembuhan. sehingga dia semakin berani menyakiti mu, sekarang dia sudah menagung akibatnya."
"Apa dia dipenjara?"
"Tidak, dia ditemukan tertusuk pisau disebuah gubuk. tempat yang diyakini sebagai tempat untuk menyekap dirimu." terang Alex.
"Apakah aku yang sudah membunuh nya?" gumam Vella menatap kedua tangannya, kilasan kejadian membuat nya tiba-tiba sakit kepala.
__ADS_1