Dinikahi Sugar Daddy

Dinikahi Sugar Daddy
Keanehan Byan


__ADS_3

Malam hari, Brian sedang duduk bersandar pada sandaran ranjang. Laki-laki itu menyunggingkan senyum saat melihat foto-foto istrinya pada ponsel yang istrinya miliki, sudah puluhan foto yang dia kirimkan ke ponselnya sendiri, namun sepertinya dia masih belum puas dan terus mencari foto yang paling dia sukai.


Lain dengan Brian, lain lagi dengan Byan. Gadis itu sedang mamatut dirinya di depan cermin. Dia menggigit bibirnya tertahan. Sesekali dia membetulkan piyama sutra berwarna merah darah di atas paha. Piyama itu sangat tipis, belum lagi belahan dadanya yang rendah. Byan ragu untuk mengenakan pakaian seperti ini di depan suaminya. Namun Dita mengatakan hanya ini cara untuk membuat Brian menempel padanya dan sulit untuk beralih pada wanita lain.


"Akh!"


Byan mendesah sembari berjongkok. Jantungnya berdegup tak karuan. Byan tidak bisa mengenakan ini. Dia harus segera mengganti nya. Tapi kalau Brian benar-benar tergoda wanita lain bagaimana. Byan takut.


"Semangat By, kamu bisa, bukankah kamu sudah mempelajari semuanya tadi malam. Jangan sampai Dita kecewa padamu."


Sebelum keluar dari kamar mandi, Byan membasahi rambutnya di keran yang ada di wastafel. Dia sedikit meremas rambutnya untuk membuang air yang tersisa di sana. Namun tidak benar-benar kering karena Byan sengaja ingin membuat rambutnya sedikit basah.


Dengan langkah pasti, Byan keluar dari kamar Mandi. Brian masih fokus pada ponsel Byan. Laki-laki itu belum menyadari jika Byan sudah keluar dari kamar mandi. Byan melangkah seanggun mungkin. Sesekali dia terserempet kakinya sendiri, namun buru-buru dia mengubah ekspresi nya dan kembali berjalan seperti seorang model.


Byan berhenti di depan Brian. Dia bersandar pada tiang ranjang lalu sedikit membuka piyama luarnya. Kakinya sedikit dia angkat membuat piyama itu terlihat lebih pendek hingga menampakan paha putih nan mulus miliknya.


"Ekhemmmm" Byan berdehem karena tak kunjung mendapat respon dari suaminya.


"Ekhemmmm, Ekhemmmm, Ekhemmmm." Karena sudah pegal, Byan berdehem lebih keras. Kembali dia berpose seperti aktris Korea di drama yang semalam dia tonton.

__ADS_1


Brian mengangkat kepalanya.


Glekkkk!


Brian meneguk saliva susah payah. Hampir saja dia tersedak. Matanya menatap penampilan Byan dari ujung kaki lalu naik ke atas. Lingerie yang Byan kenakan ini benar-benar sangat cocok untuk gadis itu. Warna merah darah yang sangat kontras dengan kulit putih nan mulus miliknya.


Brian membuka mulutnya karena kesulitan untuk bernapas. Dia juga menyentuh dan meremas lehernya. Apa yang sedang bocah itu lakukan. Dia tidak sedang berusaha menggodanya bukan? Apakah Byan tahu konsekuensi yang akan dia dapatkan jika dia melakukan hal ini.


Brian terus menatap istrinya sampai tatapannya berada pada dua bola air yang sangat dia sukai. Astaga, Brian bisa gila, gadis itu bahkan tidak mengenakan bra. Semakin dilihat ke atas, Brian semakin terpaku melihat tulang selangka juga bahu istrinya yang begitu memanjakan mata.


Namun, ketika dia terus memperhatikan, tetesan-tetesan air mulai menggenang di lantai. Brian langsung melihat sampai ke wajah gadis itu. Ternyata bukan hanya ke lantai tapi air itu juga menetes di wajah gadis itu. Dan kini Lingerie yang Byan kenakan juga ikut basah.


"Kemari!"


Brian menggerakkan jarinya meminta Byan untuk duduk di dekatnya. Byan tersenyum lalu melakukan apa yang suaminya minta. Brian mengambil sebuah handuk dari lemari lalu kembali duduk di atas ranjang.


"Kenapa membiarkan rambut mu basah seperti ini hmm? Gak takut masuk angin?"


Byan menggeleng dengan polosnya. Brian membantu istrinya mengeringkan rambut. Namun ketika dia melihat lingerie terluar istrinya basah. Brian membuka kain tipis itu.

__ADS_1


Glekkkk!


Lagi-lagi Brian di suguhkan pemandangan yang mampu membuat si Beto menggeliat meminta untuk dilepaskan. Brian menunduk lalu mengecup tengkuk Byan lembut. Byan yang mendapatkan perlakukan seperti itu meremang. Seluruh bulu kuduknya merinding. Segala sesuatu yang ada pada dirinya menegang.


"Om~ ~


Byan memanggil suaminya dengan suara tertahan. Kecupan- kecupan itu semakin intens hingga membuat Byan meremas seprai yang ada di bawahnya.


Brukkkkk!


Dalam sekali gerakan, Brian merubah posisi mereka. Kini dia sudah berada di atas gadis itu. Menatap maha karya Tuhan yang sangat indah, menikmati segala yang ada pada istrinya dan terus menatap istrinya itu tanpa berkedip.


"By, aku menginginkan mu!"


Brian berbisik dengan suara yang serak setengah tertahan.


To Be Continued.


🤭🤭🤭🤭

__ADS_1


Kalian bosen gak sih baca kayak ginian Mulu. Ini akan terus berlanjut lho sampai mereka benar-benar unboxing. Apa gak bosen gitu?... Kalau bosen bilang ya. Nanti aku rada kurangin deh kebucinan mereka ini. Jangan lupa like dan komentarnya. Sajen jangan lupa. 💪🏇🏇🏇🔥🔥🔥


__ADS_2