Dinikahi Miliader

Dinikahi Miliader
Kekecewaan franz


__ADS_3

Elisa tidak menyadari jika langkah kakinya sudah diikuti oleh seseorang dari belakang, bahkan pria tampan tersebut sudah terlebih dahulu memasuki ruangan personalia dengan santainya, sambil membisikkan sesuatu pada kepala bagian yang langsung menunduk hormat melihat kedatangan Jeremi.


"Baik tuan, kami akan menerima gadis itu bekerja diperusahaan ini."


"Oke, terimakasih atas kerjasamanya." ucap Jeremi tersenyum puas karena Elysa sudah datang dengan sendirinya memasuki salah satu anak cabang perusahaannya yang lain.


"Syukurlah, dibalik kejadian buruk yang menimpa ku. akirnya aku mendapatkan pekerjaan baru. meskipun perusahaan ini tidak sebesar tempat kerjaku semula." gumam Elisa tersenyum senang karena dia berhasil diterima diantara ratusan pelamar kerja lain yang tidak lolos dengan berbagai macam alasan.


Sedangkan kekasihnya Frans tidak menyerah begitu saja, kali ini dia terus mengikuti langkah Elisa begitu gadis itu keluar dari kantor tempatnya bekerja.


"Elisa, tunggu!"


Frans segera mencegat langkah Elisa yang berusaha untuk menghindar darinya. pria itu masih tidak terima jika hubungan mereka diputuskan secara sepihak.


"Apalagi sih Frans, bukankah semua sudah jelas aku tidak mencintaimu lagi. dan hubungan kita tidak mungkin untuk dilanjutkan." ucap Elisa buang muka.


"Apa salahku padamu, Elisa? kenapa kamu bisa berubah dratis dalam sekejap. katakan padaku jika kamu hanya becanda kan, sayang?" ucap Frans memastikan dengan tatapan penuh harap.


"Tidak, aku serius ingin mengakhiri hubungan kita. karena dihatiku sudah tidak ada lagi cinta dan kecocokan dengan mu." ucap Elysa buang muka, melanjutkan langkah meninggalkan Frans yang menatap sedih kepergiannya.


Disaat yang bersamaan, Jeremi menghentikan mobilnya tepat dihadapan Elisa. dia memaksa gadis itu untuk segera masuk kedalam mobilnya.


"Kamu lagi, untuk apa kamu kembali muncul dihadapan ku?"

__ADS_1


"Please, dengarkan penjelasan ku. aku hanya ingin berdamai dengan mu." bujuk Jeremi menarik tangan Elisa memaksa masuk kedalam mobil mewahnya.


Setelah mobil itu berlalu dihadapannya, Frans mengepalkan tangannya emosi bercampur rasa kecewa.


"Pantas kamu memutuskan hubungan kita begitu saja Elisa, ternyata kamu sudah mendapatkan pria yang jauh lebih kaya dan mapan dibandingkan aku. sungguh aku tidak menyangka jika kamu ternyata gadis materialis." ucap Frans memukul sepeda motor nya, dia sangat terluka dan kecewa melihat perubahan dratis Elisa.


***


Malam ini, Vella mengenakan daster longgar untuk tidur. diliriknya Alex sudah terlebih dahulu merebahkan tubuhnya di ranjang, mulutnya sedikit terbuka. dengkuran halus terdengar dari sudut bibir nya.


Perlahan Vella ikut merebahkan tubuh nya disamping Alex, memperhatikan wajah tampan dan raut lelah karena seharian bekerja diluar rumah. Vela tidak ingin membuat tidur suaminya terganggu, sehingga dia tidur tanpa menarik selimut yang sama tengah dikenakan Alex.


"Semoga hari-hari kita selalu indah dan menyenangkan, selamat tidur suamiku, sayang." bisik Vella lalu memejamkan matanya perlahan, namun beberapa saat kemudian sebuah tangan kekar Alex melingkar di pinggang nya.


Dalam tidurnya, Ravela kembali melihat bayangan seorang anak laki-laki dan perempuan yang membelainya dengan penuh kasih sayang. tapi Vella tidak bisa melihat dengan jelas wajah-wajah mereka, semua terlihat samar dipandangnya.


"Siapa kalian?"


"Kamu adalah keluargamu yang sesungguhnya nak!"


"Keluarga, lalu dimanakah kalian? kenapa kita tidak pernah bertemu?" ucap Vella penasaran.


"Bersabarlah nak, biarkan waktu yang akan menjawab semuanya." ucap perempuan paruh baya tersebut.

__ADS_1


Berbagai pertanyaan berkecamuk di benak Ravela, namun belum sempat dia menanyakan, anak laki-laki dan perempuan paruh baya itu sudah menghilang dari pandangan Vella. berganti mimpi buruk yang membuatnya ketakutan, seorang laki-laki dewasa tengah memukul seorang wanita tanpa ampun. tubuh Vella mengeluarkan keringat dingin antara marah dan rasa takut.


"Jangan...jangan!!! tolong hentikan." teriak Vella dalam tidurnya, sehingga membuat Alex terbangun.


"Vella.... Vella sayang, banguuun."


Alex yang melihat istrinya kembali mimpi buruk seperti sebelumnya, segera membangunkannya.


"Suamiku!"


"Sayang, apa kamu bermimpi buruk lagi?"


"Ya, mimpi yang sama, tentang sebuah keluarga dimana suaminya sering melakukan kekerasan. dan seorang ibu dan anak laki-laki yang menyayangi ku." ucap Vella.


"Aku rasa, mereka ada hubungannya dengan masa lalu mu." ucap Alex.


"Bisa jadi suamiku, tapi dimana mereka?"


"Kita bisa menanyakan hal ini pada mama Arini, aku rasa sedikit banyak dia mengetahui tentang asal-usul mu."


"Baiklah, besok aku akan datang berkunjung kerumah mama Arini, sayang apa kamu bisa menemaniku?" tanya Vella.


"Tentu sayang, sekarang kita lanjutkan tidurnya. tapi sebelum itu berdoa dulu semoga mimpi buruk tidak mengaggu tidur mu lagi."

__ADS_1


"Ya."


__ADS_2