
"Aku harus segera pergi!"
"Natalie tunggu, jangan pergi lagi sayang." teriak Kenzo berusaha menggapai, namun usahanya gagal Natali begitu dekat menghilang.
Hari yang mulai beranjak malam, membuat Natali kewalahan mengayun langkah. ditambahkan lagi dengan kehamilannya yang membesar.
"Aku harus mencari tempat persembunyian." Natali celingak-celinguk mengedarkan pandangannya, hingga matanya tertuju pada sebuah rumah kosong.
"Aku akan bersembunyi ditempat ini." gumam Natali, memasuki rumah kosong yang sudah dipenuhi debu, sambil memperhatikan beberapa foto-foto usang yang salah satunya sangat mirip Ravela.
"Tidak mungkin perempuan itu?" gumam Natali, entah dorongan dari mana, tangan Natali terangkat untuk mengambil salah satu foto seorang ibu muda yang sangat cantik yang tengah memangku anak perempuan, dan disamping nya berdiri seorang anak laki-laki, Natali menyimpan foto tersebut dalam saku baju dasternya.
"Aku harus bermalam ditempat ini, memastikan pria jahat itu benar-benar pergi meninggalkan rumah kontrakan ku, setelah itu aku akan pulang mengambil pakaian dan kembali kabur sejauh mungkin dari nya." bathin Natali merebahkan tubuh lelahnya disebuah kursi rotan. tidak lama dia langsung tertidur pulas.
***
__ADS_1
Kenzo yang masih mengerang kesakitan, langsung ditolong oleh beberapa orang pengawal, dan membawanya kesebuah penginapan.
"Kalian Awasi rumah Natali dua puluh empat jam, tapi jangan sampai ketahuan. kalau perlu bayar orang-orang yang nantinya mencurangi tindakan kalian ini, agar jalan kita semakin mulus." perintah Kenzo, mengepalkan tangannya emosi, mengingat Natali kembali berhasil kabur darinya.
"Baiklah tuan."'
"Aku yakin Natali pasti akan kembali kerumah itu, untuk mengambil pakaian dan dompet nya. karena saat pergi dia tidak membawa apa-apa." Kenzo tersenyum sinis.
"Sayang, aku tidak akan pernah melepaskan mu lagi!"
"Aku harus kembali kerumah kontrakan, mudah-mudahan Kenzo sudah tidak berada di sana lagi."
Natali kembali pulang sambil berjalan mengendap-endap, memastikan jika kondisi rumahnya sudah aman.
"Sepertinya tidak ada siapa-siapa disini, aku harus mengambil pakaian dan uangku secepatnya. untuk berjaga-jaga jika sewaktu-waktu aku melahirkan dan membutuhkan biaya. karena hanya sisa uang tabungan ini yang aku punya."
__ADS_1
Natali masuk kedalam rumah, berjalan cepat menuju kamar untuk berkemas. saat hendak berbalik, sebuah tangan kekar langsung membekap mulutnya.
"Lepaskan aku brengsek!!!" teriak Natali mengigit tangan Kenzo,, refleks Kenzo menarik tangannya sehingga Natali terhuyung jatuh diranjang. baju daster yang dikenakannya tersingkap ke atas memperlihatkan paha putih mulus dan sesuatu yang masih tertutup CD, membuat gairah kelelakian Kenzo meronta-ronta ingin disalurkan, sekian lama dia menahan hasratnya karena merindukan tubuh Natali seorang.
Natali yang sadar dengan tatapan mata Kenzo, segera merapikan pakaiannya. namun terlambat Kenzo sudah berhasil mengunci pergerakannya.
"Istri ku, aku sangat merindukanmu. beri aku kesempatan." bujuk Kenzo dengan tangannya yang mulai menjalar kemana-mana, Natali selama kehamilan begitu merindukan belaian seorang pria sejati, berusaha mengendalikan ******* dan bahasa tubuhnya yang membutuhkan belaian, meskipun mulutnya terus mengumpat dan menolak.
Ciuman lembut Kenzo dan lidahnya yang dingin terus memberikan sensasi yang luar biasa, Natali terbawa perasaan dan suasana romantis di pagi buta yang sangat dingin. dengan kehangatan seorang pria, satu persatu pakaian Natali mulai terlepas, Kenzo yang mendapatkan lampu hijau langsung melakukan penyatuan dengan sangat hati-hati dan penuh kelembutan, mengingat sang istri yang tengah hamil besar, pasangan ini beberapa kali pelepasan.
"Kenzo.. Aaagggh..!!!"
"Natali!!! I Love You."
Mereka mencapai puncak kenikmatan disaat yang bersamaan, setelah itu tertidur sambil berpelukan. diluar para pengawal yang tengah berjaga-jaga saling pandang heran, begitu mendengar suara-suara aneh dari dalam rumah.
__ADS_1