Dinikahi Sugar Daddy

Dinikahi Sugar Daddy
Ngidam Part 2


__ADS_3

Sepasang pengantin baru itu masuk ke dalam sebuah kamar hotel yang sudah di dekorasi sedemikian rupa. Aroma terapi yang menyeruak begitu pintu kamar di buka membuat Haris maupun Anandita tersenyum. Lilin-lilin cantik menghiasi sudut-sudut kamar. Lampu kelap kelip juga menambah suasana di dalam kamar itu terasa sangat hangat dan nyaman.


"Apakah Byan yang memberikan ini untuk kita Kak?" tanya Anandita menatap ranjang yang penuh dengan kelopak bunga mawar, ada sepasang handuk berbentuk angsa dengan ekor berbentuk hati yang sangat cantik.


"Hmmm, aku tidak tahu!" jawab Haris memeluk Anandita dari belakang. Mengusap perut ramping sang istri juga menghirup aroma parfum yang sudah bercampur dengan keringat. Anandita meremang mendapat perlakuan seperti itu dari Haris. Untuk pertama kalinya mereka melakukan sentuhan pisik yang begitu intens.


"Kak!" Anandita bersuara dengan mata terpejam.


"Heumm!" Pria itu hanya bergumam karena masih asik mengecup leher junga tengkuk Anandita.


"Apa kau tidak lelah? Aku mau mandi dulu, aku gerah!"


Haris malah semakin gencar menyesap aroma tubuh Anandita yang sangat memabukkan untuknya, memeluk gadis itu semakin erat dan menggiringnya masuk ke dalam kamar mandi. Sadar tidak sadar kini Anandita sudah ada di depan cermin wastafel. Dia membulatkan mata saat melihat wajah kemerahan miliknya, wajah Haris juga tak seperti wajahnya lagi, ada sesuatu yang berbeda di sana. Hembuskan napas sang suami semakin lama semakin panas.


"Kita mandi bersama ya!" Satu kalimat dari Haris membuat Anandita kian mematung, Anandita bisa merasakan jemari Haris yang menarik turun zipper gaun yang dia kenakan. Bibir itu, bibir yang sangat dia sukai mengecup punggungnya putus-putus. Sesekali dia merasa hangat dan basah oleh tingkah suaminya, namun segera dia berbalik untuk menghentikannya semuanya.


Haris menatap Anandita dengan mata sayu nan putus asa. Kenapa istrinya itu harus mengganggu ritual yang sudah dia nantikan sejak lama. Anandita tersenyum, dia meraih tangan Haris, meletakkan tangan besar itu di depan dadanya, menyuruh Haris mengambil kendali atas dirinya yang memang tidak memiliki pengalaman untuk melakukan hal semacam ini.


Pria yang tadinya berwajah murung itu mulai tersenyum, gaun itu luluh lantak di atas lantai. Matanya berbinar menatap tubuh Anandita dari atas sampai bawah. Istrinya ini memang sangat cantik, lekuk tubuhnya juga sangat indah untuk di pandang. Benar-benar sangat menggiurkan.


"Jangan tatap aku seperti itu!" Anandita menutup dadanya dengan kedua tangan. Entah kenapa jika dia mengganggu Byan atau Tania dia sangat berani dan tidak malu, namun ketika dia mengalami ini sendiri, dia merasa ciut.


"Kau sangat cantik!" Haris berbisik di telinga istrinya. Baru ingin menyela, Haris malah sudah membungkam bibirnya dan membawa Anandita ke bawah shower, tangan Haris seolah sudah hapal setiap sudut kamar mandi ini, ketika air hangat mulai mengguyur tubuh keduanya, telinga mereka bisa mendengar debaran jantung masing-masing.


"Apa kau gugup?" tanya Haris di depan bibir Anandita.


Anandita mengangguk.


"Aku juga sangat gugup," ucap Haris lagi. Anandita terkekeh, jika seperti ini, Anandita juga berhak memegang kendali bukan? Tanpa ada aba-aba, Anandita menyambar bibir Haris ganas, tangannya sibuk melucuti semua pakaian yang Haris kenakan, bahkan dia sangat berani melepas ikat pinggang suaminya. Mengelus isi dalam boxer itu dengan gerakan sensual. Haris menggeram, dia mendongak merasakan sensasi luar biasa yang Anandita berikan untuknya.


"Belalai mu sudah menegang Kak!" bisik Anandita di samping telinga suaminya.


"Kau menantang ku hmm!"


Haris yang tidak mau kalah mulai membalik keadaan. Dia memojokkan Anandita pada dinding kaca, wanita itu menempelkan wajahnya dengan kedua tangan yang menempel pada dinding kaca seperti seekor cicak. Asap mulai mengepul dari sekat kaca. Suara erangan juga suara rintihan mulai terdengar. Baik Anandita, maupun Haris, mereka sama-sama meneguk indahnya madu pernikahan. Mencecap rasa manis itu dengan buliran keringat yang luluh oleh air terjun dari shower yang ada di sana.

