Dinikahi Sugar Daddy

Dinikahi Sugar Daddy
Bisikan Merdu


__ADS_3

Byan menggerutu sepanjang jalan karena Brian tidak mau membelikan dia ice cream yang dia mau. Bukannya tega. Tapi sepertinya hari ini mendung, dan Brian tidak ingin istrinya sakit. *Mulai deh Lo Bang* 🥴


"Boncel!"


"Apa?"


"Jangan marah dong, besok kan libur, kita main ke pantai yuk!" dengan wajah sumringah, Brian berusaha membujuk Byan supaya gadis itu berhenti merajuk.


"Gak mau, panas, nanti Byan item, denger ya Om, Byan itu mau es krim, bukan mau jilat pasir. Kalau Om suka, Om pergi aja sana ajak Tante Sisil. Tapi jangan harap Om bisa balik lagi ke rumah. Ayah udah bilang, kalau Om itu cuma menantu Ayah, sedangkan Byan adalah anaknya. Kalau Byan minta Ayah untuk mengusir Om, Ayah pasti akan melakukannya. Di rumah sudah ada Aldi dan Kak Bima. Untuk apa melihara Om, abisin modal aja."


Brian mengelus hati mendengar ocehan istrinya. Namun Brian tetap pada pendiriannya. Brian tidak akan memberikan Byan es krim. Tidak hari ini. "Besok saja beli es krimnya. Kenapa harus hari ini?"


Byan melipat kedua tangannya di depan dada. "Kalau Byan mau sekarang ya sekarang, nih ya Om, orang kalau lapar juga kan gak bisa di tunda-tunda. Apalagi kalau sudah gak makan satu Minggu, kan kalau di tunda terus nanti cacing-cacing di perut pada semaput Om. Byan udah 3 hari gak makan es krim, boleh ya!"


Brian yang tadi mengerucutkan bibirnya kini tersenyum membentuk puppy eyes. Dia menatap suaminya sembari mengedipkan matanya lucu. Brian meleleh melihat kelucuan istri kecilnya. Dia memalingkan wajah ke arah pintu mobil lalu tersenyum. Namun karena tidak ingin Byan melihatnya, buru-buru Brian mengubah ekspresi nya menjadi jutek kembali. Dia berdehem menahan senyum di tenggorokannya.


"Tidak bisa, sekali tidak ya tid,-"


Cup!


Byan membungkam mulut Brian dengan mulut kecilnya. Dia mengukung tubuh Brian seperti seekor singa yang hendak memangsa buruannya. Kedua lututnya dia letakkan di sisi kiri dan kanan paha laki-laki itu. Brian terkejut bukan main. Melihat istrinya bertingkah seperti ini membuat Brian tidak bisa berkutik.


"Daddy~ ~!"


Byan berbisik dengan suara manja nan seksi namun suara ini sangat khas dan hanya Byan yang memilihnya. Paduan suara anak kecil dan wanita dewasa yang lembut dan mendayu, serta deru napas hangat Byan yang menerpa telinga Brian membuat laki-laki itu menggeram dalam hati.


"Daddy~ ~ boleh ya Byan makan ice cream sekarang."


Brian mengangguk tanpa sadar. Byan langsung tersenyum dan menghujami wajah suaminya dengan kecupan-kecupan manis. Gadis itu beranjak dari atas paha Brian lalu berbalik dan berpegangan pada jok yang Dito gunakan.


"Om Dito kita beli ice cream!"


Byan berteriak dengan suara 3 oktafnya. Dito sedikit terkejut namun dia tetap mengangguk.

__ADS_1


"Astaga. Gadis ini benar-benar bisa membuat ku hilang akal. Dia benar-benar membuatku gila." Brian membatin.


Byan kembali duduk sembari tersenyum tanpa dosa. Dia menarik lalu memeluk lengan suaminya. Dalam senyumannya Byan mendongak. Sekali lagi dia mengecup bibir suaminya untuk berterima kasih.


Brian pasrah dengan keadaan ini. Ini darurat, Byan sudah tahu kelemahannya. Brian takut gadis ini akan semakin semena-mena dan membuat Brian tidak bisa berkutik. Lagipula darimana Byan belajar hal-hal seperti itu. Gadis nya yang polos sudah pandai menggoda.


"Kita pergi ke cafe Almira saja Dit!"


"Baik Tuan."


