
Siang ini, Kenzo sengaja berkunjung ke kediaman Arini, orang tua angkat dari Ravela. tekadnya sudah bulat untuk mengetahui dan memastikan asal-usul tentang Ravela yang sebenarnya. Kenzo juga sudah siap dengan kemungkinan baik atau buruk, jika seandainya Ravela bukanlah adik kandungnya yang selama ini dia cari.
"Maaf, saya tidak mengenal anda. ada perlu apa Anda mengunjungi rumah saya?" tanya Arini seksama memperhatikan Kenzo yang terlihat tampan dan rapi, tidak seperti penjahat dengan penampilan yang menakutkan.
"Perkenalkan, nama saya Kenzo. bolehkan saya meminta waktu nyonya sebentar. karena ada sesuatu yang ingin saya bicarakan dan ini sangat penting bagi saya." ucap Kenzo sopan. berusaha mengendalikan perasaannya yang bergemuruh ketika melihat sebuah foto keluarga yang terpajang, dimana Kenzo sudah bisa memastikan jika salah satu perempuan itu adalah Ravela kecil nya, bahkan terlihat jelas tanda lahir dikakinya.
"Benarkah dia Ravela ku, yang telah aku cari selama dua puluh satu tahun ini. kedua tanganku ini yang mengajari nya berjalan dan berbicara, sekarang aku menemukan mu kembali, adikku." bathin Kenzo dengan mata berkaca-kaca penuh haru.
"Boleh, silahkan masuk."
Arini mengajak Kenzo duduk disebuah ruangan keluarga, dengan suasana yang tenang dan santai sehingga mereka bisa leluasa untuk ngobrol-ngobrol.
"Katakan, apa yang ingin kamu bicarakan dengan ku. nak Kenzo?" tanya Arini melunak sambil mengerutkan keningnya karena Kenzo terus memperhatikan foto Ravela ketika berumur tiga tahun, tepat satu Minggu kedatangan gadis kecil itu di kediaman Wilson.
"Saya ingin mengetahui tentang salah satu putri nyonya, Ravela!" ucap Kenzo langsung pada pokok pikiran nya.
__ADS_1
"Ravela, memangnya kenapa dengan putri ku?"
"Wajah Ravela kecil dan tanda lahir yang dimilikinya sama persis dengan adik kandung ku yang menghilang dua puluh satu tahun yang silam. dan aku sangat yakin jika anak nyonya Ravela Wilson adalah adik kandungku sendiri yang selama ini aku cari-cari keberdaan nya." jawab Kenzo yang membuat Arini terlonjak kaget. meskipun dari awal dia sudah sempat curiga karena ada kemiripan mata alis dan hidung Kenzo dengan Ravela.
Arini segera menguasai keadaan, sambil berpura-pura jika apa yang dikatakan Kenzo tidak benar.
"Anak muda, hati-hati dengan ucapan mu sendiri. aku bisa saja menuntut mu. kamu tahu siapa suami Ravela? dia adalah Alexander Jean, pengusaha kaya dan bisa saja menghancurkan dirimu jika berani-berani mengusik kehidupan istri tercintanya." ancam Arini sambil tersenyum sinis.
"Aku tidak takut nyonya, bahkan Alexander sekarang merupakan rekan bisnis kerja ku. tujuanku kesini baik-baik dan memastikan secara langsung, termasuk ingin mendengar kejujuran dari nyonya. meskipun begitu keyakinan saya semakin bulat setelah melihat foto dan tanda lahir di kakinya ini." ucap Kenzo tersenyum menang setelah melihat wajah gugupnya Arini yang kemudian menagis tersedu-sedu.
"Ravela anakku, aku yang mengandung dan melahirkan nya ke dunia ini. kenapa kamu tiba-tiba datang lalu mengaku-ngaku sebagai saudaranya..hick...hick.."
"Apa mau mu sekarang anak muda, aku tidak ingin kamu mengusik kehidupan Ravela. dia sudah bahagia dengan pernikahannya." ucap Arini.
"Aku hanya ingin Ravela tahu, tentang keluarganya yang sesungguhnya. saya harap nyonya mau diajak kerjasama." ucapan Kenzo santai, namun tangan mengeluarkan sebuah cek dengan nominal uang yang membuat mata Arini terbelalak kaget.
__ADS_1
"Baik... baiklah saya akan usahakan, tapi bagaimana caranya untuk ku mengetahui jika kalian benar-benar saudara kandung. agar aku bisa lebih meyakinkan Ravela!" ucap Arini seraya mengambil cek yang diletakan Kenzo diatas meja dan langsung menyimpan.
"Sangat mudah, pertemukan aku dengan Ravela, yakinkan dia untuk bersedia melakukan tes DNA bersama ku. jika hasil nya cocok maka dia adalah adik kandung ku begitu juga sebaliknya." ucap Kenzo.
"Baiklah tuan, Kenzo. saya akan usahakan untuk meyakinkan Ravela." ucap Arini, yang merasa kedatangan Kenzo adalah berkah terindah setelah dia menerima cek dan mengetahui jika Pria itu juga bukalah orang sembarangan.
"Beruntung sekali hidup mu, Ravela." gumam Arini namun tidak dengan Sena, dia mengepalkan tangannya, mengingat dirinya yang selalu kalah dari Ravela dari segi apapun.
Setelah kepergian Kenzo, Sena menghampiri Arini yang tengah senyum-senyum sendiri memandangi cek ditangan nya.
"Ma, aku ada ide!" ucap Sena antusias.
"Sekarang apa lagi ide mu, biasanya selalu gagal." cemooh Arini.
"Wajahku cantik dan ada mirip-mirip nya juga dengan Ravela, bagaimana jika kita ngaku-ngaku saja jika Ravela yang sebenarnya adalah aku, maka dengan begitu kita bahkan bisa hidup kaya raya." ucap Sena.
__ADS_1
"Astaga Sena!!! kamu kapan pintar nya sih, pantas saja kamu selalu kalah oleh Vella. kamu pikir orang sekelas Kenzo itu bisa dibohongi begitu saja, dia itu sangat pintar dari apa yang kita pikirkan, bisa saja dia sudah menyelidikinya sebelum datang memastikan kerumah ini, jadi buang jauh-jauh mimpi-mimpi yang tidak berguna mu itu." ucap Arini kesal.
***