Dinikahi Miliader

Dinikahi Miliader
Mimpi Buruk Ravela


__ADS_3

Pagi hari nya, Ravela tertunduk lesu sambil mengingat mimpi buruk yang tengah dialaminya semalam. ketakutan akan arti mimpi itu membuat perempuan hamil itu menjadi resah dan gelisah. wajahnya mengembun hampir menangis, diliriknya Alex masih tertidur pulas disampingnya.


"Syukurlah cuma mimpi, tapi tersadar begitu nyata."


Perlahan tangan Ravela tergerak, elusan pelan pada rambut sang suami kemudian menelusuri setiap lekuk wajah tampan yang tidur seperti bayi besar dihadapannya, hembusan nafas Alex menerpa kulit wajah Vella mengingat posisi mereka yang sangat lah dekat.


"Sayang, kamu sudah bagun duluan?"


Alex membuka mata, senyum mengembang disudut bibirnya, begitu membuka mata hal pertama yang dia lihat, wajah istri cantik nya yang imutnya yang tengah tersenyum manis kearahnya, memperlihatkan kedua lesung pipi yang begitu sempurna melekat diwajahnya yang tirus.


Ravela berusaha menyembunyikan kegundahannya. dengan menenggelamkan wajahnya di dada bidang Alex. yang membuat perasaan nya kembali tenang dan nyaman.

__ADS_1


"Kamu kelihatan nya sedang memikirkan sesuatu, terlihat jelas dari raut wajahmu sayang, ada apa?" tanya Alex penasaran.


"Suamiku, semalam aku mimpi buruk, aku seperti jatuh kedalam arus sungai yang mengalir deras, menyeret tubuh ku ketempat yang jauh. tidak ada yang mampu menyelamatkan aku." ucap Ravela dengan bibir bergetar.


"Ha...ha...ha..., Sayang itu cuma mimpi. kamu tidak usah terbawa perasaan hingga resah seperti ini. ingat kita sedang liburan berdua untuk bersenang-senang." Alex tertawa mersa lucu mendengar ucapan sang istri. meskipun dilubuk terdalam di hatinya, pria ini juga mulai merasa resah, seperti akan ada sesuatu yang buruk yang akan menerpa hubungan mereka berdua kedepannya.


"Sayang mandi bareng yuk." ajak Alex langsung bangkit dan mengendong tubuh Ravela menuju bactub, tanpa meminta persetujuan dari sang istri terlebih dahulu.


"Bercinta, karena semalam sempat tertunda karena kamu ketiduran." jawab Alex santai membantu melepaskan pakaian Vella satu persatu kelantai. Alex memberikan ciuman panas'nya, membuat Vella kewalahan menghadapi keagresifan suaminya. yang terus memberikan nya serangan tiba-tiba. leher jenjang indah Vella menjadi sasaran utama sehingga bertambah lagi tanda kepemilikan dari Alex.


"Sudah suamiku, katanya hari ini kita mau jalan-jalan menelusuri pasir putih sambil melihat penyu." elak Vella diantara pergumulan panas mereka.

__ADS_1


"Ya aku ingat, tapi aku masih belum puas bercinta denganmu sayang." bisik Alex mengigit pelan daun telinga Vella, membuat gadis itu mengeliat kegelian.


Pagi ini, percintaan panas mereka semakin menggebu, satu ronde seakan tidak cukup untuk membuat keduanya mersa puas dan lelah. Vella dan Alex kembali berpacu menikmati permainan yang sudah menjadi candu bagi keduanya. hingga akhirnya Vella yang sekarang menjadi komando permainan ambruk diatas tubuh Alex. senyum kepuasan terpancar dari wajah tampan sang suami posesif dan selalu mesum pada sang istri.


Perlahan Alex bangkit, dia membantu Vella untuk mandi dan berganti pakaian, setelah menikmati sarapan pagi mereka yang tertunda. Alex dan Vella sudah mempunyai tenaga full kembali, ibarat baterai yang telah terisi penuh. memulai perjalanan indah mereka menelusuri pasir putih yang terawat dengan bersih yang diperuntukkan untuk para tamu yang ingin berjalan-jalan menikmati keindahan sekitar yang sangat menakjubkan dan memanjakan mata.


"Sayang, lihat itu para penyu-penyu tengah bertelur." ucap Vella dengan mata berbinar-binar bahagia, dengan mengatup kedua tangannya. Alex membalas dengan senyuman, dia sangat bahagia melihat istrinya senang.


Alex membimbing Ravela berjalan dengan santai, tanpa mengunakan alas kaki. tapi kaca mata hitam agar Vella bisa leluasa mengedarkan pandangannya. sesekali gadis itu memasukkan tanganya kedalam air danau sambil memainkan air tersebut, mencipratkannya kewajah Alex. yang kadang dibalas dengan hal yang sama mereka tertawa bahagia.


"Hati-hati sayang."

__ADS_1


Vella langsung berlari di hamparan pasir berwarna putih bersih dan sangat terawat, yang membentang luas sejauh mata memandang. Ravela tersenyum sambil merentangkan kedua tangannya. rambut panjang Vella tergerai indah diterpa angin yang berhembus kencang menerpa kulit wajah yang berseri-seri menikmati hembusan angin.


__ADS_2