__ADS_1


* Hayo yang udah ngarep hot Jeletot siapa?🤭 Maaf Author gak sanggup. 😭🙏 Meskipun sekarang malam Jum'at, Author harap kalian mengerti. 🏋️


...----------------...


Haris menatap wajah tenang istrinya ketika sedang terlelap. Apakah dia se gila itu? Mungkin ini adalah pengalaman pertama untuk mereka berdua, namun bagaimana mungkin dia bisa khilaf sampai dia minta lagi dan lagi, apakah Anandita akan baik-baik saja? Haruskah dia membawa Anandita ke dokter?


"Terima kasih Sayang, aku mencintaimu!"


Cup!


Haris mengecup bibir dan kening Anandita sekilas, menelusupkan tangannya di bawah leher sang istri, lalu memeluk istrinya dengan pelukan yang hangat.


...----------------...


Di tempat lain, Byan sedang gelisah tidak bisa tidur sama sekali, dia hanya terus berguling ke kanan dan ke kiri mencari posisi yang nyaman, namun seberapa sering pun dia melakukan itu, dia tidak bisa memejamkan mata.


"By, kenapa belum tidur?" tanya Brian sembari menarik pinggang istrinya.


Byan menoleh, berbalik lalu menatap suaminya lekat. Tangannya terulur mengusap wajah Brian membuat pria itu mau tidak mau membuka matanya.


Byan mengangguk. Brian tersenyum, berusaha untuk mengumpulkan nyawanya lalu duduk dan membantu Byan untuk ikut duduk bersandar pada dada bidangnya.


"Jadi istri ku yang cantik ini ingin apa?"


Byan berpikir untuk sejenak, dia ragu harus mengatakan keinginannya atau tidak, ini sudah jam 12 malam, bolehkah dia meminta sesuatu.


"Om yakin akan mengabulkan permintaan Byan?"


Brian mengangguk, tersenyum, lalu mengecup bibir istrinya lembut.


"Apapun yang kau inginkan pasti akan aku lakukan Baby!"


Byan tersenyum sumringah. Dia segera beranjak dari duduknya, berdiri menarik tangan Brian untuk ikut berdiri sepertinya.


...----------------...

__ADS_1


Brian mantap Bryan dengan wajah yang sulit untuk di artikan, pria itu menolehkan kepalanya melihat Ibu, Ayah juga melihat Bima yang berdiri di depan pantry dengan wajah menahan kantuk. Bahkan Aldi terus menguap seperti seekor kuda Nil.


"Apa ini yang kau inginkan By?"


Wanita yang sedang duduk di meja makan sembari menopang dagu dengan kedua tangannya mengangguk dengan wajah berbinar.


"Tadi Om udah janji kalau Om mau nurutin apapun yang Byan mau."


"Tapi kenapa kita juga harus ikut-ikutan boncel!" protes Aldi tidak terima.


Oh ayolah, siapa yang berani membangunkan semua penghuni rumah hanya untuk menuruti keinginan Byan yang sangat konyol itu. Jam 12 malam, mereka di minta untuk lomba masak sesuatu yang enak untuk Byan. Bahkan Mbok Jum saja ikut terseret, Aldi melirik Mbok Jum yang duduk meringkuk di bawah meja kompor. Dia pasti sangat mengantuk sampai tidak bisa membuka mata.


"Jadi kau ingin kita masak apa?" tanya Bima. Dia tidak punya pilihan lain selain menurut, jika tidak, Byan pasti akan merajuk dan dia tidak akan mau membantunya lagi.


"Ayah ngantuk Bu," ucap Nugroho menyandarkan kepalanya di bahu Anjani. Dengan tidak beradab nya Anjani mendorong kening Nugroho sampai pria hampir tua itu terjungkal dan tidur terlentang di atas lantai.


"Kamu mau ibu masakin apa By?"


Byan tersenyum. Berpikir untuk sejenak. "Byan mau yang gampang aja. Byan ingin makan pasta tapi mie nya harus bikin sendiri!"


"What?"


Brian, Anjani, Aldi dan Bima memekik. Nugroho dan Mbok Jum refleks berdiri sembari membuka mata mereka.


"Iya, Byan ingin makan pasta tapi mie nya harus bikin sendiri, gak mau yang instan."


To Be Continued.


Hayo nih siapa yang bisa ngalahin bumil satu ini. 🤣🤣🤣


Padahal mereka gak tahu kalau Byan itu jadi hamil. Tapi mereka masih care. Jadi terharu dan ingin memiliki mertua seperti mereka. 🥺


Kok pagi-pagi melow ya. 🥺


Udah akh, jangan lupa like dan komentarnya ya. 🤗🤗🤗🤗 Kemarin telat up karena system. Mudah2an hari ini aman.

__ADS_1


__ADS_2