Dinikahi Sugar Daddy

Dinikahi Sugar Daddy
Pengalihan Aset


__ADS_3

Brian menarik tangan Sisil membuat wanita seksih itu duduk di atas pangkuannya. Sebenarnya sudah beberapa hari ini Brian tidak bisa tidur nyenyak karena menginginkan bocah kecil yang semakin hari semakin membuat kepalanya pusing seperti mau pecah. Entah kenapa ada keinginan yang sangat besar dalam diri Brian untuk menyentuh istrinya, namun karena gengsi dan juga tidak mau menyakiti bocah itu, Brian berusaha menahan hasratnya mati-matian. Brian tidak pernah memaksa wanita manapun yang tidak ingin tidur dengannya. Brian hanya akan tidur dengan wanita yang dengan suka rela memberikan tubuhnya untuk Brian jamah.


"Kau ingin menggodaku hmm?" Brian berbisik sembari menyentuh wajah juga telinga Sisil. Dia juga menyugar rambut Sisil membuat wanita itu memejamkan matanya menikmati setiap sentuhan yang Brian berikan.


"Aku menginginkan mu Sayang!" Sisil berbicara dengan suara mendayu-dayu. Yang dia yakini, jika dia melakukan itu, maka laki-laki yang sedang bersamanya tidak akan bisa berkutik dan akan langsung menyerangnya.


Brian tersenyum. Dia memangku tubuh Sisil lalu mendudukkan wanita itu di atas meja. Kecupan demi kecupan Brian berikan di bibir, turun ke leher, lalu turun ke bawah. Lidahnya asyik memainkan sesuatu yang bulat namun kecil seperti sebuah kelereng mini. Lengguhan dari bibir Sisil membuat Brian semakin bersemangat. Tangan kanannya dia gunakan untuk mengusap paha terdalam milik wanita itu. Sisil yang sudah mabuk ke payang merasakan bagian intinya yang berdenyut meremas rambut Brian dan semakin menekan kepala itu supaya menghi sap kelereng miliknya lebih kuat.


Brakkkkk!


Mata Sisil membola. Sedangkan Brian, laki-laki itu masih asyik dengan kegiatannya. Dia tidak mau berhenti meskipun Sisil sudah berusaha untuk mendorong kepala Brian agar laki-laki itu segera menghentikan aktivitas nya.


"Sayang hentikan! Ada yang datang!" Brian masih bergeming. Dia tidak mau menghentikan kegiatannya.


"Brian!!!!!"


Teriakkan dari arah pintu sukses membuat Brian menarik kepalanya melihat ke arah orang yang baru saja berteriak. Sisil buru-buru merapikan penampilannya dan turun dari atas meja.

__ADS_1


"Ayah!" Brian bergumam dengan santainya.


"Anak kurang ajar. Kau jadikan perusahaan ini sebagai tempat untuk berzinah hah?"


"Kau keluar dulu!" Titah Brian pada Sisil. Wanita itu mengangguk lalu keluar dari ruangan Brian dengan kepala yang tertunduk.


Nugroho mempercepat langkahnya. Dia masih menatap Brian dengan tatapan seperti sebelumnya. Nugroho benar-benar di buat kecewa oleh Brian. Dia pikir Brian sudah berubah, namun pada kenyataannya Brian masih tetap orang yang sama.


Plakkkkkkk! "Kau itu baji Ngan Brian. Plakkkkkkk! " Apa aku mengajarimu untuk melakukan hal seperti ini?"


Brian meringis mendapatkan beberapa tamparan dari ayahnya. Brian tidak bisa melawan. Ini memang salahnya bukan? Namun Brian tetap tidak bisa menghentikan hubungannya dengan Sisil. Brian selalu membutuhkan pelampiasan untuk menyalurkan hasratnya.


"Dengar Brian, mulai sekarang, aku akan mengalihkan semua aset yang kau miliki atas nama istrimu. Jika dalam waktu 1 bulan kau masih belum bisa berubah, maka, aku akan membuat kalian berpisah, dan aku jamin, kau tidak akan punya apa-apa."


Bughhhhh!


Sekali lagi Nugroho meninju wajah Brian. Meskipun Brian adalah anak kandungnya, namun Nugroho tidak bisa membiarkan Brian berbuat seenak jidatnya. Nugroho tetap harus memperingatkan anaknya jika anaknya ada di jalan yang belum benar.

__ADS_1


Nugroho pergi dari ruangan Brian dengan hati yang sangat dongkol. Sementara Brian, dia tersenyum sinis sembari mengusap darah di sudut bibirnya. Brian menatap pintu ruangannya nanar. Kedua tangannya terkepal. Brian sangat marah sekarang, matanya memerah, jantungnya berdegup dengan sangat kencang.


Bughhhhh!


Brian meninju meja kerjanya dengan sangat kuat.


Sarak!


Brukkkkk!


Kedua tangan kokoh itu menyapu semua barang yang ada di atas meja. Lagi-lagi lelaki itu memukul meja dengan tangannya. Dia sama sekali tidak memperdulikan buku-buku tangannya yang sudah mengeluarkan darah.


"Ini semua gara-gara kau Bian."


To Be Continued.


Yuhu, like dan komentarnya jangan lupa ya. Thanks udah baca karya ini. 🤗

__ADS_1


__ADS_2