
Tidak lama, tim dokter masuk untuk memeriksa kondisi Vella. mulai dari detak jantung, tekanan darah serta keluhan-keluhan yang masih dirasakan Ravela.
"Bagaimana kondisi menantu saya dok, kapan dia bisa diperbolehkan pulang?"
"Jika kondisi tubuhnya sudah berjalan dengan normal kembali, kemungkinan dalam satu atau dua hari ini nona Ravela sudah diperbolehkan untuk pulang, namun demikian di saran kan untuk tetap menjaga kesehatan dengan mengkonsumsi makanan dan buah-buahan serta istirahat yang cukup. terutama tidak boleh stress ataupun melakukan pekerjaan yang berat." jawab dokter.
"Terimakasih dok, atas informasi nya."
"Vella kamu sudah dengar sendiri kan apa kata dokter."
"Iya mami."
"Satu lagi yang perlu kamu tahu, Alex itu pria yang sangat sulit untuk jatuh cinta. kamu beruntung mendapatkan Alex karena dia tidak pernah pacaran selain dengan Natali, sekarang kamu adalah masa depan Alex. jangan pikirkan tentang perempuan lain yang berusaha untuk mendekati nya, karena Alex tidak akan tergoda, terutama Natali yang sudah menjadi masa lalunya. baru-baru ini mami dapat info jika perempuan itu sudah menikah dengan laki-laki lain." ucap mami tersenyum senang karena sudah tidak ada lagi yang akan mengaggu rumah tangga Alex kedepannya.
"Menikah, mi?"
__ADS_1
"Iya, meskipun mami penasaran dan belum yakin akan kebenaran berita tersebut. mengingat selama ini Natali begitu terobsesi pada Alex. bisa jadi Natali merasa jika sudah menemukan pria yang jauh lebih kaya dari Alex. tapi apapun alasannya mami senang sekali dengan kabar ini." ucap Melinda dengan mata berbinar-binar. sedangkan Vella langsung membayangkan bagaimana reaksi Alex jika mengetahui jika Natali sudah menikah dengan Pria lain.
"Kira-kira Alex bakal cemburu ngak ya?"
Vella sangat ingin melihat reaksi dari suaminya, namun dia juga tidak berani menanyakan hal ini pada Alex.
***
Sore nya, Melinda pamit untuk pulang ke penginapan, Melinda ingin Istrahat setelah menempuh perjalanan jauh. sebelum pergi dia berpesan agar Alex menjaga Vella dengan baik. terutama tidak meminta yang macam-macam terhadap istri nya yang masih butuh perawatan intensif.
"Bagus, mami bangga mendengar nya."
"Iya mi, saking siaga nya. dia rela tidur berdesak-desakan dengan ku." ucap Vella meluncur begitu saja dari bibirnya.
"Dasar anak nakal, istrimu lagi sakit dan butuh istirahat. masih saja digangguin, kamu kan masih bisa tidur di ranjang yang ada disebelah nya, ingat dirahimnya ada anakmu yang harus dijaga." tunjuk mami.
__ADS_1
"Justru itu mi alasan utamaku untuk selalu berada disebelah Vella, aku hanya ingin menjaga istri dan calon anakku sebaik mungkin, mi. kalau tidur nya berjauhan kan repot, jika Vella butuh sesuatu nantinya."
"Itu alasan mu saja, Alex."
"Vella, mami harus pulang dulu. jika Alex membuatmu tidak nyaman. jangan sungkan untuk mengadukan nya pada mami."
"Iya mi."
Mami memeluk hangat Vella, sambil tersenyum senang.
"Besok mami akan kesini lagi!"
"Hati-hati ya, mi." ucap Vella menatap punggung mertuanya menuju pintu keluar. Alex mengikuti langkah mami dari belakang mengantarkan sampai mobil.
"Mami sangat baik dan menyayangi ku, aku seperti merasakan dan menemukan kasih sayang seorang ibu yang sesungguhnya. tanpa memandang status dan asal-usul ku yang tidak tahu siapa sebenarnya keluarga kandung ku, bahkan mama Arini pun tidak tahu sama sekali." bathin Vella dengan pandangan berkabut, karena dia belum pernah mendapatkan kasih sayang yang tulus dari mama Arini selama ini yang sudah dia anggap seperti keluarga kandung.
__ADS_1