Dinikahi Miliader

Dinikahi Miliader
Hamil muda


__ADS_3

"Apa Elisa hamil anakku?"


"Ya, dan pasien harus diberikan perhatian ekstra."


"Akhirnya, aku mempunyai sebuah alasan untuk mengikat mu untuk tetap disisiku." Jeremi tersenyum licik, merasa muncul jadi pemenang.


"Apa yang harus aku lakukan sekarang, jika Elisa pulang kerumahnya aku takut dia akan mengugurkan kandungannya atau malah menyakiti diri sendiri tanpa ada pengawasan khusus. sebaiknya aku akan membawanya tinggal di Villaku, dengan suasana yang tenang dan nyaman cepat atau lambat dia pasti akan menerima diriku dan bayi kami." ucap Jeremi melangkah masuk keruangan perawatan Elisa yang masih terbaring lemah dengan selang infus ditanganya.


Perlahan Elisa membuka matanya, menatap sekeliling ruangan yang serba putih. rasa sakit, mual dan pusing sudah berkurang, meskipun begitu dia enggan untuk membuka matanya.


"Tangan ku terpasang infus, sepertinya aku sedang berada dirumah sakit. siapa yang telah membawaku ketempat ini, apa pria brengsek itu lagi? " Elisa mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan VVIP yang sangat mewah, dia yakin jika tidak sembarangan orang yang bisa menjamin keberdaan nya diruangan seperti ini.


"Ya aku yakin sekali si brengsek Jeremi atau Ravela?"

__ADS_1


Elisa ingin duduk begitu pintu ruangannya akan dibuka dari luar, dia sangat penasaran siapa yang datang.


"Ternyata kamu lagi."


Elisa yang masih kesal merebahkan tubuh, menaikan selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya. sedangkan Jeremi dengan santai duduk disebelah Elisa.


"Elisa!"


"Apa...apa lagi yang kami inginkan dariku, belum cukup kamu melihat ku menderita seperti ini?" ucap Elisa dibalik selimut.


Degh!!!


"Tidak.... tidak, mungkin aku hamil anak mu?" Elisa menggelengkan kepalanya tidak percaya, dan ingin menolak kenyataan hidup yang menimpa nya.

__ADS_1


"Tapi itulah kenyataannya, lihatlah foto hasil USG mu ini, disana terlihat sebuah titik yang menunjukan janin yang belum berkembang sempurna karena usia nya masih sangat muda." ucap Jeremi.


"Aku tidak mau hamil anak hasil pemerkosaan ini, tidak...!!! apa kata orang-orang yang akan menghina dan mengejek ku, apalagi orang tuaku pasti akan hancur dan sedih karena aku telah mengecewakan dan menghancurkan harapan mereka hiks...hiks." Elisa refleks memukul-mukul perutnya yang masih terlihat datar.


"Hentikan!!! jika kamu tidak menginginkan calon anak yang tidak berdosa itu, berikan dia padaku. kamu tidak perlu risau masalah ini, selama kehamilan kamu bisa tinggal dan menetap di Villa ku. disana tempat nya sangat indah dan tenang. yang terpenting tolong pertahanan kan bayi dalam perut mu, aku akan memberikan mu imbalan berkali-kali lipat, percaya lah." bujuk Jeremi.


"Kalau aku tidak mau, bagaimana?" ucap Elisa mengusap air matanya.


"Terpaksa aku bertindak keras, kalau kamu tega menyakiti calon anakku maka kedua orang tua mu bisa juga menjadi jaminan untuk aku hancurkan sebagai target berikutnya." ucap Jeremi membuat Elisa terdiam.


"Jangan ganggu kehidupan kedua orang tua ku."


"Baiklah, asalkan kamu bersedia aku ajak kerjasama, maka semuanya akan berjalan dengan sangat baik." ucap Jeremi.

__ADS_1


Ditengah ketidak berdayaanya, Elisa terpaksa menganggukan kepalanya. sikap egois dan pemaksaan yang ditujukan Jeremi membuat kadar kebencian nya semakin bertambah pada pria itu, namun Elisa tidak mempunyai kekuatan dan kekuasaan untuk melawan. Elisa merasa setiap jalan yang ingin ditempuhnya terasa buntu.


__ADS_2