Dinikahi Miliader

Dinikahi Miliader
Memancing Reaksi Alex


__ADS_3

Ceklek, Alex membuka pintu kamar tidur mereka. mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan namun dia tidak melihat sosok Ravela disana.


"Vella!"


"Vella, kamu dimana?"


Alex berteriak mencari kesetiap ruangan termasuk kamar mandi, namun kosong tidak ada siapapun yang dia temui. rasa cemas dan khawatir kembali membuat Alex panik. apalagi Vella tidak mengangkat sama sekali panggilan nya.


"Sial!"


Alex langsung mengecek semua cctv ruangan, dia sangat yakin jika Ravela ada disekitar rumah besar.


"Ravela!"


Alex langsung berlari menuju taman belakang, menghampiri Vella yang tertidur pulas diatas sofa.


"Dasar bodoh, apa yang kamu lakukan ditempat ini seorang diri." umpat Alex.


Vella terbagun begitu mendengar suara Alex dia masih mengerjap kan mata untuk mengumpulkan kesadaran kembali.


"Suamiku, kamu sudah pulang?"

__ADS_1


"Ya, kenapa kamu pergi begitu saja tanpa mengangkat panggilan ku? aku seperti orang gila mencarimu kesegala arah, sedangkan kamu malah enak-enak tidur." tanya Alex dengan tatapan tajam.


"Aku... aku! hanya tidak ingin mengganggu kemesraan kalian berdua."


Bibir Vella bergetar dia tidak bisa berkata-kata, sedangkan tubuh nya mulai kedinginan karena sudah hampir satu jam dia tidur di taman dengan tiupan angin yang berhembus kencang.


"Ayo masuk!" Alex menarik Vella kedalam dekapannya, saat melihat sang istri yang sangat kedinginan.


Sampai dikamar Alex menuntun Vella menuju ranjang, menyelimuti hingga batas dada. setelah itu Alex melepaskan pakaiannya sendiri dan ikut berbaring disebelah Vella.


"Suamiku, apa yang ingin kamu lakukan?" tanya Vella, saat melihat Alex melepas satu persatu kancing pakaiannya.


"Seharusnya kalian berdua bahagia, jika tanpa aku!"


"Kamu terlalu banyak bicara, dan mengambil kesimpulan sendiri. sekarang terimalah hukuman mu." ucap Alex tersenyum, sedangkan Vella sudah mengerti kemana arah perkataan Alex, yang selalu ingin bercinta dan bercinta tanpa pernah merasa puas.


Malam semakin larut, dengan cuaca yang sangat dingin. tapi tidak dengan Alex dan Ravela yang berbagi kehangatan dengan percintaan panjang, hingga Vella yang sudah kelelahan tertidur begitu saja dalam pelukan hangat Alex.


"Istri ku, kamu terlihat sangat imut dan cantik. tetap lah disisiku, jangan pernah berfikir untuk berpisah, karena aku sudah memilih dirimu satu-satunya dihatiku. aku akan mencari monent yang tepat untuk menyatakan perasaan ku padamu, tunggu saja." bisik Alex sambil menatap Vella yang tertidur pulas dengan mimpi indahnya.


Pagi ini, matahari pagi bersinar dengan cerahnya. masuk kedalam kamar melalui celah-celah jendela yang sedikit terbuka, sehingga bias cahayanya mengenai wajah cantik Ravela, membuatnya menggeliat pelan dalam dekapan hangat Alex yang masih tertidur pulas disamping nya.

__ADS_1


Vella menarik tirai jendela, untuk melindungi tidur Alex dari bias cahaya matahari langsung. setelah itu dia menuju kamar mandi.


"Aku harus segera mandi, sebelum Alex bangun dari tidurnya dan mengajak mandi bareng lagi, yang ujung-ujungnya bercinta dan bercinta lagi huff.. sepertinya Alex cukup kenyang dengan bercinta tanpa harus istrahat dan makan." umpat Vella.


Selesai mandi, Vella keluar mengunakan handuk. sudah tidak ada Alex yang tidur diatas ranjang.


"Mana dia?"


"Aku disini, ayo kita turun untuk sarapan." ajak Alex yang terlihat sudah rapi.


"Suamiku, kamu sudah selesai mandi?"


"Jadi kamu pikir, aku akan bersabar menunggu mu mandi selama itu. aku harus segera kekantor." balas Alex, mengulurkan tangan yang disambut Vella dengan senyum termanis nya, mereka beriringan menuju ruang makan menikmati sarapan di pagi hari hangat.


"Vella, temani mami hari ini kebutik ya, soalnya mami ingin sekali menjadikan kamu sebagai model bikini produk keluaran terbaru mami." ucap Melinda antusias, yang sesungguhnya dia hanya ingin memancing reaksi Alex semata, sejauh mana kepedulian nya pada Ravela.


"Baiklah mi, Vella setuju kok."


"Tidak bisa mi, aku tidak ingin tubuh istri ku dilihat banyak orang, terutama kaum pria." protes Alex dengan suara berat dan penuh penekanan.


"Kenapa kamu yang sewot, toh Vella setuju-setuju saja." Jawab mami sambil mengedipkan sebelah matanya kearah Ravela. dia ingin membuat Alex cemburu sehingga fokus pada pernikahan nya, dan bisa bertindak tegas pada Natali.

__ADS_1


__ADS_2