Dinikahi Sugar Daddy

Dinikahi Sugar Daddy
Sengaja


__ADS_3

Malam hari, setelah semua orang pulang, Byan dan Brian masih terjaga di atas ranjang mereka. Belum ada yang membuka suara, Brian masih memeluk Byan posesif. Kecupan-kecupan kecil dia darat kan di bibir, pipi, hidung, juga di pucuk kepala sang istri.


"Daddy!"


"Hemmm!"


"Apa Daddy tidak merasa jika ada sesuatu yang salah?" tanya Byan mendongak menatap suaminya.


Brian mengerutkan keningnya bingung, sesuatu yang salah, Brian tidak merasa ada hal-hal seperti itu.


"Om yakin?" tanya Byan ketika melihat suaminya menggelengkan kepala.


"Aku benar-benar tidak tahu Baby, memangnya ada apa?"


"Aldi? Apa Om tidak curiga pada apa yang terjadi di kator tadi sore?"


"Maksudmu?"


"Ikh, Om lelet akh, Aldi itu tidak benar-benar melakukan kesalahan Om, kita cuma bercanda. Uang perusahaan aman. Aku yang meminta Aldi untuk melakukan semuanya. Jangan marah lagi ya, Byan yang merencanakan ini semua."

__ADS_1


Brian terdiam untuk sesaat, namun beberapa detik kemudian dia tersenyum, kembali tangan kekar itu menarik pinggang istrinya agar mereka bisa saling memeluk lebih rapat lagi.


"Karena mendengar kabar bahagia darimu, aku sampai lupa kalau tadi ada beberapa masalah di kantor. Aku juga ingin minta maaf By, kejadian tadi, saat Sisil!"


"Shuutttt!" Byan menangkup wajah sang suami dengan kedua tangan mungilnya. Menatap mata sang suami dalam lalu tersenyum. "Jangan bahas itu lagi, Byan tahu kok Byan salah, Om hanya membantu Tante itu karena Byan kan? Maafkan Byan karena tadi sempat bersikap kekanakan."


Brian terkekeh mendengar ucapan istrinya.


"Kok malah ketawa?" heran Byan mengerutkan kening. "Apa ada yang lucu?"


Brian mengangguk. "Kau!"


"Iya, kau sangat lucu. Bukankah kau masih anak-anak? Jadi wajar jika kau masih kekanakan!"


Byan mengerucutkan bibirnya tidak senang. "Byan bukan anak-anak Om. Byan sedang mengandung, insyaallah, sebentar lagi Byan akan menjadi seorang Ibu."


Lagi-lagi Brian terkekeh. "Iya Baby, aku tahu, maafkan aku, terima kasih untuk surprise hari ini, aku sangat bahagia, apalagi mendapatkan kado istimewa seperti ini." Brian mengusap perut Byan yang memang mulai sedikit membuncit. "Aku mencintaimu Baby!"


Cup!

__ADS_1


Brian mengecup bibir istrinya sekilas, setelah puas mengecup sang istri, Brian menurunkan wajahnya untuk mengecup bayi-bayi yang ada di dalam perut sang istri.


"Sehat-sehat sayang, Daddy sangat menantikan kehadiran kalian."


...----------------...


Di sisi yang lain, seorang pria sedang duduk termenung menatap bintang-bintang di langit. Duduk sembari menikmati angin malam membuatnya merasa lebih nyaman. Sesekali dia melirik ponselnya, tersenyum lalu menatap langit malam kembali.


Ting!


Sebuah pemberitahuan masuk ke ponsel Bima, dia membuka pemberitahuan itu, ternyata itu adalah pemberitahuan dari Instagram, seseorang baru saja membuat postingan yang begitu menggoda.


Sebuah foto dengan wajah yang cantik. Dalam postingan tersebut, tersemat sebuah caption yang membuat Bima terhenyak.


"Apa tidak apa-apa jika menikahi brondong?"


Tatapan Bima kembali beralih dari ponselnya, kali ini dia benar-benar bingung harus melakukan apa. Sebenarnya, Bima sudah memiliki ketertarikan kepada Adelle saat mereka pertama kali bertemu. Namun, dia tidak bisa menunjukkan perasaannya. Perbedaan status sosial, umur, dan jabatan menjadi suatu hal yang sangat Bima pertimbangkan. Di tambah lagi, Adelle itu bukan wanita biasa, pasti banyak pria hebat di luaran sana yang juga menyukai Adelle.


"Apa aku harus menyerah sebelum berperang? Kau juga sepertinya sudah memiliki seseorang yang kau tunggu," ucap Bima kembali menatap foto yang tadi Adelle posting. Hatinya resah dan bimbang, dia memang bukan pria dewasa yang banyak pengalaman dalam urusan cinta. Bima sadar, daripada jatuh tenggelam dalam kepahitan yang dia ciptakan sendiri, lebih baik Bima pura-pura tidak tahu apapun. Membiarkan semuanya berjalan seperti air mengalir meskipun pada kenyataannya dia sangat gelisah.

__ADS_1


To Be Continued.


__ADS_2