Dinikahi Miliader

Dinikahi Miliader
Barang yang sama


__ADS_3

"Sayang, jika kamu merasa bosan dirumah. kamu boleh keluar untuk sekedar jalan-jalan pergi ke salon, shopping ataupun ke butiknya mami. tapi ingat untuk tidak terlalu capek." ucap Alex sebelum berangkat kerja.


"Oke, hari ini aku akan pergi ke salon terlebih dahulu. aku ingin terlihat semakin cantik dihadapan suamiku. setelah itu aku akan kepusat perbelanjaan yang menyediakan banyak kebutuhan bayi seperti pakaian dan yang lainya." ucap Vella membuat Alex seketika berbunga.


"Aku tidak ingin kamu mengangkat yang berat-berat, minta asisten Rani untuk mendampingi dan membantu mu." ucap Alex.


"Oke sayang, kamu jangan terlalu kawathir. kondisi ku sekarang sudah jauh lebih baik." jawab Vella yang merasa senang dengan perhatian suami nya.


Suasana pusat perbelanjaan mewah, tidak terlalu ramai pengunjung, karena hanya orang-orang tertentu saja yang mampu berbelanja ditempat elit tersebut.


"Rani, aku bingung menentukan pilihan. semua terlihat imut dan sangat lucu-lucu." ucap Vella antusias, mengangkat beberapa pakaian bayi memasukkan kedalam keranjang belanjanya.


"Kata tuan muda, nona bebas belanja sesuka hati. aku akan membantu nona dengan senang hati." ucap Rani.


"Aku rasa sudah cukup Rani, kita tidak boleh berbelanja melebihi kebutuhan yang seharusnya. karena itu akan mubazir, tubuh bayi cepat sekali berkembang nya takutnya tidak terpakai." jawab Vella.


Disaat yang bersamaan, Natali ditemani seorang pelayanan juga tengah asyik memilih pakaian bayi. sesekali bibir nya tersenyum bahagia membayangkan anaknya memakai pakaian yang terpajang di etalase. naluri keibuan yang seringkali muncul setiap melihat benda ataupun barang-barang yang berhubungan dengan bayi dan anak-anak.


"Rani, lihatlah box bayi itu terlihat sangat bagus, ditambah lagi dengan warna nya yang netral cocok untuk anak perempuan maupun laki-laki." ucap Vella menarik tangan Rani untuk mendekat, begitu juga dengan Natali perhatian nya tertuju pada benda yang sama.

__ADS_1


"Aku ambil box bayi yang ini ya!" ucap Natali bersemangat pada penjaga toko.


"Maaf, nyonya tapi box bayi warna ini tinggal satu-satunya. dan sudah dibooking terlebih dahulu oleh nyonya Ravela Alexander." ucap penjaga toko.


"Ravela Alexander?"


Natali segera menoleh kebelakang, dia kaget saat melihat Ravela yang tengah hamil besar berdiri dibelakang nya, begitu juga sebaliknya Ravela membulatkan matanya menatap kearah Natali yang juga tengah hamil besar sama seperti dirinya.


"Ravela! ternyata kamu."


"Natali!"


"Terimakasih Ravela, Oya kamu ada waktu ngak untuk kita ngobrol-ngobrol sebentar?" ucap Natali.


"Mmmmhh... boleh juga, gimana kalau di kafe depan." tunjuk Vella.


"Boleh juga."'


Dua ibu hamil ini berjalan bergandengan memasuki kafe, sedangkan belanjaan mereka telah diurus oleh asisten masing-masing.

__ADS_1


"Lama tidak bertemu, Natali. memangnya kamu menghilang kemana?" ucap Vella seraya menyeruput jus buahnya.


"Ada hal yang tidak bisa aku ceritakan Vella, yang jelas setelah permasalahan ku yang rumit dapat aku dan suami atasi secara baik-baik, akirnya aku kembali ke kota ini." terang Natali.


"Doa terbaikku untukmu, Natali. semoga kedepannya kita bisa menjalin hubungan yang lebih baik lagi." ucap Vella tulus karena dia yakin Natali sekarang sudah banyak berubah termasuk dari cara bicara dan perilakunya.


"Ya Vella, aku juga minta maaf atas kesalahan dimasa laluku. sekarang aku sudah bahagia dengan suamiku, Kenzo. begitu juga dengan Alex dan dirimu." ucap Natali.


Mereka menikmati makan siang dengan ngobrol-ngobrol ringan dan santai, hingga akirnya Natali teringat akan foto anak perempuan yang merupakan adik Kenzo yang pernah ditemukan nya dirumah kosong. banyak kemiripan anak perempuan tersebut dengan Ravela.


"Apa mereka adalah orang yang sama?" bathin Natali.


"Ravela, maaf sebelumnya jika pertanyaan ku ini bisa saja menyinggung mu." Ucap Natali terlihat ragu-ragu untuk mengutarakan.


"Pertanyaan apa? sepertinya wajahmu serius amat, santai saja aku orang nya tidak mudah tersinggung kok, Natali." Vella tersenyum ramah.


"Tapi ini sangat privasi?" ucap Natali mengigit bibir bawahnya.


"Tanyakanlah, selagi aku bisa menjawab nya."

__ADS_1


"Ravela, apa keluarga Wilson itu adalah keluarga kandungmu?" akirnya pertanyaan itu lolos di bibir Natali, jauh dilubuk hati Natali sangat ingin membantu Kenzo menemukan kembali adiknya yang sudah puluhan tahun dia cari.


__ADS_2