Sesampainya di cafe. Brian membukakan pintu mobil untuk Byan. Gadis itu turun lalu mencubit dua ujung roknya dan menekuk lututnya bergaya seperti seorang putri bangsawan. "Terima kasih Daddy ~ ~!" Bisik Byan di telinga suaminya.


Brian mengepalkan kedua tangannya berusaha untuk tidak menerkam gadis itu. Sungguh, Byan ini sangat pandai menyiksa dirinya juga hewan peliharaannya.


"*Sabar ya Beto, ini belum waktunya kamu keluar dari sarang!"


Beto\= Belut Jumbo*


Brian menghembuskan napas kasar lalu mengikuti Byan masuk ke dalam cafe.


"Baik, apakah ada pesanan yang lainnya?" Byan menggelengkan kepala seraya tersenyum. "Pembayarannya tunai atau debit ya?"


Byan menunduk hendak mengambil dompetnya, namun dia kalah cepat dengan Brian yang sudah menyodorkan kartu kredit miliknya pada pramusaji tersebut. Byan mendongak lalu tersenyum ke arah suaminya.


"Terima kasih Kak, ini kartunya, dan mohon di tunggu sebentar ya. Kami sedang mempersiapkan pesanannya."


Brian menarik tangan Byan lalu menuntunnya untuk duduk di sebuah meja yang terletak di sudut ruangan yang terdapat kaca besar di sana.


Tidak lama setelah menunggu, pesanan Byan akhirnya tiba. Gadis itu tersenyum sembari mengambil mangkuk besar berisi ice cream berbagai rasa yang tadi dia pesan.


"Makan pelan-pelan!" ucap Brian melihat Byan yang makan dengan sangat lahap. Byan hanya tersenyum dengan mulut yang penuh.


"Brian!"

__ADS_1


Seorang wanita cantik menyapa Brian lalu duduk di samping laki-laki itu. Byan memancingkan matanya menatap wanita itu dari atas sampai bawah, setelah selesai memindai, dia mengangguk lalu kembali makan ice creamnya.


"Apa kabar?"


"Baik. Kamumi sendiri apa kabar? Gimana dengan bisnis make up kamu?"


Almira tersenyum sembari mengangguk. "Alhamdulillah baik Bi, sekarang sudah mulai ramai, dan aku juga terkadang akan pergi ke luar negri untuk menemui klienku di sana."


Brian mengangguk. Dia kembali menatap Byan. Tangannya terulur menyentuh noda ice cream di bibir istrinya lalu menjilatinya. Sebuah kebiasaan yang akhir-akhir ini selalu dia lakukan.


Almira terperangah melihat apa yang terjadi di depan matanya. Setahu dia, Brian ini adalah orang yang sangat hati-hati. Makan satu piring dengan orang lain saja tidak pernah mau. Lha ini malah menjilat bekas ice cream orang lain.


"Dia siapa Bi, Adek kamu?"


"Nanti juga akan tahu, sekarang masih belum waktunya."


Brian berucap masih dengan mata yang tidak beralih dari istrinya.


"Om mau?"


Brian menggeleng. "Tidak, habiskan saja!"


Almira memincingkan matanya melihat Brian curiga. "Bi, jangan bilang ini bocah pacar Lo!"


Brian mengangkat bahunya acuh. Almira menutup mulutnya tidak percaya. Dia memperhatikan Byan dari atas sampai bawah, menurutnya, Byan ini cantik, namun tidak terlalu bagaimana. Namun bagaimana mungkin Brian si perfeksionis tentang pasangan memiliki pacar seperti Byan. Apa yang sepesial dari bocah ini.


"Jangan menatapnya seperti itu Mira, dia ini sepesial karena dia memiliki sesuatu yang tidak kau miliki."


Kembali kalimat itu Almira dengar. Mereka sudah berteman sejak mereka ada di bangku SMA, tapi tidak pernah sekalipun Brian meliriknya sebagai seorang perempuan. Berbagai cara sudah Almira lakukan untuk menarik perhatian Brian, namun dia tidak bisa. Brian tetap mengabaikannya dan lebih memilih bergonta ganti pasangan dengan perempuan yang tidak Almira kenal.


"*Aku yakin gadis ini hanya mainan mu Bi, sama seperti perempuan-perempuan lain yang pernah singgah di ranjang mu."


To Be Continued.

__ADS_1


🤭🤭🤭🤭* Jangan marah dulu ya Bestie. Brian gak akan berpaling kok. Tenang aja. 🤣🤣🤣🤣🤣


__ADS_2