Dinikahi Miliader

Dinikahi Miliader
Kebahagiaan sejati


__ADS_3

"Ini hasil tes DNA kemaren."


Ravela menerima dengan tangan bergetar, Alex langsung merangkul sang istri. dia khawatir jika istri nya kembali ambruk, meskipun Ravela sudah menyiapkan fisik dan mentalnya terhadap apapun keputusannya nanti.


"Kakak!"


Satu kalimat yang terucap dari bibir Ravela, sudah mewakili bagaimana perasaannya yang sesungguhnya. dia menatap Kenzo dengan air mata mengenang.


"Ya adikku, Ravela. bolehkan aku memelukmu setelah sekian tahun kita terpisah." ucap Kenzo merentangkan tangannya mendekati Vella, namun Alex tiba-tiba pasang badan berdiri diantara mereka.


"Kakak ipar, aku harap kamu tahu diri dan tidak boleh main peluk isteri orang begitu saja." ucap Alex.


"Suamiku, apa kamu masih cemburu. dia kan sudah jelas-jelas kakak kandung ku." bisik Vella melihat tingkah suaminya.

__ADS_1


"Baiklah, tapi tiga detik saja. dihitung mulai dari sekarang." ucap Alex mengalihkan pandangan nya dia tidak rela istri nya dipeluk laki-laki lain, meskipun itu kakak kandungnya sendiri.


Kenzo dan Natali tersenyum melihat sikap posesif Alex, sehingga dia merangkul Vella hanya sesaat. adik perempuan yang begitu dia rindukan selama ini.


"Kakak, dimana kedua orang tua kita?"


"Ravela, banyak hal yang tidak kamu ketahui ataupun mungkin sudah terhapus di memori ingatan mu. karena saat itu kamu masih sangat kecil adikku." ucap Kenzo menatap manik bola mata Ravela, tidak ada yang berubah masih sama dengan mata beberapa tahun silam yang selalu berbinar-binar bahagia jika bersama ibu dan juga Kenzo.


"Ya, meskipun aku pernah berusaha untuk mengingat masa kecil ku. tapi tidak bisa semua terlihat samar dan hanya muncul dalam mimpi ku saja."


"Aku ingin mengunjungi makam kedua orang tua kita..hick...hick.."


"Cukup kita mengunjungi makam mama saja dek, entah kenapa sampai detik ini kakak masih belum bisa memaafkan perbuatan ayah kita."

__ADS_1


"Tidak perlu menyimpan dendam kak, karena itu hanya akan membuat hati kita semakin sakit. toh ayah juga sudah meninggal Dunia." bujuk Vella. Kenzo terdiam bahkan dia sendiri tidak tahu ayahnya dimakamkan dimana setelah kejadian malam naas tersebut, Kenzo langsung pergi meninggalkan rumah dengan menutup dalam-dalam masa lalunya.


"Bagaimana, jika sekarang kita mengunjungi makam mama?"


"Aku setuju sekali kak."


Siangnya, setelah bercerita panjang lebar. mereka memutuskan untuk mengunjungi pemakaman umum. sepanjang perjalanan Alexander terus merangkul sang istri dengan penuh kasih sayang, begitu juga dengan Kenzo dan Natali.


Langkah kaki mereka terhenti disebuah makam yang terlihat sangat terawat dan bersih, karena Kenzo sangat rajin mengunjungi makam tersebut, bahkan membayar seseorang untuk terus merawat dan membersihkan nya.


"Mama, aku datang lagi mengunjungi mama kesini. sesuai janjiku dulu, sekarang aku sudah menemukan adik perempuan ku Ravela. dan membawanya untuk bertemu mama." ucap Kenzo, Vella ikut duduk disebelah Kenzo memperhatikan batu nisan yang bertuliskan nama sang ibu. disana juga terdapat foto wanita paruh baya yang begitu mirip dengan Ravela.


"Mama!"

__ADS_1


Hanya kata itu yang mampu terucap di bibi Ravela, air matanya bercucuran memeluk penuh kerinduan batu nisan, ada rasa hangat, tenang dan bahagia menjadi satu begitu dia menemukan keluarga dan jati dirinya setelah sekian tahun, Ravela merasa jika kebahagiaannya sekarang semakin terasa lengkap. Alex dan Natali ikut terharu menyaksikan semua itu, mantan kekasih yang sudah melupakan perasaan mereka masing-masing.


__ADS_2