
"Mam, akirnya penerus Alexander Jean ditemukan juga. opa dan papi pasti bangga disana!" ucap Alex menerawang sambil tersenyum, begitu juga dengan Melinda, sudah lama mereka tidak tertawa dan tersenyum bahagia seperti ini, tepatnya semenjak Ravela menghilang dari kehidupan mereka.
"Aku bahagia sekali mami he...he..."
"Tentu sayang, mami juga sangat bahagia dan sudah tidak sabaran lagi untuk bertemu dengan cucu dan anak menantu kesayangan mami, Ravela. semoga ingatannya juga cepat kembali pulih seperti sediakala." harap mami.
Di perusahaan, Rosalina masih sibuk mempelajari beberapa berkas. dia berusaha menghindari tatapan mata Jack yang dalam, dia menangkap sinyal jika orang kepercayaan orang tua angkatnya itu, mulai menyukai dirinya semenjak kedatangan Rosalina di perusahaan, meskipun Jack tahu jika Rosalina sudah memiliki seorang anak. begitu juga dengan kekuarga angkatnya, seakan mendukung kedekatan mereka.
"Rose, aku merasa heran kenapa perusahaan besar seperti The King' mau bekerjasama dengan perusahaan kecil ini." ucap Jack sambil menyerahkan beberapa berkas kemeja kerja Rosalina.
"Jadi mereka sudah menyetujui untuk menanamkan investasinya diperusahaan kita ini?" ucap Rose dengan mata berbinar-binar bahagia.
"Ya, ini berkas yang kita usulkan kemaren dan mereka sudah menyetujuinya. besok siang, Presdir dari perusahaan the king' akan terjun langsung keperusahaan ini, untuk melakukan kerjasama bisnis." ucap Jack terbesit rasa khawatir jika Rose akan jatuh cinta pada pandangan pertama pada Presdir the king' yang terkenal dengan pesona ketampanannya, meskipun berdasarkan rumor yang beredar jika Presdir yang bernama Alexander tersebut sangat dingin terhadap wanita.
"Jack, tolong siapkan semua materi dari bagian marketing yang dibutuhkan besok. semoga kita tidak mengecewakan perusahaan mereka."
__ADS_1
"Baik, Rose."
"Satu lagi, minta sektretaris untuk menyiapkan acara penyambutan, agar semua berjalan lancar seperti yang kita harapkan." perintah Rose, Jack mengganggukkan kepalanya.
Pria lajang itu, terlihat enggan meninggalkan ruangan kerja Rose. namun dia juga tidak bisa memendam perasaannya lebih lama lagi. dia takut akan ada pria lain yang mendahuluinya merebut gadis cantik dan ayu, sosok istri idaman yang selama ini diharapkan Jack.
"Rose, nanti malam kamu ada acara ngak?"
"Memangnya kenapa Jack?"
"Maaf sekali Jack, tapi aku ingin menghabiskan waktu bersama anakku, Evan, karena semenjak bekerja aku lebih sering diluaran. sekali lagi maaf ya." ucap Rose berjalan meninggalkan kantor, seharian tidak tidak bertemu anaknya membuat Rose rindu berat.
"Aku akan bersabar, sampai kamu benar-benar mempunyai waktu untuk ku juga, Rose." gumam Jack menatap punggung Rose yang sudah semakin menjauh.
Jack yang merasa kecewa, kembali menghabiskan malam bersama para teman wanitanya. para penikmat *** bebas tanpa adanya sebuah ikatan, yang penting atas dasar suka sama suka dan bisa bersenang-senang.
__ADS_1
Sampai dirumah, Rosa langsung tersenyum bahagia begitu melihat Evan yang berlarian dengan ceria, anaknya tumbuh dengan sehat dan aktif.
"Revano!"
"Mommy!"
Revano kecil merentangkan kedua tangannya penuh semangat, begitu melihat kedatangan Rose.
"Anakku sayang."
Mencium Revan dengan penuh kasih sayang, lalu membawanya duduk di sofa dimana ada kedua orang tua angkatnya.
"Rose, tadi siang mama dan papa mengajak Revan bermain di pulau. kami pun bertemu dengan seorang pria yang memiliki wajah yang benar-benar mirip dengan Revan, apa jangan-jangan dia ayah kandungnya Revan?" ucap Camelia keceplosan.
"Mirib bukan berarti dia ayah biologis nya Revan, bagaimanapun kita harus tetap waspada dan hati-hati. ingat Rosalina pernah hampir dibunuh!" ucap papa.
__ADS_1
"Papa benar ma, kita tidak boleh mudah percaya pada orang baru dikenal." ucap Rose membenarkan ucapan ayah angkatnya.