Dinikahi Miliader

Dinikahi Miliader
Makanan kesukaan


__ADS_3

Vella yang tengah asyik belajar merancang pakaian pengantin hasil percobaannya, kaget begitu kecupan ringan melayang dipipi. saat menoleh dia melihat sang suami mesum. sudah tersenyum memeluk nya dari arah belakang.


"Suamiku, maaf aku tidak menyadari kedatangan mu."


"Kamu bikin desain apa?"


"Aku belajar mendesain pakaian pengantin sendiri, mencoba mengingat-ingat kembali pola yang diajarkan oleh mami barusan." jawab Vella melanjutkan kembali pekerjaanya.


"Jangan terlalu menyibukkan diri, lihatlah sudah jam setengah dua belas. yang artinya sudah masuk jam istirahat makan." ucap Alex.


"Ya, baiklah." Vella menutup layar laptop, mengikuti langkah Alex yang sudah membawa bungkusan makanan dan minuman kesukaannya.


"Mana mami?"


"Sedang keluar, katanya sih menemui salah satu klien nya."


"Kita makan berdua saja."


Vella membuka bungkusan yang sudah tercium aroma lezat dari dalam, dia benar-benar sudah tidak sabaran lagi untuk mencicipi sate Padang daging sapi dan salad buah.


"Suamiku, kamu begitu baik dan perhatian. sangat tahu makanan apa yang tengah aku inginkan, muaaacch " Vella menciumi kedua pipi Alex sebagai ucapan terimakasih nya.

__ADS_1


Alex tersenyum senang, dia memperhatikan istri nya yang makan dengan lahapnya, sesekali membantu mengelap bibir Vella dengan tissue.


"Sayang, kamu tidak ikutan makan?"


"Tidak, karena aku sudah ikutan kenyang dengan hanya melihat mu makan." Ucap Alex.


"Tidak bisa begitu, aku berhenti makan jika kamu tidak ikutan makan bereng." Vella merajuk melipat kedua tangannya di dada.


"Baiklah, aku akan makan."


Alex mengalah lalu membuka bungkusan makanannya sendiri, sehingga Vella tersenyum senang. sesekali mereka saling suap-suapan dengan penuh cinta. membuat jiwa-jiwa jomblo karyawan yang lain ikut meronta, melihat pasangan ini makan melalui jendela kaca penghubung ruangan yang transparan.


"Andaikan, aku juga mempunyai suami seperti tuan muda Alexander. pasti aku akan menjadi wanita paling bahagia di dunia ini." ucap salah seorang karyawan.


"Eh kalian jangan salah, dari info yang aku dengar. sebenarnya nona Ravela gadis biasa sama seperti kita. bahkan dia hanya anak angkat dari kekuarga Wilson."


'Masa sih?"


Para karyawan mulai bergosip, dia tidak menyadari jika mami Melinda tengah berdiri dibelakang nya.


"Mmmmhh."

__ADS_1


Melinda mendehem keras, membuat karyawan yang tengah bergosip terlonjak kaget, mereka langsung menunduk ketakutan.


"Apa kalian tidak mempunyai pekerjaan lain, selain bergosip tentang menantuku. lain kali tolong jaga ucapan kalian, jangan sampai hal ini membuat kalian akan kehilangan pekerjaan." ucap Melinda.


"Maafkan kami nyonya." menundukkan kepalanya dengan rasa penyesalan.


"Sekarang bubar, manfaatkan waktu istirahat siang kalian sebaik mungkin."


"Iya nyonya."


Melinda melonggos kesal, menuju tempat Alex dan Vella. dia langsung tersenyum senang melihat anak menantunya yang akur dan harmonis.


***


Ditempat lain, Kenzo sedang memikirkan bagaimana caranya untuk membawa Natali kembali kedalam pelukannya, termasuk mengajak kembali kerumah besarnya.


Segala cara sudah dilakukan Kenzo untuk membujuk Natali, namun rasa trauma masa lalu masih membuat Natali bersikukuh ingin berpisah dari Kenzo dan berjanji tidak akan pernah kembali kerumah nya dulu mereka tempati berdua.


Kenzo menjadi dilema, menatap fokus pada luar jendela kaca. memperhatikan rintik-rintik hujan yang turun begitu lebat, sesuai dengan suasana hatinya yang galau.


"Apa yang harus aku lakukan pada Natali, aku tidak bisa membiarkan nya untuk tetap tinggal disini. ditambah lagi kondisi nya yang tengah hamil, bisa saja sewaktu-waktu dia akan kesakitan atau bahkan melahirkan seorang diri, tanpa ada kekuarga nya yang mendampingi." gumam Kenzo.

__ADS_1


"Atau aku ajak saja Natali untuk pindah dan menetap di Villa miliki ku, disana jauh lebih nyaman dan tenang dengan pemandangan alam lepas. aku yakin dia pasti menyukai tempat itu dan melupakan kejadian buruk yang pernah aku lakukan padanya." Kenzo tersenyum saat menemukan ide yang menurutnya Natali pasti bakal setuju dan tidak akan menolak untuk menetap tinggal di sana.


***


__ADS_2