Dinikahi Sugar Daddy

Dinikahi Sugar Daddy
Tipuan


__ADS_3

"Maafkan Kakak Bi, Kakak harus pergi sekarang. Sebenarnya Kakak sangat ingin mengantar mu pulang. Tapi ini urgent, atasan kakak butuh kakak sekarang."


Bian tidak mau melepaskan pelukannya. Matanya berkaca-kaca. Tubuh mungil itu memeluk tubuh tinggi tegap Haris erat. Haris hanya tersenyum sembari mengusap rambut Bian penuh kasih sayang. Sebenarnya Haris bukan tidak merindukan Bian, namun untuk beberapa Minggu ke depan Haris masih akan sangat sibuk.


"Bian, udah, kita pulang saja, lagipula Kak Haris kan udah bilang kalau dia mau kembali nengok kamu kalau dia udah dapat cuti." Aldi berusaha meyakinkan Bian karena merasa tidak tega.


"Kita pulang sekarang ya, temen-temen kamu masih nunggu itu, bukannya kamu mau ngajak mereka ke rumah?"


Brian menarik bahu Bian, lalu merengkuh tubuh mungil itu membawanya ke dalam dekapannya. Brian sama sekali tidak memikirkan dampak dari apa yang dia lakukan, Brian tahu, dia hanya harus menghubungi Dito dan menyuruh orang kepercayaan nya itu untuk menutup mulut para wartawan atau semua media pemberitaan yang akan memberitakan apa yang Brian lakukan sekarang. Brian juga sanggup mem-blacklist akun-akun media sosial orang-orang yang mungkin akan menyebar luaskan fotonya hari ini.


Bian pasrah. Dia tidak lagi memeluk Haris melainkan memeluk sang suami. Haris berjalan lebih mendekat. Dia kembali mengusap kepala Bian lalu tersenyum kepada Brian. "Aku titip dia padamu. Tolong jaga dia dengan baik."


Brian mengangguk mengiyakan. Bima yang sudah menunggu mereka di dalam mobil hanya memperhatikan pemandangan itu tanpa mau ikut campur.


Setelah Haris pergi, Aldi masuk ke mobil Brian di samping kemudi. Brian membukakan pintu untuk Bian, namun sebelum dia masuk, dia melirik ke arah dua sahabatnya yang masih mematung menyaksikan drama yang sedang terjadi.

__ADS_1


"Aku ingin menemui mereka dulu Kak."


Brian mengangguk. Gadis itu berjalan mendekati Anandita dan Navisa. Dia mengibaskan tangannya membuat Anandita dan Navisa yang sejak tadi melamun kembali tersadar.


"Bep!" Anandita berseru.


"Heum. Sepertinya aku tidak bisa mengajak kalian ke rumah hari ini. Minggu depan aja ya, mood ku sedang gak baik nih. Nanti aku transfer uang untuk permohonan maaf aku ya!"


Navisa mengulum senyum mendengar bujukan Bian. Memang anak ini sekaya apa sampai membujuk orang saja pakai uang. Tapi jika iya, mungkin itu lebih cocok di sebut uang ganti rugi karena kehebohan Bian membawa pria-pria tampan membuat Anandita mengeluarkan darah dari hidungnya.


"Ya sudah kamu pergi aja. Besok kita tunggu penjelasan kamu. Awas kalau gak di jelasin secara rinci."


Bian berjalan dengan seringai di bibirnya. Urat-urat lehernya semakin mengetat ketika melihat tangan wanita itu ingin menyentuh tangan suaminya.


"Akh!" Bian memekik sembari berjongkok dengan tangan yang memegangi perut. Dia merintih kesakitan membuat Brian yang sedang sibuk mengobrol dengan Sisil langsung menoleh dan menghampiri Bian.

__ADS_1


"Kenapa? Perutnya sakit lagi?" tanya Brian dengan raut wajah yang khawatir.


Dia menunduk melihat wajah kesakitan yang Bian tunjukan. "Om, perut Bian sakit!" Bian merintih benar-benar seperti orang yang sedang kesakitan.


Tanpa menunggu apapun. Brian menelusup kan tangan nya di belakang lutut bian juga memeluk bahu gadis itu dan menggendongnya mendekati mobil. Sisil mengepalkan kedua tangannya di samping tubuh. Wanita itu menggertak kan gigi karena tidak terima Brian yang mengabaikan dia demi gadis ingusan yang dia tahu sudah menjadi istri dari kekasihnya.


"Tuan kit-" ucapan Sisil terhenti ketika Brian memotong ucapannya.


"Bian sakit, aku harus membawanya pulang. Kamu pulang saja sendiri."


Bian tersenyum dalam pelukan suaminya. Aldi turun untuk membukakan pintu mobil. Sebelum Brian membawanya masuk, Bian mengacungkan jari tengahnya kepada Sisil. Dalam hati gadis itu bersorak gembira. Dia ingin melihat wajah Sisil yang sedang marah namun dia takut kepura-puraan nya akan ketahuan.


"Dasar wanita penggoda. Wanita sia lan. Ja lang. Berani-beraninya kau melawan ku. Brian bodoh. Mau-mau nya kamu di peralat gadis ingusan seperti dia."


To Be Continued.

__ADS_1


Bernapas dulu gaes. Si Sisil ini emang gak tahu diri atau gak ada otak sih. 🤬 gedek banget ya ampun.


Kalau kalian bingung kenapa tiba-tiba ada Sisil, kalian baca bab-bab sebelumnya ya. 🤗 Pasti ngerti kok.


__ADS_2